Saturday, September 5, 2009

Derby : Fenomenal

Derby Fenomenal.

Roma 2004 dan 1979
Kala derby della capitale pada 21 Maret 2004 belum diwarnai gol, beredar rumor seorang anak meninggal tertabrak mobil polisi di luar Olimpico.
Atas perintah Presisen Liga, duel dihentikan 4 menit memasuki babak kedua.
Penghentian itu tak mencegah pertarungan antar-suporter dan antara tifosi dengan polisi anti-huru hara dengan kobaran api di tribun.
Sebanyak 13 orang ditahan dan 150 polisi cedera.

Pada 1979, seorang tifoso Lazio, Vicenzo Paparelli terbunuh suar yang mengenai matanya.
Benda itu diletupkan oleh tifosi Roma dari sisi lain stadion.

Belanda 1997 dan 2005
Pertarungan antara Ajax Amsterdam dan Feyenoord Rotterdam sering diwarnai kekerasan.
Pada tahun 1997, seorang maniak Ajax, Carlo Picornie dipukul hingga tewas oleh pendukung Feyenoord.
KNVB (PSSI-nya Belanda-red) lantas membuat kebijakan untuk memberantas hooliganisme di Belanda.

Namun, pada tahun 2005, di stadion de Kuip, keributan kembali terhampar dan polisi dilibatkan.
Hooligan Ajax menghancurkan kereta yang membawa mereka hingga memaksa mereka menunggu hingga laga usai.
Fan Feyenoord butuh pelampiasan atas kekalahan tim kesayangan mereka.

Yunani 1963
Dua seteru abadi bertemu, Olympiakos dan Panathinaikos.
Dimulai pada 1959/60.
Dalam tiga edisi ketiga setelah musim perdana, derby ini langsung disorot.
Sebabnya adalah penghentian laga karena kerusushan yang diikuti pembakaran di tengah lapangan oleh para supporter.
Proses hukum dilibatkan, namun tak satu pun pendukung merasa jera.

Praha 2008.
Sesama klub ibukota Rep. ceska bertemu pada 31 Maret 2008, enam pekan sebelum musim berakhir.
Petasan, suar, teriakan dan obyek lain bergemuruh di stadion.
Terjadi 'perang' antara suporter garis keras kedua kubu, Slavia dan Sparta dengan polisi anti huru hara.
Pengamanan sebenarnya telah dilakukan sebelum hingga pasca pertandingan.
Derby Praha terburuk sepanjang masa yang menimbulkan kerugian 30 ribu dollar AS plus 2 orang cedera serta 26 ditahan pihak keamanan.

Stockholm
Mungkin Liga Swedia termasuk 'anak tiri' di Eropa.
namun kerusuhan tak pernah lepas dari pengamatan, terutama di Stockholm.
Tahun 2006, pendukung IFK Goteborg ditendangi hingga tewas.
Pada 2001, seorang pendukung Hammarby cedera parah setelah dipukuli dengan palang besi.
Tahun 2008, bom-bom molotov 'disediakan' di stadion saat AIK kontra Hammarby.

Sisilia 2007.
Derby di kota Mafia ini tak melulu menghadirkan korban dari suporter.
Seorang polisi, Filipo Raciti tewas 3 jam setelah dilarikan ke Rumah sakit karena wajahnya terkena petasan saat Catania kontra Palermo.
Ketika itu, polisi 38 tahun itu mencoba meredakan para teppisti (hooligannya Italia-red)
Raciti adalah orang ke-13 yang meninggal di sekitar stadion dalam calcio Italia.

No comments: