Thursday, February 12, 2009

Mata Air

Sewaktu SMP, kendaraan favorit gue adalah bus (kayaknya cuma satu-satunya kendaraan yang bisa nyampe rumah gua deh). kalo gue berangkat sekolah sih gue milih-milih, soalnya kadang-kadang ada bus yang suka ngetem lama gitu. tapi kalo' pulang sekolah seh bebas asal 4 kursi belakang kosong (tempat gue, ibnu, bos heru dan tinton).

Nah suatu hari gue naik bus nyoto mulyo (yang saat itu the fastest bus in the world versi gue). gak biasanya banget ngetem di daerah Kenteng lumayan lama lah, barangkali buat bikin ayam betutu aja bisa selesai. tiba-tiba datang seonggok manusia dengan jenggot acak, kumis tak beraturan dan tampang pas-pasan naik bus tersebut. gue kira penumpang biasa, ternyata.... Oh My God, dia masuk bus kemudian mendatangi ibu paruh baya dan dia mencoba memegangi tetek ibu tersebut.
'ibu..ibu..aku sayang ibu' kata si jejaka.
Mungkin karena dikira nyanyi lagu 1,2,3 sayang semuanya, ibu itu mengusirnya. Hal tersebut didukung kernet bus yang kemudian mengusirnya.

Oh.. itu tadi apa ya? aku tak habis pikir.

di lain hari, gue bertanya sama bos Heru,
'bos, lu kenal orang gila yang di Kenteng gak?'
barangkali aja bos Heru tau, bos Heru kan udah malang melintang di dunia per-orang gila-an,

'wah, gue kagak tau, yang gue tau tuh orang gila satu-satunya di Kenteng tuh gue,hehe'

sebenarnya gue juga nyesel nanyain hal itu ke bos Heru, coz setau gue cuma bos Heru yang gila di Kenteng.

'gak bos, gue tanya beneran'

'gue gak tau kalo itu, setau gue yang ada malah orang gila yang terobsesi jadi tentara', sanggah bos Heru.

yasudahlaah...
sampai akhirnya gue dan cs gue naik bus berjudul 'mata air' di samping dang bertuliskan 'sah bat' di depannya (seharusnya sahabat, tetapi gak tau 'a' nya hilang ke mana?) dengan kernet orang yang gue sangka orang gila selama ini. terus gue bilang ke bos heru kalo ini orangnya.
pandangan pertama sih biasa, tapi setelah melihat tingkahnya abnormal, gue jadi fobia sama dia.

pas harga BBM naik 2 tahun lalu, tarif bus pun naik 50% jadi Rp 1500,-. gue pernah naik bus itu, hari itu gue liat ada cewek SMA bayar cuma seribu perak, gue coba cacasem (cari-cari kesempatan) buat bayar pake uang seribuan plus 2ratus perak.

'Mas, ini kok cuma 2 ratus, 5 ratus donk!'
si kernet nyolot

sebenarnya gue mau bilang 'sialan, mata lu buta? tuh cewek bayar seribu aja lu diemin, kempe gue yang 1200 malah ditolak? otak lu kemana?', tapi gue urungkan niat gue, daripada gue diiket pake tali terus ditarik bus tersebut. gue ngalah aja, secara gue lebih waras dari dia. sejak itu gue gak pernah pake duit 200 dalam modus gue, gue pake 100 perak aja.

di lain hari, bos Heru yang kena batunya. sewaktu pulang sekolah, gue udah nunggu lama banget gak ada satupun bus nongol. akhirnya datang bus dengan warna hijau pupus dengan banyak karat di sana sini bertitel 'mata air' menyambangi kami. kami pun naik tanpa pernah curiga dengan bus tersebut. sampai bos heru mau turun, dia bayar pake duit 2 ribu. terus kernetnya bilang 'mas, gak ada kembalian nih, gimana?'
secara, bos heru polos banget, dia diem aja dan menerima. OMG, gile aje lu bos, masa' bus gak punya duit 5ratusan? yang ada mah kernet yang baik tuh bilang gini 'aduh mas, gak ada kenbalian, seribu aja gak apa-apa, yang 5 ratus lain kali aja'.
dan sejak saat itu kami memanggilnya 'kernet bajingan'

waktu gue SMA pun masih trauma yang namanya naik bus bernama 'mata air'. samapi-sampai gue kasih propaganda ke temen-temen yang lain buat jangan naik bus mata air, coz kernetnya bajingan. hal itu tampak berhasil. sampai hari jum'at minggu ke-3 bulan Januari 2009 mengubah hidupku. hari itu pramuka dilaksanakan lebih sore, gak tau kenapa, pulangnya juga jadi makin sore. alhasil bus pun bersembunyi dan gak ada yang tampak, hal itu juga diperparah dengan hari yang hujan. lalu muncullah bus yang sangat gue waspadai banget. gue udah bilang ke temen-temen, terutama yang cewek buat gak usah naik, tapi gue kalah jumlah.
gue pun naik dengan kekhawatiran tingkat akut. namun suasananya terlihat tenang dan gak ada tanda-tanda akan terjadi penyimpangan. gue bersyukur banget.
tapi sewaktu sopir nanya ke kernet,
'paling jauh mana?'

'Gamping' jawab si kernet.

'wah kacauuuuuuu!' kata si sopir.

gubraaak, malah sopir yang berulah.

JANGAN NAIK BUS DENGAN WARNA HIJAU PUPUS DENGAN HIASAN KARAT, BERTULISKAN 'MATA AIR' DI SAMPING DENGAN KERNET BAJINGAN DAN SOPIR GUBRAK, KECUALI EMANG TERPAKSA!

No comments: