Sunday, April 19, 2009

Crazy with You

Akhir-akhir ini gue ama Bayu jadi makin gila.
Bukan karena kita jarang berobat ke Pakem, tapi emang karena suasana kita lagi mood aja buat melakukan hal-hal aneh.
Hal itu juga yang membuat adanya sebuah fitnah yang katanya gue 'merebut' Bayu dari seseorang, padahal dia bukan pacar, istri bahkan ortunya.
Dia juga sama kayak gue gini, cuma sebatas temen aja. Mungkin dia merasa hak dia sebagai temen curhat gak dipenuhi, tapi Bayu bilang 'what so ever', mau gimana lagi?? Mungkin selain karena dia gak bisa nemuin teman becandaan kayak gue, dia juga gak punya temen yang bisa dicontekin waktu ulangan.

Entah perilaku 'lebay' kita muncul dari mana, kita juga sering ngobrolin kapan penyakit itu muncul. GUe jadi heran sendiri. Gue aja lupa kenapa kok gue bisa duduk sebangku ama bayu. Yang pasti Bayu njulukin gue sebagai 'King of Lebay'. Tapi gue gak gitu-gitu amat. Gue tetep wajar aja lah, gak terus tiap ada kejadian apa jadi kumat.
Gak kayak temen kita yang bernama Nia, yang saking lebay-nya ampe-ampe dia punya penyakit latah! (entah latah itu penyakit atau bukan). Dia ampe marah kalo tiap hari gue kagetin dari belakang, kadang-kadang kalo' gue bilang kata-kata kotor dia juga ngikutin, tapi kalo gue bilang kata-kata pake 'cakep' gak ditiruin, misalnya gue bilang 'Bayu cakep', Nia gak bakal ngulang kata itu, pasti latah dengan kata lain, soalnya Nia tau, kalo bilang Bayu cakep itu dosa dan bakal dapet siksa kubur.

Kita juga pernah ampe dimarahin Bu Endah gara-gara kita maen tebak-tebakan en' mukul kepala Bayu. Kita surung ngerjain soal aturan sinus yang kita gak bisa seratus persen alias gak mudeng!! Kita gak merhatiin pelajarannya, soalnya kita udah 'hate at the first sight', makanya kita cari hiburan lain. Eh, malah dia nyolot, 'itu Bayu, tolong selesaikan soal yang ditanyakan Delicia, harusnya bisa, wong dari tadi gak merhatiin kok!'
Gue udah alhamdulillah karena gue gak dimarahin, tapi tiba-tiba dia bilang, 'Eric juga, dari tadi ngomong sendiri, tadi ngomongin apa?'
GUe niatnya pengen bilang, 'ngomongin bu guru'. Tapi kan gak mungkin, bisa-bisa gue dihajar ampe Merauke.

Kita juga suka ngejek Adhi, soalnya sama temen-temen Adhi dijulukin 'Gabug' atau kalo' bahasa Indonesia berarti 'tidak berisi'. Itu cukup beralasan, terutama kalo bermain bola, badannya gede, tapi kadang-kadang dia gak bisa memanfaatkan dengan baik. Dia punya tendangan yang keras tapi gak tau cara mengarahkannya ke tempat yang tepat. Kadang juga kalah duel dengan Supri yang badannya jauh lebih kecil dari dia.
Nah kita suka ngomongin Adhi kalo lagi jenuh, misalnya gini,
'Eh, tadi kamu ikut antri gak?'
'Antri? Antri apa ya?'
'Antri pembagian otak buat adhi'
'hahahaha'
'Kamu gak datang ya?'
'Datang'
'Kok adhi masih kayak gitu?'
'Lha gue bawain tapi dirumah malah di-smash-in buat main voli'
'Oh, pantes,hehehe'

Kadang kadang juga bertanya-tanya,
'Tadi pagi kamu lupa gak nyikatin isi otaknya adhi ya?'
'pantes masih gitu-gitu aja'

Hari yang paling asoy buat nge-lebay adalah hari Jum'at, emang sih jum'at adalah hari buat Pramuka, justru itu kita harus cari hiburan biar gak Bete kalo lagi Pramuka. Alhasil kita lebay-lebayan sendiri, kayak hari Jum'at 17 April kemarin, karena Pramuka di alun-alun, properti yang digunain jadi lebih bervariasi.
Pertama, liat tongkat pramuka, eh malah dijadiin stick billiard, dijadiin seruling.
Terus ada tongkat yang digabung ama pathok malah dijadiin cangkul, stick golf, arit atau sabit, terus tongkat buat jalan nenek-nenek lah, kuda kudaan lah.
Terus rangka tenda yang udah jadi malah dijadiin gawang lah, tempat buat lomba makan kerupuk lah, tiang gantungan lah, tempat gelantungan monyet kayak yang di 'Be a Man' itu lah, dan kawan-kawan, gue ampe lupa.
Terus kadang kadang gue juga dipermainin ama temen temen dengan bilang gini,

'Itu temen lu ya?'
'Bukan'
'Untung bukan temen kita ya, kalo ya kan malu-maluin'

Anjrit!! Tapi gak apa-apa lah, buat mereka seneng,hahaha
Tapi gara gara gue dan Bayu, banyak orang jadi ikut lebaii, ampe Angger anak kelas lain jadi 'anak buah' kita. Terus Toni yang sangar, sekarang mulai lebaii. Ada juga Anteng yang ikut jadi aneh, apalagi Fauzi yang anak Akselerasi jadi buang jauh jauh rasa jaim-nya!!

Ya emang kelas kita penuh dengan anak lebaii, kayak Nia dan Yosi yang sanad amad lebaii.
Gue jadi suka ngrasa kasian ama anak-anak kelas lain yang kayaknya kalo liat tingkah laku anak kelas kita jadi 'iiihh' alias jijay.
Kayak kemarin pas pagi-pagi, gue di depan kelas ama Bayu. Gue bawa kapur 4 biji, gue terus bilang ama Bayu,
'Yu, main bekelan yuk'
'Hyaa'

Gue sempet denger reaksi dari beberapa anak kelas lain yang bilang,
'wong edan!'
Tapi what so ever lah, ini idup gue!!

Keep Love, pipis and Lebaii !!

Wednesday, April 15, 2009

Knock Pools Out!!


Edan!!! Satu kata yang menggambarkan pertandingan antara Chelsea vs Liverpool dalam lanjutan leg-2 babak perempatfinal liga Champions pada 15 April dini hari tadi. Dibuka dengan aksi konyol Petr Cech yang tidak bisa mengantisipasi tendangan bebas Fabio Aurellio pada menit ke 19. Dilanjutkan aksi Ivanovic yang hampir menjadi pesakitan karena melanggar pemain The Reds di kotak penalti. Alhasil pada menit 28 Xabi Alonso mengubah skor menjadi 0-2 untuk the Pools. Skor bertahan hingga jeda. Pada menit 51, giliran Pepe Reina melakukan tingkah konyol dengan salah mengantisipasi tendangan Didier Drogba, skor menjadi 1-2. Chelsea yang berada di atas angin mengubah skor menjadi 2-2 lewat lesakan tendangan bebas Alex yang keras menghujam gawang Liverpool di menit 57. Chelsea berbalik unggul di menit 76 lewat sepakan Frank lampard. namun Lucas Leiva memberi asa pada Liverpudlian pada menit ke 81. Chelsea menjadi tertekan ketika Dirk Kuyt mengubah skor menjadi 3-4 untuk keunggulan Liverpool. namun Super-Lamps berhasil menyelamatkan pendukung Chelsea dari rasa khawatir di menit 89, skor berubah 4-4. Hasil ini mengantar Chelsea melaju ke semi-final menghadapi Barcelona yang sangat superior, viva la Blues!!

Friday, April 10, 2009

Thank You, Ivanovic !




Siapa sangka orang yang selama ini duduk di bangku cadangan akhirnya mampu memberikan kemenangan bagi Chelsea. Ya, itulah Branislav Ivanovic, anak yang lahir di Serbia pada 22 Februari 1984 itu mampu mencetak 2 gol ke gawang Pepe Reina di first-leg perempatfinal liga Champion Kamis lalu di stadion Anfield. Pemain yang besar di Lokomotiv Moskva itu pindah ke Chelsea pada transfer window Januari 2008 lalu. Kamis kemarin Ivanovic ditempatkan di sayap kanan menggantikan Jose Bosingwa, namun siapa sangka taktik Guus Hiddink ini mampu memberi kemenangan bagi Chelsea di kandang the Reds.

Inilah hasil pertandingan leg pertama liga champion antara Liverpool berhadapan dengan Chelsea pada 8 April 2009 lalu atau 9 April dini hari. Pertandingan baru memasuki menit ke 6, gue udah dibuat kaget dengan gol cepat Fernando Torres, gue idah nyangka kalo orang ini pasti punya sinyal bahaya. Gue kira Chelsea bakal dihajar abis-abisan kayak Real Madrid. Namun di menit 39, menyambut sepak pojok Malouda, Ivanovic mampu mengecoh penjagaan pemain Liverpool, alhasil bola masuk. Skor pun 1-1. Di babak kedua kedua tim silih berganti menyerang. Namun Chelsea lebih beruntung. Lagi, lewat set piece dari Frank lampard di menit 62, Bek Liverpool gagal menjaga seorang Ivanovic dengan ketat, akhirnya skor berubah 1-2 untuk Chelsea. Chelsea memeperlebar jarak melalui gol Drogba di menit 67. Drogba menerima umpan datar dari Florent Malouda dari sisi kiri. Kemenangan ini menjadi modal penting John Terry dkk. untuk melakoni laga kedua di Stamford Bridge. Hidup Chelsea !!!

Monday, April 6, 2009

Sinetron was Born

Sinetron merupakan 'kepercayaan' baru di Indonesia. Setiap hari berjuta-juta manusia Indonesia menanti datangnya pukul 19.00 atau pukul 7 malam. Mereka tentu ingin melihat Cristian Sugiono, Shireen Sungkar, Alyysa Subandono dkk. beradu akting. Mungkin jam 5 saja sudah ada yang tayang seperti Kepompong atau Tarzan cilik. Tampang yang rupawan tentu menjadi daya tarik seseorang untuk menyaksikan sinetron tak terkecuali anak di bawah umur atau dapat dikatakan balita.

ilustrasi yang gue buat, hidupnya berwarna namun terkekang, itulah pemain sinetron.

inilah yang membuat bobrok moral bangsa Indonesia. Hal-hal dalam sinetron ada beberapa hal yang tidak pantas dicontoh, terutama beberapa adegan yang tidak sepantasnya ditonton oleh para penerus bangsa. Adegan penyiksaan yang dilakukan seorang ibu tiri kepada anaknya, adegan berpelukan, belum lagi eksploitasi yang dilakukan terhadap anak di bawah umur seperti Baim.

Mungkin benar apa yang dikatakan oleh Bu Ossy (baca: Guru Bahasa Indonesia) bahwa sinetron hanya cocok untuk ditonton oleh orang lanjut usia. Dan menurut beliau, oarang yang hoby menonton sinetron memiliki kecenderungan stress. Mungkin menonton sinetron dianggap mampu mengobati stress. Namun justru hal tersebut yang akan membuat lebih stress.

Dalam hal ini, saya memohon kepada KPI agar mengurangi jatah penayangan sinetron di televisi, seperti pada yang dilakukan saat masih ada 'Tersanjung' yang hadir seminggu sekali, yaitu pada hari Jum'at. Apalagi saya lebih khawatir kepada prestasi kawan-kawan saya yang lebih memilih menyaksikan idolanya daripada mempersiapkan ujian yang telah menanti.
Mungkin bagi sebagian orang seperti nenek saya memang mampu dijadikan sebagai hiburan, namun saya kadang juga merasa kasihan jika Beliau ketinggalan satu episode dan tiap hari melakukan rutinitas yang konyol, yaitu menonton Sinetron!!
Give a Fuck For Sinetron!

Thursday, April 2, 2009

Dinda . . .

Dinda . . .
Mungkin yang terbayang di otak kalian adalah kata sayang kepada pacar kita terutama yang lebih muda. Atau mungkin nama seorang cewek yang sangat aduhay dan kawan-kawan.
Tapi buat gue, that's a nightmare!!
ini adalah species yang tak bersahabat dari planet Sakitusotakus.
Dia adalah Dinda Rizki Aprilianingrum. Sepupu gue yang berusia 5 taun dan 6 tahun april ini.
Dia adalah anak yang menurut gue sangat hiper-aktif dan menyebalkan.
Dia selalu bercita-cita kalo panggilannya bukan dinda lagi, tapi Lia. Soalnya tetangga gue, mbak Lia orangnya cantik.

Dia adalah anak yang sangat sotoy-marotoy. Dia belum bisa naik sepeda, tiap kali dibilangin, 'kok belum bisa naik sepeda sih?', dia pasti jawab,
'biarin, aku sekolah jalan kaki aja'.
Dia juga punya rambut agak kemerah-merahan.
Dia selalu dibilangin,
'Kalo rambutnya merah gak boleh sekolah di tempat Pakde lho' (baca : SMP 1 Wates)
Dia jawab lagi,
'Ya sekolah di tempat Budhe' (baca : SMP 1 Pengasih)
Terus Nyokap gue bilang,
'Tapi kalo sekolah di tempat Budhe gak boleh bonceng Budhe lho'
Dia kemudian menundukkan kepala, sepertinya dia berharap buat bonceng nyokap gue,haha.

Dia juga suka joged-joged gak jelas kayak orang gila.
Mungkin itu menurun dari ayahnya, soalnya Om gue itu selalu bertingkah konyol.
Dia juga selalu komplain tentang gurunya di sekolah, entah gurunya galak lah, aneh lah,bla bla bla. Dia kalo maen pasti di deket-deket rumah aja, ke rumah Ajeng lah, Syifa lah, gak tau siapa lagi temennya. Tapi yang pasti dia suka ejek-ejekan sama Syifa. Karena badannya Syifa lebih gede dari dinda, mereka pernah membicarakan :
Syifa : Din, kamu kok kecil sih?
Dinda : Biarin!
Syifa : Makanya kalo makan tuh jangan cuma ayam melulu! makan sayur kayak aku donk!
Dinda : Biarin, ibu aku kan punya duit buat beli ayam!

Yaah, emang secara gak langsung dinda udah ngejek Syifa kalo ibunya gak punya duit buat beli ayam, jadinya cuma makan sayur.
Tapi itu adalah hal yang paling membuat gue sebel, mulut alias congornya yang liarnya minta ampun!!
Gue udah sebel kalo misalnya gue bilang 'gila goblok banget', dia pasti langsung niruin kata-kata gue sambil menyenye dan nada mengejek, kayak 'giya gebuluk bingit'
emang menyebalkan! Tapi dia melakukan itu bukan cuma sama gue, kadang sama kakaknya sendiri, kadang sama ibunya, pokoknya menyebalkan lah.
Dulu sempet pas naik kereta ada orang jual nasi rames bilang, 'yang nasi rames, nasi gudeg' ditiruin sama dinda,'nasi remes, nasi budeg' alhasil penjualnya berhenti dan bilang, 'beli berapa?' buseet, mau gak mau bokapnya beliin tuh nasi remes, mentok-mentoknya juga gak dimakan!
Tapi waktu gue bilang,'Dinda elik koyo telik' dia juga menirukannya, bodoh!
Terus dia juga suka nyanyi lagu 'emang dasar' nya wali, tanpa disensor pula!!
gak tau dia dapet kata 'bajingan' itu dari mana, padahal keluarganya gak pernah ngajarin.
Kemudian ini adalah hal yang paling menebalkan, yaitu : komentar terhadap orang lain.
Misalnya, pernah ada nenek-nenek yang lagi ngebantuin buat hajatan di rumah Om gue, tapi waktu itu beliau sedang istirahat, maklum orang tua. Tiba-tiba dinda nyolot, 'Mbah, kowe kie ngopo malah ndomblong kie? Mah ra ngewangi' yang dalam bahasa Indonesia Dinda bilang, 'Ngapain mbah diem aja? Malah gak bantuin!'
Gila, anjrit malu-maluin banget!
Pernah juga Dinda lewat depan rumahnya Syifa, sambil bilang 'Tejo, Tejo, Tejo'
(baca : Tejo adalah bokapnya Syifa)
Edan, gak takut apa ya nih anak kalo tiba-tiba dibacok?
Kan bahaya!
Pokoknya menyebalkan lah, apalagi kalo ke rumah gue, pasti nanya 'itu apa namanya mas?', atau kalo gak ya bilang sama kakaknya, 'tasnya Budhe bagus, besok beliin ya mbak'.
Kadang-kadang juga mengkritik, walaupun kadang yang dikritik adalah kakeknya sendiri, dasar anak gak sopan.
Tapi dia cukup pintar dalam hal mengingat!
Salute!!

Upil and Friends

Adalah Eric Setyo Nugroho, anak yang terlahir dengan mental cukup tidak waras bagi ukuran seorang manusia. Menurut temen-temen, gue adalah anak yang cukup strange di pikiran mereka.
Mungkin hal tersebut mempengaruhi hoby gue, atau hoby gue yang mempengaruhi tingkah gue?
Hobby gue antara lain adalah :
1. Pipis kalo udah nyampe sekolah
2. Crossing (baca :keroso ngising) tapi kalo eek'na gue gak terlalu hobby.
3. Ngegambar, entah lewat kertas atau apapun.
4. Nyanyi dengan suara yang pas-pasan
5. Break dance
6. Ngupil

Gue emang seneng banget yang namanya pipis, soalnya bisa ngurangin resiko penyakit ginjal.
Kalo' udah nyampe sekolah gue menuju WC buat menghambur-hamburkan harta gue yang bernama urine, mungkin tentang pipis udah gue ceritakan dengan judul 'Toilet Gangster', dimana gue sempet terkunci di WC, sucks!!

Kalo crossing adalah hobi yang datang tanpa janjian. Tiba-tiba melanda dengan rasa ditusuk-tusuk jarum, cekit-cekit..cekit-cekit..
Tapi paling males adalah ketika gue mencret.
Menahan rasa buat eek adalah hal yang paling susah,
imagine, kalo gue gak tahan, pasti mencret gue udah muncrat ke mana-mana.
Gue pasti malu banget walaupun gue gak punya kemaluan, maksudnya rasa malu.
Hal itu hampir terjadi ketika gue 'dikutuk' cewek gue dengan bilang, 'lo pasti mencret!'
Buseeet, sucks too!

Gambar? Dari Pra-TK gue udah ngegambarin tembok rumah kakek gue.
SMP gue juga udah nge-bom beberapa tempat walaupun masih tahap amatir.
Tapi gue pengen banget kayak Darbotz, meski orang Indonesia, tapi karyanya Internasional.
tapi yang paling berkesan adalah grafiti SMP 1 wates yang berjudul 'stop coruption' yang gue buat bareng temen-temen gue. Gambarnya gak terlalu mementingkan warna, tapi makna!
That's great!!
Tapi yang pasti selain ngegambar di tembok, gue suka ngegambar di kertas.
Gue pengen kayak Eichiro Oda yang pinter ilmu pengetahuan dan pinter ngegambar!

Kemampuan bernyanyi gue selalu gue asah tiap pagi, dengan cara sambil mandi atau kalo gak ya sambil buang pisang. Tapi paling gak temen SMP gue menghargai nyanyian gue walaupun gak bermutu. Tapi waktu SMA gue merasa minder, soalnya ada rajanya nyanyi, eh, tepatnya Ratunya nyanyi, yaitu Nia. hahahaha, dia selalu menyanyikan kata-kata yang terlintas.
Misal ada kata 'sampah', dia akan bernyanyi lagunya Mahadewi, 'sampah, i love you, i need you, i miss you, aku tak bisa musnahkan, kamu dari otakku'
ya, emang suka melesetin gitu!
Tapi itu juga sucks!!

Break dance.
mungkin Beastie Boys yang memompa semangat gue buat dancing!!
Walaupun break dancenya aneh, tapi gue seneng banget, hahaha.

Yang terakhir adalah kisah manis idup gue.
yang kalo menurut gue, ini adalah kisah kayak 'sayur kurang garam','Romeo tanpa Juliet' dan seterusnya.
ini adalah kisah gue dan upil gue.
Gue suka banget yang namanya ngupil, everywhere, everytime.
Tapi entah kenapa temen gue gak terlalu suka ama hobi gue yang satu ini, apalagi cewek gue.
Padahal ngupil adalah kegiatan berseni tinggi.
Mengaduk-aduk lubang hidung, kita nikmati, ahh... kita keluarkan upilnya, kita lihat upil spesies apa, dan kita kembalikan ke alam.
Kayak di film Free Willy! Back to your habitate! Free!!
Tapi tetep aja mereka gak terlalu interest dengan hobi gue itu.
ini lah tanggapan orang-orang kalo gue ngupil,
Bayu : ih, nggilani
Clara : Njijiki Ric!
Delicia : ih....
Fajrian : Gah, gah, ojo dilapke aku,hi..
Lisna : isih sempet-sempet e ngupil kie lho Eric kie,

Tapi kalo Lisna yang ngomong gue langsung berhenti aja,hehe
ndak dia ilfil ama gue,hehe

Tapi gue gak setuju sama pendapat Raditya Dika di bukunya 'Radikus Makan Kakus' yang bilang kalo ngupil itu paling enak pake kelingking. Buat gue, ngupil paling asoy ya pake' telunjuk lah! Tapi gue jelas gak suka yang namanya ngupil pake jempol. bisa kayak kebo ntar idung gue. Gue juga bercita-cita, apakah upil merupakan zat yang bisa dilarutkan menjadi larutan elektrolit sehingga dapat menghantarkan listrik. (kayaknya mustahil)

Hari paling menyebalkan dalam idup gue adalah ketika gue pilek ataupun flu. Selain karena flu bikin tubuh gak enak banget, tapi gue mau gak mau harus menghentikan rutinitas gue yang bernama ngupil. Gimana enggak, kalo' gue ngupil malah dapet lendir alias umbel?
Kan malah menjijikkan (kayaknya gue baru menyadari kalo ngupil itu menjijikkan)


(Story-mode off)

Pokoknya Kesel dan Lelah (PKL)

Sunday, March 15th 2009,
adalah satu minggu sebelum gue ultah, (baca : Eric Setyo Nugroho)
sebenarnya bukan itu yang gue bahas, tapi PKL.
yang menurut gue sendiri ini adalah penipuan berkedok PKL.
Yang membuat capek seluruh jiwa dan raga.

Hari Minggu gue mulai dari pukul setengah 5, which is gue gak biasa bangun jam segitu, soalnya gue musti bangunin nyokap gue buat nyetrika seragam buat PKL entar.
Gue mandi lah, pake sabun lah, ya kayak mandi biasa lah, bedanya ini dingin banget. kalo dijadikan celcius mungkin -5 derajat celsius kali yah (lebay bangeet).
Karena kata gurunya kumpul jam setengah 7, berangkatlah gue pukul 6. Gak tau udah makan apa belon, tapi yang pasti gue harus boker, daripada entar malah boker di celana?

Gue nunggu bus kok belum ada yang dateng.
Gue baru tau rasanya sekolah di hari Minggu, bus jarang muncul, mungkin males-malesan di rumah kali ya. Ya gak beda jauh kalo gue pas libur,hehehe
Finally, datang bus 'Bledug Gandum'. Lagi-lagi, penuh nenek-nenek kayak cerita gue sebelumnya.
Mungkin hari itu Minggu Pahing atau Minggu Wage gue gak tau.
Gue malah ditanya sama kernet busnya,

Kernet : Ngapain mas Minggu kok sekolah?
Gue : PKL
Kernet : PKL di mana?
Gue : di Baron
Kernet : Baron mana? kok ke Barat?
Gue : Ya kumpul di sekolah donk
Kernet : O...
Gue : Bego lu! (kalimat terakhir adalah rekayasa)

Gue akhirnya turun di depan SMA Bopkri, damn!
Lebih mementingkan kerupuk kulit daripada gue!
Berjalan lah gue ke sekolah. Sovie lewat nyalip gue diboncengin bokapnya sambil meletin gue, damn lagi!
Nyampe sekolah = sepi banget! Cuma ada beberapa makhluk yang terlalu pagi buat berangkat.
Gue salah perhitungan, ternyata bus melaju cepet banget. gue nyampe jam 6.15,
Masih ada checking, packing, preparing, waiting dan -ing-ing yang lain.
Alhasil berangkat pun jam 7.30, damn again!

Damn again! Gue duduk bareng Gajah (baca:Bagas) dan Bekantan (baca: Bayu).
Sempit!!!!
God, gue emang pengen langsing, tapi gak gini caranya!!
Sepanjang jalan hanya talking, eating something, singing dan -ing-ing yang lain (yang pasti gak Kencing, apalagi Ngising)
Lama-lama Gue boring!
Akhirnya, Nyampe juga di First Destination, yaitu Museum Jenderal Sudirman, Sasmitaloka.


Gue kok kayak lagi dipenjara?

Waaaah...
Gak kayak yang gue bayangin, gue kira gede, megah, ternyata ya kayak rumah biasa pada umumnya.
Tapi no worries, masih tetap bisa gue nikmati.
Yang penting adalah foto-foto.


Gue sempet foto-foto bareng Pak Dirman
Ternyata hipotesis gue terbukti, fajrian homo!!
Patungnya pak Dirman pake dipeluk segala?
Hii...

Gue salto di depan Sasmitaloka, gila kali yang fotoin tuh,hehe

Setelah puas foto-foto, kita manjat gunung tapi pake bus.
Ke Gunung Kidul!
Damn lagi!
Pemandangannya buset gila!
Dari puncak gunung, liat ke arah kota Jogja.
Rumah gue keliatan kayak protozoa (barangkali gak keliatan)


Melelahkan, naik-turun, turun-naik.
Cuma dihibur poster ama spanduk caleg aja sepanjang perjalanan.
Kadang-kadang temen-temen gue bo'ongin kalo gue liat monyet, padahal monyet yang gue maksud itu ya Bayu.

Akhirnya sampai juga di Pantai Baron.
Tapi ini bukan Baron Soulmate, apalagi Baron Sai.
Udah sering ke sini, sama aja!
Tapi kali ini lain.
Did You Know,
ombak gede banget. Alhasil, ada anak kecil yang nekad berenang lantas hanyut.
Tim SAR mencoba menolong dan berhasil.
Tapi gak tau dengan nasib anak itu.
Gue gak berani buat nyebur ke laut.
Gue cukup salaman aja sama temen-temen lama, soalnya kita bareng sama anak-anak SMA 2 Wates.
Panassss gila, tengkuk gue ampe item.

Lanjut aja yuk ke Kukup.
Great!!
indah nian, ada karang di tengah-tengah, jadi aman dari ombak.
Kita mencoba mencari species yang ada.
Cuma nemu ulva dwiyanti ama alga-alga yang lain.
Gue berhasil berduaan sama Lisna.
Alhasil, cewek gue murka!!!!!!
Maafkan diriku sayang!
But sekarang? What so ever?

di Kukup gue juga nraktir temen-temen gue.
Tapi ini lain, gue nraktir Pipis!!
habis 8 ribu pula!
Tapi gak apa-apa, bantu mencegah penderita penyakit ginjal.

Lanjut ke Krakal.
Sesuai namanya, Krakal (dalam bahasa Jawa berarti batu-batu kecil yang cukup besar)
Jadi kalo' mau jalan-jalan musti ati-ati biar gak jatoh, kalo jatoh kepala bisa pecah.
Cuma ada bulu babi dan bintang ular, niatnya pengen cari bintang laut!
Yasudah, pulang saja!!

Pulang gue duduk di samping Supri (baca: Eko Yuli).
Jadinya sedeng aja, gak sempit.
Tau gak?
Pulang lewat jalur selatan, gak lewat Sentolo, gue panik!!
Untung saja pak sopir mau nganter ampe depan Gapura desa gue. Jadinya gue lega.
Vio, temen gue rewel!!
Dia kecewa ama ucapan Pak Caca.
'Ngapain lewat Srandakan segala?' (baca:Bantul)
'Ya lewat jalur Provinsi lah'

'Anjing'
itulah luapan kekecewaan Vio.
Dia seharusnya bisa turun dari tadi, udah bisa santai di rumah. Tapi dia harus ngambil motor di sekolah gara-gara dibilangin gak lewat jalur selatan.
Emang Caca is damn!!!

Gue jadi turun di Sentolo.
Gue capek banget.
Gue pengen tidur tapi laper, gue makanlah pecel lele, ambil sambel.
Alhasil paginya gue mencret-mencret.

' ayo Sekolah yuuk'
suara itu menuntunku buat bangun.
Argh, Nyokap bangunin gue segala.
Niatnya gue gak berangkat!!
Tapi kenapa ada ajakan buat berangkat ke sekolah.
Gue udah capek, mencret, sekolah, upacara pula!
Alhasil setelah upacara gue to the point buat ke UKS.
Gak tau sakit apa, Bayu, Hanif, Fajrian dan Fito ikut-ikutan nangkring di UKS.
Bella ama Deti dateng pula.
Aduuhh.. Perut gue.

Gue mencret! Anjing!!