Monday, March 30, 2015

Penilaian Prematur



Halo amigos, tidak terasa tahun 2015 sudah mendekati bulan April. Kali ini saya akan memposting suatu tulisan yang cukup terdengar absurd dan terkesan delusional.

Berawal dari sebuah gambaran saya di buku catatan kuliah, yang selalu saya isi dengan ilustrasi ketika saya merasa jengah dengan materi kuliah. Kemudian ada teman saya yang penasaran dengan gambar saya tadi dan ingin melihatnya. Tentu saja saya menolak untuk memperlihatkannya, toh ini cuma sekedar iseng. Kemudian akhirnya saya memperbolehkan dia untuk melihatnya. Lalu dia langsung berkomentar: “doodle!” … “seperti instagramnya si X”.

Kemudian teman saya itu memperlihatkan instagram “temannya” itu (yang padahal adalah kepo-an-nya) dengan menggunakan…. hape saya, karena dia lupa bawa hape. Kemudian dia menceritakan asal usul “temannya” itu, siapa dia, jurusan apa, dsb. Jujur saja saya kurang tertarik dengan orangnya, tapi ilustrasinya saya bilang oke juga. Sehingga hal itu membuat saya kepo lebih lanjut instagram-nya (iya, saya lebih sering kepo stranger dengan karya karya yang ciamik).

Nah, dari salah satu postingan “temannya” teman saya tadi, ada satu hal yang membuat saya menjadi kepo lebih jauh. Yaitu temannya “temannya” teman saya, mari kita sebut saja si Y.
Si Y ini ternyata juga suka bikin ilustrasi. Hal yang sama yang membuat saya tertarik untuk mengulik lebih jauh. Kemudian tingkat keingintahuan saya lebih far far away dari Star Wars. Setelah saya lihat instagram dan kepo blognya, saya cukup terkesan. Bahkan sangat terkesan. Tulisannya sangat menarik, terutama kepribadiannya (yang secara ngawur saya terjemahkan sendiri-red mutusi). Selera film dan musiknya asik. Dan dari hal-hal itu, ada satu hal yang mengusik pikiran saya.

I don’t know, terlalu prematur bagi saya mengatakan bahwa ada orang di luar sana yang memiliki “keanehan” dalam dirinya seperti saya. Seorang yang naif yang kadang terlalu lelah dengan kehidupan dunia ini. Seseorang yang bisa terlihat akrab atau pun ceria dihadapan orang banyak, namun tetap menyimpan “kekakuan” di dalam dirinya. Orang yang ternyata gak terlalu happy dan enjoy dengan kuliahnya. Dan beberapa lagi hal yang mungkin sama, namun tiba-tiba saya lupa apa yang akan saya tulis.
Ya, saya suka mengagumi tulisan orang, tanpa melihat siapa dia, apalagi ada ketika ada kesamaan pendapat di sana.

Sudah saya bilang dari awal. Tulisan ini tidak lebih dari sebuah tulisan yang absurd, akan kekaguman terhadap stranger. Mohon maaf atas kekecewaan pembaca. 
P.S. Adobe

Sunday, March 1, 2015

Saya Memang Murtad



Hehehe, akhirnya harus turun gunung lagi nih.
Karena ada suatu hal yang paling tidak membuat jari-jari saya gatal, saya jadi ingin kembali menulis.
Iya, katanya Kancut Keblenger (KK) udah 4 tahun aja ya? Cieee… selamat ya! Semoga semua anggotanya semakin variatif (in a good way, semoga), makin membangun, makin berguna, dan yang baik-baik.

Jadi gini, kemarin hari Jumat saya di-tag (termasuk 7 orang lainnya) oleh sebuah status oleh “founder” dan “boss” nya Kancut Keblenger. Intinya nanyain siapa di sini yang blogger? Saya kurang ngeh juga sebenernya maksud status itu kenapa saya di-tag. Ternyata setelah itu, muncullah sebuah capture-an status yang dibuat 4 tahun lalu (2011), dimana sang founder yang kala itu belum mem-found-kan Kancut Keblenger nanyain hal yang saya sebutkan tadi, siapa di sini yang blogger?
Di status itu saya nulis, “absen, tapi skrg lagi vakum”. Nah, setelah 4 tahun berlalu, saya baru tahu, kalo berawal dari status pertanyaan itu lah yang menjadi cikal bakal terbentuknya Kancut Keblenger.


Mengulang status 4 tahun lalu
Capture-an-nya "Blogger Murtad"

"Ahaha... Untungnya gak ada" apa "Ahaha... gak ada untungnya!" :))
Terus apa masalahnya? Bangga dong? Jadi bagian dibentuknya salah satu komunitas Blogger terbesar di Indonesia gitu? Anggotanya udah 4700-an lebih gitu?

Harusnya sih gitu, tapi ya gimana, ternyata dari dua status tersebut muncul beberapa komentar yang kurang menyenangkan. Ada yang bilang invisible blogger lah, ada yang bilang “untungnya gue gak ada” lah, dibilang “murtad” dan ada yang gak mau dibilang murtad, katanya sementara doang murtadnya :))

Menurut KBBI, definisi murtad adalah:
berbalik belakang; berbalik kafir; membuang iman; berganti menjadi ingkar;

Mungkin yang dimaksud founder adalah kita (saya dan 7 orang lainnya tadi) yang dianggap sebagai tonggak awal terbentuknya KK, tidak lah lebih dari seorang murtad, yaitu yang katanya Blogger tapi gak pernah nulis lagi alias blogging. Mungkin anggota lain juga menertawakan.

Tapi kalo saya sih gak masalah dibilang murtad. Toh dari awal saya blogging/ menulis adalah mencoba menuliskan apa yang pengen saya sampaikan ke masyarakat luas. Bukan sebagai pekerjaan, melainkan hobi yang menyenangkan. Kalo dulu target pembacanya adalah temen2 SMA (mulai tahun 2009, 2 tahun sebelum KK terbentuk), buat seneng-seneng, buat lucu-lucuan, no hard feeling lah. Dulu temen blogging juga masih dikit, beberapa juga yang sudah berjatuhan karena kesibukan, salah satu yang bertahan adalah Ega (Primebound) yang juga kakak kelas saya pas SMA, sekarang juga udah mulai jarang blogging juga karena kesibukan.

Kemudian muncul lah keinginan untuk menaikkan traffic, pasang iklan Google Adsense, sehingga muncul lah tulisan-tulisan feature seperti musik, sepakbola, dsb.
Tapi untuk sekarang ini, saya udah semester akhir kuliah, sedikit waktu buat nulis, inspirasi juga gak banyak, gak ada lagi target pembaca, temen SMA/ kuliah juga mana sempat baca blog saya, peduli setan dengan traffic, semua widget udah saya hapus, tampilan dibikin lebih simple, promosi cuma lewat Twitter, sekali twit doang, terserah orang klik buat baca atau enggak, gak pernah lagi update di grup, takut ada yang tersinggung, terlalu takut untuk dikritisi atau bahkan dipuji (jikalau ada) dari sekian ribu anggota yang mungkin tulisannya jauh lebih bagus secara konten maupun gaya dari saya.
Jadi, saya memang tidak mengejar apa-apa lagi, I write when I want. Saya memang murtad, mau diapakan lagi.
Mungkin memang ada waktu dimana blogging itu saya jadikan “pekerjaan”, yaitu ketika saya SMA, saya sangat terinspirasi oleh Raditya Dika, Benakribo, dsb. Dulu saya ingin jadi seperti mereka, siapa tau bisa. Sampai sampai ada target tiap bulan harus posting berapa kali, dan bisa dilihat tahun 2009 dan 2010 adalah peak performance saya (dengan tulisan seadanya), kemudian setelah itu menurun – sampai sekarang. Memang, menjaga konsistensi itu yang susah, antara karena sibuk atau sok sibuk sehingga gak sempat nulis, padahal ada yang pengen dibahas. Bahkan tahun lalu cuma ada 3 postingan, what the… saya benar-benar murtad.
Kemudian saya juga memaklumi komentar-komentar di atas, karena setelah saya kepo kebanyakan mereka mulai blogging dari tahun 2012 ke sini, jadi saya maklumi dan semoga masih konsisten terus :))

Tapi apapun itu, saya selalu respect terhadap founder kita, Supina dan sukses terus buat anggota Kancut Keblenger, semoga tetap konsisten dan tidak mengikuti jejak ‘kemurtadan’ saya :))

Kalo ini sih dulu sekendar tribute buat founder, dia yang request sih, pernah juga diposting, kalo lupa ya udah :))
http://serigalartanah.blogspot.com/2012/11/well-wellgak-perlu-banyak-basa-basi.html
 #JASMERAH dan keep blogging! :D