Monday, March 30, 2009

Goblok

Waktu gue nulis blog ini, gue lagi download lagunya Eric Hutchinson yang Rock n' Roll.
Niatnya langsung gue save aja ke flash disk gue.
Tapi gue lupa, kalo flash gue ada virusnya.
Gue keinget, langsung gue format!
Gue kayak keinget sesuatu hal yang sangat penting.
Gue lupa kalo bahan blog gue ada di flash itu!!
haduh, jadinya gue gak punya ide buat nulis dan terlanjur males.
Jadinya gue cuma nulis ini!!
Padahal tinggal gue copy-paste!!
Ah gila!!

Wednesday, March 25, 2009

Nick zinner Edan

Anda Tau band Yeah Yeah yeahs?
Mungkin kurang terkenal di Indonesia ya?
Orang Indonesia perlu malu sama band yang satu ini.


Did You Know?
Sang Gitaris, Nick Zinner adalah seorang pengagum berat negara kita.
Dia sanpai rela buat belajar gamelan di Indonesia.
Yang paling edan dan bikin gue ngeFans sama Yeah yeah Yeahs selain lagunya adalah keunikan mereka, selain Karen O yang unik, tapi Nick Zinner juga sableng.
Dia menempelkan sticker 'i love Indonesia' dan '50 tahun '.
Dapet dari mana dia?
Seharusnya pemerintah patut memberi apresiasi kepada Nick Zinner, Gila!!
salute!! gue malu!!

"I truly feel its one of the most amazing places in the world, and even though politically its pretty fucked up, the culture and people are really inspiring" - Nick Zinner


Botak item

Semalem gue nonton film yang yaa... lumayan lama lah, tapi gue baru pertama nonton dari awal ampe akhir. itu adalah U.S. Marshall, sumpah keren pisan!!
Seorang Mark yang botak item itu difitnah telah membunuh 2 agen federal, tapi dia dijebak oleh konsulat China. Lihatlah cara pelarian dirinya, yaah walaupun tak se-Oke Prison Break atau Da Vinci Code, tapi that's great, apalagi pas adegan melarikan diri dengan berayun dari gedung tinggi ke atas kereta!! damn!!

Band it Like . . .

Dulu, waktu gue SMP, gue punya band yang gak tau namanya (kalo' Tinton yang kasih nama sih 'Molotov')
Kadang ngeband buat seneng, tapi seringnya buat latihan ujian.
Suka bawa lagu-lagu sesuai mood,
pertama nge-Jam adalah waktu perpisahan KKN,
that was so sucks!!
Mic gue mati!!
waktu itu gue nyanyi Stay Together for the Kids-nya Blink 182.
Waktu itu Nanda Priyo masih gabung.
Tapi kita belajar dari kesalahan itu.

Mungkin kalo' latihan kadang-kadang lagunya semau kita.
Lebih sering bawa lagunya 'Endank Soekamti' dan 'SID', tapi pernah juga lagunya Green Day atau bahkan Nidji. Tapi waktu ujian Praktek, kita bawa lagu dari the Changcuters yang 'Racuuun', kebayang kan gimana gilanya?


Kalo fotonya kurang gede dan kurang jelas, bisa di-klik di bagian foto tersebut,
di situ terlihat rambut gue udah gue mirip-miripin kayak Qibil Changcut.

Kalo masalah personil, ini dia . . .

Tinton pada Drum
walaupun drummer tapi dia adalah frontman-nya band gue.
Dia yang ngatur jadwal dan segala tetek bengeknya.
Gue buat perjanjian ama dia, gue mau ngeband tapi pulangnya dianter!
Jadinya asik,hahahaha.
Favorit dia adalah Blink 182, Endak Soekamti dan Superman is Dead.

Eric Setyo Nugroho pada Vokal
Gue cuma nurut aja apa lagunya.
Gue punya kelemahan, gak bisa masuk setelah intro, jadi kadang telat kadang kecepeten.
Lebih sering nyanyi fals!
Gue suka Green day, Beastie Boys dan Pee Wee Gaskins.

Dimas a.k.a. Dimun pada bass
cukup hebat buat seorang pemula.
Didorong keinginan buat ngalahin kemampuan kakaknya.
Cukup pendiam tapi kalo meledak bisa parah.
Waktu Ujian Praktek, pas bagian solo bass, gue bilang "Dimun", 'dumm, dumm' penonton pun bersorak, yeah! Rock on Dimun!!
Suka Story of the Year dan Nidji.

Indika pada gitar
Bertumpu pada ke-sotoy-annya, dia mampu mengutak atik melodi gitar sesuai yang dia bisa, walau kadang suara gitarnya fals, tapi that's okay!!
Still Rock!
Sekarang masih ngeband sama Tinton dan Didik dengan buat band 'Jagalah Kebersihan'
Suka Endak Soekamti, SID, Blink 182 dan Metallica.

Tapi kok ada orang Jepang tuh? He's our friend!
We call him, Ryo-kun!!
Goodbye Ryo, we'll miss You!

Semoga ini bisa kita kenang!!

Rocky, Love You

Akhir akhir ini emang marak banget yang namanya 'musyrik' dengan percaya dengan kemampuan Batu bertuah tersebut. Entah yang bisa nyembuhin penyakit lah, nyembuhin miskin lah, pokoknya itu lah. Sejak muncul seorang Ponari di televisi dengan meteornya tersebut, jadi banyak orang yang mengaku-aku bisa menyembuhkan penyakit. Gue emang gak bisa nyembuhin penyakit pake batu, tapi gue bisa menghilangkan rasa sebel dengan sebuah batu.

Ya, hal ini terjadi ketika gue sangat sebel dengan Bayu.
Tiap gue ajak ngobrol, dia gak nyangkut.
Gue ejek pun gak nyangkut.
Apa budeg dia kambuh?
Ohhh.. ternyata dia lagi megang hape!
Akhirnya gue percaya bahwa HP memiliki gelombang elektromagnetik, buktinya Bayu ampe terbius HP gitu.
Gue langsung tercetus kata-kata,
'Aduh Bay, ngobrol sama kamu kayak ngobrol sama batu!'
Terus kalo Bayu lagi sms-an gue ajak ngobrol, dia pasti bilang,
'Ngobrol ajah sama batu!'
Hal itu membuat gue geram dan sebel.

Alhasil, karena gue punya sikap yang lumayan abnormal dan kadang-kadang yaa.. gila lah, gue ambil batu yang ada di bawah pohon sawo terus gue bawa masuk kelas.
dan sejak itu kita berteman.
Karena dia batu, gue namakan Rocky!!
Tapi hal tersebut menuai protes dari temen-temen gue, masa' cowok kok pake Rok??
Gue jawab aja,
'siapa bilang Rocky cowok? dia kan Rockyana'
Sejak gue berteman dengan Rocky, gue gak pernah bosen walaupun Bayu mainan HP.
Gue bisa ngajak ngobrol dia, walaupun dia diem ajah!!
Kayaknya Bayu mulai sebel dengan adanya Rocky.

Malam Minggu kemarin, ada yang sms gue,
'Hai'
gue jawab,
'ini siapa?'
dia jawab lagi,
'ini Rocky'
Buseet, Rocky udah kangen baru gue tinggal beberapa jam aja.
Stop! Rocky bisa sms? Pake HP siapa? tau nomor gue pula?
ini pasti kerjaan orang gak bener.
Gue cerita lah ke semua temen temen.
Pertama gue curiga sama Bayu, tapi kok dia bilang gak tau.
Gue nanya Clara juga bukan, nanya Fajrian malah ketawa heran,gue cerita ama cewek gue, malah dibilang gue gila,hehehe
Gue nanya lagi sama Bayu, dia menunjukkan lagak bodoh!!

Gue akhirnya dapat menyimpulkan bahwa orang yang sms itu adalah Bayu!
Rocky bilang ama gue,
'ini pencemaran nama baik, masa' gue kayak Bekantan?'
niatnya gue mau ajukan ke pengadilan, tapi entar kalo Rocky ditanya gak bisa jawab gimana?
Alhasil gue dan Rocky gak ngobrol sama Bayu selama satu hari!!

(did you know? Bayu juga ikutan gila, dia cari teman sebuah batu, mau tau namanya? Alkaline! gak sekalian ABC aja?)
(did you know? Fajrian juga mau ikutan buat cari batu buat temen!)
(did you know? Clara pengen curhat sama Rocky! dasar gila semua!)

Kanibalisme

Mungkin di era beberapa tahun yang lalu cukup marak terdengar kata 'kanibal' atau dapat diartikan sebagai 'pemakan sesama'. Benar, hal itu terjadi ketika seorang Sumanto memakan daging manusia.
Hii....
Ngeri memang, soalnya gue dulu sempet ngebayangin gimana kalo Sumanto ampe dateng ke desa gue trus makan semua mayat yang ada di kuburan, hi....
Tapi dasarnya gue yang kurang kerjaan aja ngebayangin hal kayak gitu.

Dalam dunia per-film-an gue cukup takjub juga ada orang yang mau ngangkat hal kayak gitu.
Tapi biasanya monster, entah monster sampah makan sampah atau yang sejenisnya.
Tapi jarang ada film yang ngangkat ada manusia yang makan manusia yang masih hidup. Kayak matahin tangannya terus dia makan mentah-mentah gitu, hyacks....
Tapi yang gue masih keinget adalah bagian di kartun 'Chalk Zone'. Di film tersebut Rudi Tabooti menggambar kartun yang berjudul ' Vampire Hannibal'.
Di Komik buatan Rudi tersebut diceritakan bahwa terdapat vampir yang ingin memakan vampir yang lain. Namun karena vampir tesebut membuat kekacauan, maka vampir tersebut dibuat menjadi ompong agar tidak bisa menggigit satu sama lain apa lagi memakannya.
Aneh memang.

Di Dunia nyata juga tercetus kata 'temen makan temen'. Yaitu ketika gue suka sama seorang cewek kemudian gue suka curhat ke temen gue, eh ternyata temen gue main belakang, akhirnya mereka mengkhianati gue. Kurang lebih kayak lagunya potret yang judulnya 'mak Comblang'. ini udah sering gue alamin, tapi lebih sering gue yang dimakan. Mungkin gue emang gak ditakdirkan buat jadi seorang kanibal. Tapi takut juga kalo gue dimakan beneran.

Nah, kali ini gue menemukan sebuah fakta yang Real dan sungguh nyata.
Did you know?
Bahwa sesungguhnya Ayam dan Lele merupakan species yang kanibal??
Kalo' lele bisa dibilang 'lele makan lele' dan ayam adalah 'ayam makan ayam'.

Fakta pertama adalah ayam.
Karena nyokap gue melihara ayam, mau gak mau gue tiap hari harus yang namanya liat tuh ayam.
Keliaran ke sana keliaran ke sini.
Yang gak gue dari dari ayam adalah: Bapaknya kebanyakan kerja dan gak mau ngurusin keluarga.
Malah asyik-asyikan judi sabung lah, cari istri baru lah.
Tapi gue gak mau bahas tentang poligami atau Syeh Puji.
Gue mau membahas bahwa ayam gue adalah seekor kanibal.
Hi...
Did you know?
Waktu gue ngelempar ayam goreng basi ke arah kebon rumah gue, langsung ayam gue beserta anak-anaknya lari ke arah ayam itu. Ayam gue langsung memakan ayam goreng itu.
Betapa sadisnya kisah hidup seekor ayam.
Apalagi sampai sakit ayam (bukian mas, itu Ayan!)
Kita juga harus menjaga ayam semesta ini (alaaam, alam mas! bukan ayam!)

Fakta kedua adalah lele.
Fakta ini gue dapet dari cewek gue, Gee.
Dia mengejek gue karena gue hoby makan pecel lele.
dia cerita bahwa tetangganya punya kolam lele dan tiap hari lele itu dia kasih makan eek (baca: tinja).
Lantas gue mencoba untuk melindungi makanan kesukaan gue itu dari serbuan ejeken.
Gue ngomong secara gak sadar dan langsung ceplas ceplos.
'Gak apa-apa donk, entar kan lele yang gue makan juga bakal jadi eek gue'
Tiba-tiba tercetus ide mencetuskan rumus 'lele=eek'
Lele yang gue makan akan jadi eek, dan eek itu dimakan lele yang lain.
Berarti secara tidak langsung, lele merupakan konsumen lele juga.
(lele ---> eek ---> Lele ---> eek ---> lele begitu seterusnya.)

Emang rumus gue kali ini cukup tidak bermutu tapi cukup untuk menjadi pengetahuan baru. Gue harap gue bakal menerima hadiah Nobel pada tahun ini untuk bidang sains.
Gue juga akan mencoba menguak apakah Bekantan juga merupakan seekor kanibal.
Penelitian still goes on!!

Salam Kacrut!!

Nenek Sihir

Jujur, gue cukup bingung buat memberi judul blog yang satu ini,
antara nenek pecandu sirih, nenek Nori atau nenek serem,
akhirnya gue putusin buat kasih nama blog ini, 'Nenek Sihir'

kisah ini bermula ketika gue duduk di kelas 9 (3 SMP).
Karena udah mendekati Ujian Nasional, kita diwajibkan buat ngeNol (baca: les sebelum pelajaran dimulai).
Yang biasanya masuk jam 7.15 harus masuk jam 6.30.
Gue yang punya rumah cukup jauh dari sekolah harus berangkat pula lebih awal.
Dari jam 6.20 ke 5.50.
Gue cukup pesimis buat berangkat, soalnya mana ada bus yang berangkat pagi buta gitu?
Paling-paling cuma ngangkut makhluk-makhluk beruban yang memiliki satu tujuan, yaitu : pasar.
Karena gue takut kalo ampe sekolah telat, gue suka ngajak Takdir buat berangkat bareng.
Dia juga gak sendiri, ada Latifah yang suka nemenin dia.
Alhasil kita kayak Trio Kwek-Kwek dengan personil : Latifah sebagai Leony, Takdir sebagai Affandi dan mau gak mau gue jadi Dhea Ananda.

Benar kata Tias, menunggu itu menyebalkan!
Kali ini gue sependapat ama dia.
Gak ada bus yang nongol,
huh....
Tiba-tiba tidak dinyana tidak diduga, datang bus bernama 'Gagak Rimang' datang dengan berjuta penumpang layaknya kerupuk kulit (baca:uzur).
Yah, mau gak mau harus mau.
Sepanjang perjalanan gue cemberut.
Takdir berduaan ama Latifah, gue? ama nenek-nenek?

Tapi syukur, gue ada temen, di Kenteng, muncul 3 makhluk asing, mereka adalah Bos Heru, Hanif (baca:Tejo) dan Intan.
Gue duduk ama Bos Heru dan Hanif di kursi paling belakang bersama kakek-kakek yang mau nggembala kambing ke pasar kayaknya (bukan gembala mas, itu namanya mau jual kambing!).
Intan duduk di kursi nomor 3 dari kursi driver.
Waktu melewati daerah Kembang, tepatnya Masjid Kembang, muncul seonggok simbah-simbah pake kayak kerudung (entah namanya apa) sambil menggendong apalah itu yang pasti bukan tas buat sekolah dan menggerogoti daun sirih di mulutnya. Pokoknya kalo kamu belum nangkep, kayak gimana orangnya, pokoknya wajah orangnya kayak Mpok Nori gitu lah.
Alhasil bus berhenti tanpa gue suruh, soalnya kernetnya yang nyuruh.
Nenek itu naik, bus melaju, wezzzzz.....
Nenek itu langsung duduk di tempat dimana Intan duduk,
gue, Hanif, Takdir, Latifah dan Bos Heru langsung ketawa.
Intan lansung berdiri daripada didudukin nenek-nenek palagi ampe tuh nenek mencret, kan berabe?

Nenek itu pun bilang,
'karang yo aku ki wis tuwa, mripate sing siji ora jelas nek dinggo ndelok ki'

kurang lebih kalo diartikan dalam bahasa Zimbabwe berbunyi,
'hjusjsf gyhghsisqjhdsoak jioqwjy sik nqwtskloo gfajuy'

Maaf, itu kebiasaan gue ngomong pake bahasa rumah,
Nah, kalo' bahasa Indonesia nenek itu bilang,
'Maaf, wajarlah, saya kan sudah tua, mata saya gak begitu jelas buat liat sesuatu, maaf ya'

Intan terlihat malu namun tetap wajar.
Tapi pada kesempatan lain, penumpang bertambah Restu, namun dia duduk di belakang bareng gue.
Intan berganti posisi menjadi kursi di belakang pintu keluar.
Nenek itu terlihat lagi.
Intan tak menaruh curiga, dia mengira bahwa nenek itu akan duduk di tempat yang sama.
Namun?
Zonkk.....
Seakan-akan Intan memiliki magnet, nenek itu memilih kursi milik Intan lagi. Dan lagi-lagi berkata,
'karang yo aku ki wis tuwa, mripate sing siji ora jelas nek dinggo ndelok ki'

Semua temen-temen tertawa.
Gak terkecuali Restu yang jadi pendatang.


Waktu SMA, gue cukup penasaran, Kok gag pernah liat nenek itu lagi.
Bukan berarti kangen, tapi hanya memastikan aja, apa masih meramaikan belantika transportasi.

Akhirnya, hari Kamis, 19 Maret 2009 adalah waktu dimana gue kembali bertemu dengan nenek Sihir itu. Mungkin dia baru pulang dari pasar.
Dia terlihat sama, namun terlihat lebih ganas dan liar ketika dia bertemu dengan anak SMK yang memakai kerudung. Dia mengguncang-guncang tubuh anak itu (baca:lebih terlihat seperti mencekik) sambil berkata,
'Oalah, kowe toh? saiki wis SMA?'

kalo bahasa Indonesia,
'Oh.. kamu ternyata? sekarang sudah SMA?'

Anak itu terlihat shock dan ketakutan melihat nenek itu.
Kemudian gue berkata kepada Ibnu,
'Nu, hati-hati, masih banyak spesies yang seperti itu, belum lagi yang mau menghisap darah'
Hi.....

Cerita ini adalah sepenggal kisah hidup Eric Setyo Nugroho ketika masa-masa SMP.

Wednesday, March 18, 2009

Eick (SD-Litikum)

Gue masuk SD ketika umur gue 6 tahun 4 bulan,
mayoritas temen gue adalah temen TK dulu,
gue cukup seneng gak perlu kenalan terlalu banyak,
karena jujur aja gue paling sebel yang namanya kenalan,
gengsi!
kalo gue diajak kenalan seh OK aja,hehehe

dibilang gue cukup gila buat ukuran anak SD kelas 1, gue udah merasakan cinta (monyet) di saat itu. Gue fell in Love dengan Retno Wilujenglinangkung (panggilannya Jeng Lina, bukan jeng Kellin lho!). GUe selalu menggoda dia biar gue bisa always deket sama dia, itu terbukti mampu menggoyahkan imannya. Kalo' pulang juga selalu gue ganggu, tapi dia terlihat seneng.
Tapi gara-gara prestasinya gak bagus, pas kelas 2 dia dipindahkan oleh bokapnya ke SD lain, sampe' sekarang kita gak pernah ngobrol dan ketemu pun bisa diitung pake jari ayam.

Gue lantas naik ke kelas 2, gue dapet 2 temen baru yang gak naik.
idup gue gak seneng seneng amat kayak neneknya Nia yang punya nama 'Nenek Happy' alias mbah Seneng,hahahahahaha
tapi di kelas 2 anak-anak punya permainan yang waktu itu gue jijik buanget, tapi kalo sekarang itu dilakuin, gue mau banget, permainan itu berjudul 'ketangkep gue cium'.
Semua cewek berusaha nangkep cowok, kalo udah ketangkep trus diciumin!
gue nyesel banget gak pernah ketangkep,hahahahaha.

Setelah gue kelas 4, gue mulai merasakan indahnya bersekolah,
hal-hal bodoh mulai terjadi,
dari mancing di kolam sekolah, trus dimarahin guru ampe buat markas di belakang sekolah,
gue mulai melakukan hal Rasisme terhadap anak-anak agama Katolik dengak menghujam beberapa ejekan yang kalo sekarang gue lakuin bakal mendapat sanksi hukum,
Gue juga lagi hapening maen yang namanya tamiya,
entah berapa rupiah yang gue abisin buat beli Sonic saber lah, Tridagger-X lah, apalah terserah,
Gue dan kawan-kawan juga udah memulai beberapa konflik yang akan berlanjut saat kita kelas 5 nanti,
yang pasti saat kita kelas 4 diajar si guru tonggos yang pengen banget dihormati,
pada tahun itu juga banyak terjadi kemalingan, termasuk gue yang kemalingan,
Gue juga ingat pada tahun ini gue punya Buku tentang Digimon Adventure, di situ lengkap banget, tapi sialan, buku itu disobekin anak kelas 6, anjing!!
Gue juga suka 'dikibulin' sama temen-temen kakak gue, Mbak Irma. waktu itu kakak gue kelas 6, terus temen-temen dia yang cewek suka minta gue traktir, mau gimana lagi, cantik seh,hehehehe

Euforia berakhir ketika memasuki kelas 5,
dimulai dengan adanya mitos bahwa tangga kelas gue dulu adalah bekas kuburan bayi dan kalo di kelas suka terdengar suara tangisan bayi yang kayaknya gak masuk akal,
truz persaingan memperebutkan wilayah juga dimulai dengan anak-anak kelas 6,
kita yang cuma 23 anak kalah jumlah dengan mereka yang 33 anak,
pertandingan 'Gobak Sodor' waktu istirahat selalu dimenangkan 'kelas 6 all-star',
apalagi kalo maen bola, pasti kalah telak,
kalo gak 8-3 ya lebih lah,
ampe-ampe kayaknya mereka sirik ama kelas 5,
ketika kita udah punya 'daerah kekuasaan' sendiri, mereka masih aja mengusik kita,
apalagi mereka memfitnah kalo anak kelas 5 adalah siswa-siswa yang suka mencuri ikan dan ngambil jeruk tanpa bilang-bilang.
Gue dongkol-sedongkol-dongkolnya waktu kelas 5 itu!!

Waktu gue kelas 6,
fuih.......
penderitaan terlihat hilang tanpa jejak,
sepak bola di halaman terlihat tak ada pengacau,
sampai tercipta musuh baru seorang penjaga sekolah bernama Paidi, yang suka mengganggu waktu kita maen bola dengan cara marah-marah, kalo gak berhasil bolanya yang diambil,
anjing!
Padahal pak kepala sekolah udah memperbolehkan lho!!
Gue mulai sering disuruh ikut lomba-lomba olimpiade matematika, sekecamatan bisa menang, tapi kalo' udah nyampe Jogja, nguap gitu aja!
Gue juga mulai menghilangkan kebiasaan mabok bis gue, dengan cara Les di Primagama Tendean Jogja,
gue punya banyak temen di sana, tapi gue harus pulang jam 5 dari sana dan pulang ampe rumah jam setengah 6, itu gue lakuin Senin, Rabu, Jum'at.
GUe juga les di sekolah Selasa, Kamis, Sabtu.
Tiap kali les pasti ada hal tak terduga, mulai perkelahian, ampe ngerjain guru dengan cara ngolesin balsem ke kursi guru,hahahahaha
di kelas 6 ini gue juga mulai suka ama Chelsea FC, dan mulai meninggalkan Juventus dan Serie-A nya.
Gue sama Bayu dan Fajar adalah fans berat Chelsea,
gue ngefans sama John Terry, Bayu Petr Cech dan Fajar.... gag tau gue, Drogba atau siapa,hahahaha
GUe harus pisah ama temen-temen gue, soalnya gue melanjutkan di SMP 1 Wates,
yah itulah segelintir idup gue di SD, semoga gak bermanfaat!

Eick (Pra-TK hingga TK)

Gue, seorang Eric Setyo Nugroho,
adalah anak yang lahir 21 Maret 1993 dengan normal namun masa depannya berubah jadi tak normal. Lahir di tempat bidan Bu Marni. Nyokap gue adalah orang yang sangat sibuk (baca: wanita karir; nglaju Jogja-Purworejo tiap hari ngajar di SMA Grabag, berangkat jam 5 pagi pulang jam 4 sore) jadi kalo' waktu siang gak sempet kasih gue ASI. Ayah gue kerja di SMP 5 Depok, Jogja. Gue kecil harus tinggal bareng Kakek dan Nenek gue. Gue slalu minum susu sapi (gak heran kalo' gue gendut) ampe TK pun gue masih suka ngedot. Gue sempat sakit setelah beberapa minggu gue lahir dan harus dirawat, Nenek gue slalu nungguin gue di RS, ampe kata nenek gue, ada yang nanya,
"anaknya bu?"

Nenek gue jawab,
"Bukan, ini cucu saya"

orang itu nanya lagi,
"namanya siapa?"

Nenek lagi,
"Eric"

orang itu nyolot lagi,
"Kok kayak orang barat?"

Emang nama gue kayak orang Eropa atau Amerika sono,
nama gue punya arti,
Eric = diambil dari nama pemain Manchester United yang waktu itu jadi kapten, Eric Cantona dan dijuluki "the King Cantona" dan diharapkan gue jadi pemimpin yang baik,amin
tapi jujur, gue benci Man. United, hidup Chelsea!
Setyo = gue diharapkan jadi anak yang setia dengan amanah yang diberikan, entah itu rahasia, pacar, bahkan istri (kalo' pacar udah terbukti kok)
Nugroho = merupakan anugerah terindah yang diberikan oleh Allah Swt. bagi orang tua gue.

Gue Pra-TK slalu main sama Kakek gue, Beliau slalu mau dan asik buat gue ajak main, kayak liat kereta api lewat dari atas jembatan layang, nonton TV kayak power ranger, jiban, winspector ataupun simba. Kakek gue juga slalu mau diajak main mainan kecil-kecil gitu (baca: miniatur tokoh;action figure)
Gue umur 1,5 taun udah suka nge-gambar, terutama di tembok (dominasi gambar ayam). Tapi yang paling parah, gue suka nge-gambar di buku pelajaran IPA punya nyokap gue, maapin gue ya Nyak!
Umur 2,5 tahunan gue udah mulai nulis, tapi gak tau apa artinya.
yang ampe sekarang 'prasasti' itu masih ada adalah tulisan 'Harimau vs Burung hantu'
ada juga angka kayak '46GKL0=73', mungkin itu rumus baru?

Setelah romansa Pra-TK berakhir, gue dihadapkan untuk masuk TK 0 kecil. Gue 'dititipkan' kepada Wawan (sekarang 11 IA4 Sma 1 Wates). Gue berangkat selalu jalan kaki berdua, tapi kita gak homo. Berangkat jam 6, di sekolah belum ada orang satupun.
Gue pernah sekali pas pulang sekolah ketemu anak SD yang bernama Dedi terus gue ejek' "huu... dasar Pedet" (baca: anak sapi)
Gue langsung ditampar,
Gue bisa jaga emosi gue, gue gak marah, tapi langsung nangis,hahahaha.

GUru favorit gue adalah BU Surti, yang ampe sekarang masih ngajar.
Makanan favorit gue : slondok
Hari favorit gue adalah sabtu, soalnya ada acara makan bersama.

Setelah gue naik ke TK 0 besar, hidup gue berubah.
Tak ada wawan = tak ada teman berangkat.
Gue terpaksa buat naik sepeda. tapi gue latihan dan susahnya minta ampun, ampe diejek sama Om-om gue,huh!

Tapi setelah gue bisa, gue jadi lelaki sejati (gak gitu juga sih). Gue berangkat tetep jam 6, masih sepi, apalagi TK gue termasuk angker. Gue pun nongkrong dulu di rumah Takdir yang gak jauh dari TK gue. entah itu mancing di saluran air depan rumahnya atau ngapain.
Gue pernah nyungsep waktu naik perosotan, gara-gara gue perosotan kepala di bawah, terus temen-temen gue di belakang gue. Alhasil, gigi gue patah dan diantarlah gue sama Bu Surti ke puskesmas buat diobati.

Hoby kita adalah:
waktu istirahat : Ngelempar batu ke arah SMP PGRI yang ada di bawah TK, gak tau kenapa kok dulu kita berani?
waktu pulang : gangguin rumah yang ada di deket TK dengan cara mencetin bel ampe yang punya rumah keluar, terus lariii!

yah, itu lah kehidupan Eric Setyo Nugroho di jaman Pra-TK hingga TK.
Sungguh Fun!

Thursday, March 12, 2009

Misteri Taman Mini

Temen-Temen pasti udah pernah ke TMII kan?
kalo' belum gak apa-apa,
malah gue bilang kagak usah ke sana, apalagi ampe nginep di sana kayak yang dialami gue sama temen-temen SMP dulu.

ini adalah cerita nyata yang mungkin sebagian dari kalian gak percaya.

Cerita ini bermula ketika kami semua pulang dari Tour ke Ancol dan teman seperjuangannya itu. Pulangnya itu udah malem banget, sekitar jam 7 (itu mah belum malem Ric!).
Terus semua orang disibukkan untuk packing buat ke Bandung pada pagi harinya. Tapi ada yang buat Shalat, makan malem atau sekedar ngobrol.

Ternyata setelah gue nulis blog ini, gue menemukan suatu korelasi antara ngobrol dan makan. Ternyata ngobrol lama membuat gue laper. Dan yang laper bukan hanya gue, ada Takdir dan juga Bima. Kita langsung cabut aja ke warung terdekat buat cari makan buat ngisi perut yang makin teriak gak karuan.
Di jalan kita ketemu Rofi'.
(for your info: Rofi' adalah tipe cewek manja yang super duper cerewet kagak karuan, selalu mencari perhatian tapi lumayan ramah)

Bima nanya ke Rofi, "mau kemana, Fi?"
Rofi hanya diam tanpa gairah, atau tepatnya diam tanpa kata.

Gue yang nanya, siapa tau kalo yang cakep nanya dijawab,
"Mau kemana sih, Fi?"

Tetap diam!

Takdir on the mic,
"Kok kamu aneh Fi?"

Akhirnya dia angkat bicara,
"Gue kagak aneh, dari dulu jua gini-gini aja togh?"

Kok pembicaraan menjurus aneh, dan Rofi melengos aja gitu, pergi. Dia menuju kamar anak-anak kelas 8. kita makin heran, soalnya Rofi gak terlalu akrab sama anak-anak kelas 8. Kita liatin aja terus, dia cuma duduk-duduk di depan teras dengan tatapan kosong.
Kita lalu teringat akan cerita Tinton, sewaktu dari Ancol Rofi duduk di sebelah Dian, di luar dia liat putih-putih gitu. Entah halusinasi atau beneran gue gak tau juga.

waktu di warung ketemu lagi, Kita pesen Burger 'murah' gitu. terus Rofi sama Tia dateng pengen beli juga, tapi udah abis. Kita tanya lagi Rofi tetep diem aja gak kayak biasanya.
Alhasil, kita cerita ke temen-temen cewek. tapi mereka bilang kalo mereka gak percaya, soalnya mereka bilang kalo jeda waktu dari Ancol ampe pergi ke warung tuh Rofi masih tiduran di kamar dan gak ke mana-mana. banyak temen-temen yang duduk di deket tempat tidur dia.

nah Lo! Nah Lo! Nah Lo! Nah Lo!
nah Lo! Nah Lo! Nah Lo! Nah Lo!
nah Lo! Nah Lo! Nah Lo! Nah Lo!

Pas udah hampir jam 11, semua anak disuruh balik ke kamar buat tidur.
Kejadian ini boleh percaya boleh gak, soalnya gue yang mengalami sendiri.
kamar itu isinya sekitar 12 tempat tidur dan tiap tempat tidur itu tingkat (atas-bawah).
Gue memutuskan mencari kehangatan dengan tidur di atas bareng Takdir. Gue bawa Jaket dan bantal yang ada di bawah buat tidur di atas bareng Takdir. Takdir juga tau kalo gue tidur bareng dia.

DID YOU KNOW???

Jam 4 pagi gue terbangun, gue mencoba buat turun dari tempat tidur atas. Tapi, Lho??
Kok tangganya gak ada? Kok kaki gue nyentuh lantai?
Ternyata gue bisa pindah sendiri dari atas ke bawah!
Ajaib bin Misterius!!
padahal yang namanya tangga buat naik itu cuma dari kayu yang disusun kayak tangga buat Outbond gitu. Bayangin, kalo gue ngelindur pasti gue udah jatoh dan bahkan gue pingsan. Yang gue lebih heran tuh, gue pindahnya bukan ke bawah tempat tidurnya Takdir tapi bawah tempat tidur Tinton yang berjarak cukup jauh atau terpaut 2 tempat tidur.
ini bukan ngelindur!!
ini adalah, hi......

Entah ini pertolongan atau gangguan, tapi yang pasti gue masih shock dan gak percaya!!
Apalagi Rofi juga bilang kalo dia gak pernah ketemu gue, Bima dan takdir buat ditanya-tanyain.
dan setelah hari itu, gue baru denger kalo kolam di deket penginapan itu pernah buat bunuh diri. Hii..............

Karma (Again!)

Gue kayaknya harus nanya lagi ke elu pade,
percaya kagak sih sama karma?
kok gue kayaknya percaya banget gitu ama yang namanya karma!!

sebagai contoh,
waktu kemarin Rabu, ada orang naek sepeda nyungsep ke got langsung gue tertawain, Allah mungkin murka dan sewaktu gue naik bus, gue ternyata juga hampir nyungsep gara-gara saking semangatnya buat duduk di kursi paling belakang, sumpah, that's so ashamed!

kalo' temen gue ada juga yang kena karma gara-gara benci banget sama cewek, akhirnya malah jadi temen akrab gitu. Terus guru Olah Raga gue waktu SD juga cerita kalo' waktu sekolah dulu beliau sebel banget ampe gak ketulungan sama seorang cowok dan alhasil tuh cowok jadi suami beliau, Gotcha!!

Tapi herannya, gue belum pernah liat karma yang baik-baik,
kayak misal kalo' gue liat Ari Wibowo terus bilang, "busseeeet, cakep banget" kok gue gak jadi cakep kayak dia yah?
apa mungkin kalo gue bilang ke Ari Wibowo, "sukurin lo,orang kok cakep banget!" terus gue bisa jadi cakep kali yah??
untungnya kalo gue bilang, "wah tuh cewek cantik banget!" gue gak jadi cantik, bayangin kalo gue jadi cantik, seksi, semok dan bahenol??

tapi karma yang sekarang masih nempel ama gue tuh karma gara-gara gue waktu SMP suka nonton (baca:ngeliatin) orang tidur di bus. Kata Nyokap gue seh ada temennya beliau waktu liburan ke Bandung tuh suka foto-fotoin orang yang lagi tidur di bus, mungkin itu adalah kepuasan batin, kayak abis minum coca cola terus 'Brrrrrr....', tapi hal itu menghasilkan suatu berita bahwa temennya nyokap gue tuh langsung mencret-mencret setelah nyampe rumah.
Tapi asal lo tau aja, gue gak ampe mencret-mencret, soalnya HP gue kagak ada kameranya, coba kalo' ada, pasti udah gue abadikan momen-momen itu,hahahaha.

Yang gue lakuin hanya menertawakan orang yang tidur di bus!

Hal itu terjadi ketika gue dan Takdir sering berangkat dan pulang bareng naek bus.
waktu itu pun gue dan takdir mendeklarasikan hobi kita adalah 'hunting' orang tidur, yang pasti bukan hunting taneman atau hunting kuku (oh, itu gunting!).
Kalo' beruntung pagi pun kadang-kadang suka ketemu orang yang masih ngantuk dan terpaksa tidur di bus, kadang-kadang kita juga ketawa kalo liat orang yang mau turun di Pasar Sentolo tapi gara-gara ketiduran jadi turunnya di Kenteng atau bahkan Milir. Kadang-kadang ada adek kelas kita juga yang kalo' berangkat juga masih tidur.

Tapi yang pasti seru tuh kalo' siang, apalagi musim global warming kayak gini membuat tidur bisa dilakuin di mana aja. Pernah gue sama Takdir nemu ibu-ibu yang ketiduran di depan pintu keluar, dia tidur sambil duduk dan manggut-manggut gitu, kita ketawa, soalnya dia kayak mau gejedok ke kursi depannya tapi gak jadi, mau gejedok lagi, gak jadi, begitu seterusnya.
Ada yang lebih parah, kita pernah liat anak SMP juga naek bus sambil ketiduran, sampai-sampai kepalanya gejedok ke palang besi yang ada di samping yang harusnya buat pegangan itu. Saking nyenyak tidurnya, walaupun tuh anak gejedok tapi tetep aja kagak bangun dan seakan-akan udah nyampe Sorga.

ini yang paling parah dan mungkin dosa terbesar gue. Gue sama Takdir pulang sekolah duduk di kursi paling belakang, berdua aja tapi bukan homo lho!
di depan kita ada manusia paruh baya gitu yang duduk santai seaakan tak akan terjadi keanehan apa-apa. Jendela di buka semua karena hawa yang terasa begitu hot, termasuk jendela di sebelah orang itu. Gak berapa lama bus berjalan, orang itu mulai ketiduran, kita biasa liat orang ketiduran jadi gak kaget. Did u know? kepalanya mulai miring ke kanan atau miring ke arah jendela dan alhasil, kepalanya terhempas angin dan kepalanya keluar dari bus. Kita ketawa tapisambil nahan, gak mungkin kan ketawa di depan orang banyak. Kemudian kita ngebayangin, gimana jadinya kalo ada Truk gandeng atau Bus Pariwisata gitu nyamber kepalanya, kan bisa patah!! Tapi sumpah itu lucu banget dan untungnya dia selamat.

Sudah bisa nebak kan karma apa yang gue dapet??
That's right!!
sejak gue SMA, kalo' pulang sekolah jadi sering ketiduran!!
tapi gue selalu bilang sama Ibnu,
"kalo udah nyampe bangunin gue yak!"
tapi untung, tiap kali gue nyampe Ngeplang gue udah bangun.
Untungnya Takdir udah gak ngebus bareng gue, coba kalo gue ketiduran, pasti dia nertawain gue!!
soalnya kita dulu pernah bilang,
"kalo lo ketiduran, gue bakal nertawain lo!!"
"hahahahahahahahaha"

Buat Ibnu, jangan nertawain gue kalo lagi tidur, awas lo!!

Tapi gue gak tau karma macam apa yang didapat oleh Takdir, semoga naik motor sambil tidur atau eek sambil tidur. Mungin ini udah takdir lu, Takdir!

Saturday, March 7, 2009

Soulmate

setelah bertapa di gunung terkenal di Zimbabwe dan perbukitan di Ethiopia selatan, gue akhirnya gue mendapat petunjuk dari Tabib Dasarlumunyet dan gue nemu soulmate gue (baca: orang yang mau disuruh-suruh).
namanya adalah bayu irwanto a.k.a. bekantan, orang yang punya idung kayak monyet khas Borneo itu! kami berdua emang udah seperti pinang yang dibelah belati (kapan kebelahnya coba kalo pake belati?), soalnya kalo gue lagi menderita, dia mau bantuin gue, begitu sebaliknya, kalo dia punya masalah gue ikut seneng gitu! kayak kalo dia disuruh ngerjain soal2 trigonometri dan cs'nya itu! dia terlihat tersiksa! hahahahaha...

kita emang terlihat kayak anak kembar,
ibarat orang-orang Superhero, gue dan bayu itu,
Batman dan Robin,
atau
Superman dan anjingnya,

ibarat film kartun,
Shaggy dan Scooby,

ibarat film Harry Potter,
Harry Potter dan Burung Hantunya,

ibarat Dora,
gue Dora dan dia Boots!

ibarat acara Ceriwis,
Indra Bekti dan Barbara,

ibarat tawa sutra XL,
Arie Untung dan Budi Anduk,

ibarat Ace Ventura,
Ace Ventura dan hewan-hewan peliharaannya,

ibarat acara di Indosiar,
Eko Patrio dan Ivan Gunawan,

ibarat Terpeyek-peyek gue dan bayu itu,
Mandala dan Panda,

ibarat SpongeBob yha gue spongeBob dan dia Patrick!

ibarat acara dokumenter,
gue Steve irwin dan dia buaya yang ditangkep,

atau yang paling dahsyat,
gue abdel, dia Temon!!

tapi apapun itu, dia selalu membuat gue tertawa tiada henti kalo' di kelas, apalagi ada nia si drama musikal dan Clara si ratu Goyang Sengso ( baca: gergaji mesin).
tertawa tiada henti dengan berbagai bahan,
kayak gue yang dianggap homo sama bayu (meski cuma bercanda gue tetep gak trima, soalnya bayu yang homo!).
terus gue dan bayu suka main acara-acara tipi gitu, kayak Terpeyek-Peyek, dengan soundtrack yang kita ganti jadi, 'bila cinta memang harus dihamili...'
atau ala minta tolong, tiap kali bilang alhamdulillah terus nyanyi 'You raise me up, so i can climb the mountain...'
apalgi kalo dia bikin gue sebel, gue slalu mukul kepala gue (baca: ngeplak!)

tapi sorry yah Yu, my best soulmate ampe sekarang tetep Sofie tuh!! dia yang slalu cheer me up when i am down dan tempat berbagi kisah dan rahasia!
sory yah Yu kalo gue manfaatin lo!hahahahahaha, :)

Toilet Gangster

setelah gue terinspirasi film american gangster dan membuat toilet gangster, akhirnya, gue menyesal telah mendirikan gank sama Bos Heru dengan judul 'toilet gangster'. gank yang memiliki misi antara lain :

1. nongkrong di toilet
2. menguasai seluruh toilet yang ada
3. mencari toilet yang paling asoy

hal itu didorong oleh hobi kita, yaitu Pipis!!
tiap nyampe di sekolah, first destination is Toilet, karena perjalanan yang sungguh panjang dan dingin layaknya mendaki Mount Everest tanpa pakaian alias telanjang mendorong tubuh kita untuk mengeluarkan zat sisa yang disebut urin!

sampai akhirnya suatu pagi saat hari Jum'at sebelum Olah Raga, gue pipis di WC nomor dua dari utara, yang menjadi favorit gue. setelah gue merasakan kepuasan yang 'brrrrrrr...' gue langsung menuju keluar. tapi kok? pintu yang gue kunci kagak bisa gue buka!
kayak di film-film horror, suasana langsung mencekam.

gue dihadapkan pada dua pilihan : do or die,
pada pilihan 'do' ada dua pilihan juga, yaitu:
1. call 911 (tapi mana mau nolong orang kejebak di toilet?)
2. gue teriak 'tolong-tolong' dengan raut wajah memelas dan gue malu minta ampun karena terkunci dengan tidak elit, di Toilet!
pada pilihan die pilihan lebih mudah, yaitu:
stay di dalam dan menunggu tolongan malaikat Izrail yang mencoba menolong dengan berkata 'ayo ke surga!', kalo ke surga seh mau aja, coba kalo ke neraka? apalagi gue juga belum menjalankan sunah Rasul, yaitu menikah alias kawin!!

akhirnya gue terinspirasi tikus yang berkeliaran di rumah gue, gue pun manjat tembok toilet dan 'menyeberang' ke WC yang lain. alhasil gue dapat beberapa luka yang bisa disejajarkan dengan luka Chris John saat melawan Rocky Juarez,
gue bersyukur banget bisa keluar dari WC terkutuk itu!!!

gue pun cerita ke temen-temen gue, daripada dapet malu mending perlihatkan kemaluan kita, eh maksudnya kasih tau hal memalukan yang kita lakukan, ya gak?

sewaktu ada pelajaran bahasa Indonesia tentang membuat angket, gue tanpa pikir panjang langsung pilih tema 'prostitusi'! tapi sayangnya tidak ada dalam pilihan, dan gue memilih topik tentang toilet dengan daftar pertanyaan sebagai berikut:
1. apakah anda sering menggunakan fasilitas WC di sekolah?
2. apa pendapat anda tentang kondisi WC di sekolah?
3. bagaimana sikap anda dalam menggunakan WC?
4. apa yang perlu diperhatikan ketika menggunakan WC?
5. apakah penggunaan WC yang baik perlu disosialisasikan?
6. apa perlu ada sabun?
7. apa harapan anda selanjutnya?

semoga apa yang saya sampaikan dapat dijadikan pelajaran, yaitu : jangan pipis di WC sekolah!!
piss, love and pipis lagi!!

Sunday, March 1, 2009

Andai Aku Guru

ini bermula ketika hari Sabtu kemarin, ketika jam pelajaran terakhir adalah matematika, di mana seluruh pikiran meleyang ke arah Malam Mingguan. gue yang duduk sebangku dengan bayu (baca: bekantan) yang sudah berangan mengecup bibir icha, ceweknya. tapi mau tak mau dia harus dengerin pelajaran, soalnya si guru matematika (baca: Bu Endah) adalah calon saudaranya, yang tidak lain adalah tantenya si icha. hari itu tentang relasi trigonometri, yang sepertinya setiap siswa cowok jika ditanya akan menjawab 'hah? makan?' dan Bu Endah bilang 'gak konsen nih?'.

Begitu pula dengan si bayu, dia cuma diam seribu rupiah, eh maksudnya seribu bahasa! dia sama sekali tidak tau apa-apa. tapi dia tak mau terlihat bego di depan calon saudaranya. alhasil, dia bertanya sama gue.

'Ric, nih gimana seh?'

'Oh, kalo sin (180-x) = bla.. bala.. bla..'

Bayu pun manggut-manggut tanda paham, lalu dia berkata tentang suatu hal yang akan mengubah hidup gue selamanya.

'wah gila, Bu Endah gak cocok jadi guru, HARUSNYA ERIC AJA YANG JADI GURU, GUE MALAH NGERTI!'

kontan gue jadi ge'er dan berandai-andai jadi guru lain dan mereka yang menjadi murid gue..

kalo' gue jadi Pak Suaeb gue bakal bilang,
'mas, mbak, tolong perhatikan ya, ini ornamennya harus model kayak joglo' sambil ngeden-ngeden kayak mau eek.

kalo' gue jadi Pak caca,
gue bakal marahin tiap siswa sepuluh E, karna gue walinya,
'tiap saya jadi wali kelas, pasti ada yang masuk 3 besar paralel, kenapa kalian tidak?'

Kalo' gue jadi pak Zainuru, gue pengen bilang,
'tolong kalo ada orang ngomong itu diperhatikan!'

kalo' gue jadi bu Rini, gue pengen tiap hari kasih post-test,
'sebutkan fungsi ideologi negara kita, nomor absen 13!'

tapi mereka semua bukan guru yang asik, apalagi buat jadi panutan, ada yang suka julurin lidah sambil matanya putih dan diejek sama murid 'Ada siluman Semprong!', atau guru yang ngeFans sama Amien Rais lah, hash serah deh. gue pengen kayak bu Ossy, guru bahasa yang mampu menerima tiap pikiran kita, gaool juga, tau tempat kongkow yang asik,dst

tapi gue pengen be my self!!

Terwelu

ini adalah percakapan yang diperankan oleh :

gue = Eric Setyo Nugroho a.k.a. Eick a.k.a. Erica
Om Didi = adik Bokap gue yang nomor 2
Bulik Titi a.k.a. Bul Titi = istrinya adik Bokap gue yang nomor 3
Simbah Akung a.k.a. Akung = ayah bokap gue a.k.a. Kakek Gue, dan
Simbah Putri a.k.a. Uti = istrinya Kakek gue,
inilah percakapan itu,

Gue : Om, ada tabloid Bola yang baru kagak?
Om Didi : Gak ada, gak beli!
Akung : Kalo mau baca tabloid di dalem, Ric!
Gue : Ada po mbah?
Akung : Ada!
Uti : ih, Akung sotoy deh! kalo' yang baru mah kagak ada!
Gue : oh.. ya udah
Om Didi : Ric, sekarang kelici lu berapa?
Gue : Masih tiga tuh, kenapa?
Om Didi : yaa elaaah, kelinci masih tiga aja kok lu pelihara, gak lu kawinin aja?
Gue : Lu aja blon kawin! (hahahaha, sukurin...)
Uti : Udah lu kacih maem lum hari ini?
Gue : udah kok, kmaren udah cari rumput di kebon sebelah
Uti : nah gitu donk, jangan dikasih kankung terus, boros tau'! (kalo' kangkung mending disayur nyokap gue)
Om Didi : kalo' gak mau dikawinin mending lu jual aja, paling2 satu biji-nya 50rebu (lu kan juga lum kawin, lu mau gue jual?)
Gue : gak ah, gue gak tega! paling2 besok kalo mau beli hape, baru gue jual,hahaha
Om Didi : gue punya usul, lu jual aja sama gue, gue beli satu ekornya 25ribu (plin-plan ya?)
Gue : tadi bilangnya 50 ribu?
Uti : mending lu pelihara marmut aja (emang lebih imut, gitu?)
Om Didi : iya Ric, sebulan bisa bunting 2 kali lho!
Akung : Terwelu po? (baca : kelinci potong)
Uti : Marmut kok terwelu? ya beda lah. Marmut itu kayak tikus gitu, kecil-kecil lebih lucu.Tapi aku heran, pas di rumah sodara simbah yang di Jakarta itu tikusnya gede-gede kayak kucing ya? (mana ada tikus se-gede kucing?)
Bul Titi : itu mah tikus got mbah! (secara dia udah lama idup di jakarte, tapi apa dia suka masuk got juga ya?)
Uti : ohhh... Mungkin aja!
Bul Titi: kalo' tikus yang bisa dijual itu yang putih kecil2 itu!
Uti : emang ada yang mau beli? oh.. kayak yang di tipi-tipi buat ngerjain artis itu pow?( simbah gue ternyata gaool juga)
Akung : Apa'an sih? Terwelu ya?
(Gubraaak.. lagi-lagi si Akung tidak nyambung, tapi wajar, udah tua! alhasil pembicaraan berakhir, Uti dan Bul Titi masuk dapur dan Om Didi lagi ditelpon ceweknya, tanda kalo dia gak jadi gue jual. Gue juga pulang aja, daripada pembicaraan makin ngawur)