Tuesday, September 1, 2009

Derby : Asal Usul


Dalam sepakbola, partai berlabel derby pasti ditunggu orang. Duel ini biasanya berlangsung panas karena sarat muatan historis. Bisa jadi akibat lokasi dua kubu yang berdekatan atau latar belakang sektarian, ideologi dan kelas ekonomi yang berbeda. Tercatat ada ratusan partai derby di dunia. Setiap negara yang memiliki liga regular setidaknya punya satu laga derby panas. Bahkan tak jarang sebuah negara mempunyai puluhan pertandingan berskala derby. Negara-negara di Amerika Selatan, seperti Uruguay, Argentina, Brazil dan Chile mengusung tak kurang dari sepuluh derby. Di Asia, Jepang muncul sebagai negara dengan 12 partai derby. Jumlah ini adalah yang paling banyak di Benua Kuning. Bagaimana dengan Eropa? Butuh waktu yang tidak sebentar untuk membahas derby yang terjadi di eropa. Pasalnya negara semisal Yunani saja memiliki 12 derby. Belum lagi Jerman yang memiliki 32 partai berstatus derby atau Inggris dengan 92 bentrok derby. Banyak? Sangat! Yang pasti akan cukup mengejutkan mengingat selama ini masyarakat hanya mengenal derby Manchester antara United dengan City. Kemudian ada Merseyside derby yang mempertemukan The Reds dengan the Toffees atau Chelsea kontra Arsenal dalam North London Derby. Namun, bisa dipastikan Cuma segelintir orang yang tau keberadaan East Midlands derby antara Nottingham Forest melawan Derby County, East Anglian derby alias the Old Farm derby antara Ipswich Town melawan Norwich city, dan laga Portsmouth dan Southampton dalam tajuk South Coast derby. Dari sudut pandang geografis, klub-klub ini tak menghuni satu kota. Meski begitu, publik setempat tetap menyebut pertemuan mereka sebagai derby. Di sinilah kita perlu pemahaman ekstra soal derby. Walaupun tak berada dalam satu kota atau bahkan satu provinsi atau negara bagian, sebuah laga tetap layak mendapat label derby. Tekanan yang dialami para pemain, pelatih, pendukung hingga pemilik klub dan ditambah bumbu penyedap dari para kalangan pers, pada akhirnya menyeret pada duel yang semula tanpa tajuk khusus menjadi partai berlabel derby. Imbasnya, di Inggris muncul derby of England menyusul duel sengit antara Liverpool melawan Man. United. Di Italia ada laga Juventus kontra Internazionale Milan bertajuk derby d’italia. Di Belanda ada de klassieker yang mempertemukan Ajax Amsterdam dan Feyenoord Rotterdam. Lalu di Spanyol ada duel el clasico antara Real Madrid dan Barcelona. Bahkan rivalitas kedua kesebelasan kini tak hanya sebatas yang bernaung di bawah payung asosiasi. Bentrokan dua negara pun sah untuk disebut sebagai laga derby. Contohnya Iberian derby antara Spanyol melawan Portugal atau Football war derby yang disematkan untuk laga El Salvador dengan Honduras, menyusul perang 100 jam antara kedua negara di tahun 1969 silam.


-Asal-usul Derby-
Di beberapa negara pengertian local derby adalah pertandingan antara dua kubu yang menjadi rival sekota. Amerika Serikat mengenalnya dengan istilah cross-town rivalry, yang artinya rivalitas antara dua tim di dalam satu kota. Tapi tahukah anda, dari mana asal kata derby? Ada sejumlah teori tentang hal ini. Sebuah kota di Inggris, Ashbourne, Derbyshire, mengklaim bahwa pertandingan tahunan antara dua penduduk bersebrangan di kota itu menginsiasi kata derby. Namun, ada juga teori yang mengatakan bahwa derby berasal dari ajang pacuan kuda (si kuda harus berusia minimal 3 tahun) The Derby di Inggris. Sang penemu dan penggagas perlombaan pada 1780 itu adalah Earl of Derby ke-12. Teori lain lagi mengungkapkan asal kata derby memang muncul dari kota Derbyshire. Hanya, kata ini hadir melalui pertempuran the traditional Shrovetide football match antara dua sisi kota yang bersebrangan. Kota ini terbelah dua, dengan satu tim mengusung Nuns Mill di utara sebagai gawang, sedangkan satu tim lagi memakai Gallows Balk di selatan. Meski konon sekitar 1000 pemain untuk satu tim, gol jarang terjadi karena duel sengit banyak mengambil tempat di tengah Sungai Derwent atau daerah Markeaton. Ajang ini menjadi sangat fenomenal karena hamper selalu memakan korban jiwa akibat perkelahian secara kontinu. Entah dari mana asal sesungguhnya, tapi yang jelas pengertian dari kata derby itu sendiri telah meluas ke segala arah. Tolok ukur itu tak cuma berdekatan lokasi, melainkan sudah terdogma pada rivalitas akibat percikan korek yang semakin membesar menjadi kobaran api. Para pendukung biasanya mengusung api permusuhan terbesar. Apalagi jika sudah melibatkan barisan supporter ultras. Kendati begitu, di atas lapangan pemain juga kerap mempertunjukkan rasa saling benci. Di luar itu semua, tensi di beberapa derby terimbas dari urusan politik dan sektarian alias agama.

1 comment:

aLamathuR d'hileudjapanist II said...

Derby emang selalu ditunggu...!
apalagi DERBY ROMERO.. banyak ditunggu ABEGE-ABEGE Ibukota... hahahaaa.... (ngga banget deh...)