Tuesday, September 1, 2009

Homo en Mexico

Cerita ini mengisahkan karma yang akan didapat orang-orang homo. Selamat membaca.
Starring :
Bos Heru sebagai Alejandro Picarro

Bogie sebagai Michael Del Porto

Supri sebagai Vicenzo

Yanti sebagai Maria Labracca


Narator : Bang Eick alias Eric Setyo Nugroho


Suatu pagi di kota Guadajalara, Meksiko. Ketenangan tiba-tiba pecah ketika terjadi kejar-kejaran antara polisi dan mafia 'Diablo Inferno' Yang menjadi buronan utama kali ini adalah Alejandro Picarro alias Carro. Dia sangat gesit dalam melarikan diri. Dia menjadi buronan setelah membunuh 100 anggota genk mafia 'Ebano Cuerro', bukan hanya karena pasal membunuh, namun juga dianggap sebagai aksi kejahatan genosida karena anggota genk itu adalah bangsa kulit hitam yang dipimpin Michael del Porto (Bogie). Setelah memasuki pertigaan Cabalero, Carro langsung tancap gas ke arah gudang tua di selatan kota Guadajalara. Tempat itu konon menjadi sarang mafia 'Diablo Inferno'. Polisi selalu mengalami kesulitan jika sudah berhadapan langsung. Selain karena persenjataan yang terbatas, Carro dkk. juga dikenal beringas. Lagi-lagi Carro lolos. Pada malam tirakatan, Carro menyuruh wakilnya, yaitu Vicenzo untuk mengantarkan surat cinta kepada Angela Viruna. Namun, di tengah jalan, Vicenzo dihadang Del Porto yang mengenakan jas lengkap dengan basoka. Vicenzo tersentak dan gelisah, apa yang harus diperbuatnya.

'Heiyo Vincenzo, apo yang kao bawo ito?' kata del Porto sambil menodongkan basoka ke arah wajah
Vicenzo. 'Ambo tidak bawo apo-apo!!' jawab Vicenzo yang malah mirip orang Padang. 'Hoho, tampaknyo kao buko Restorano Padango yo? Sahinggo kao ngomongo kayo wong Padango?' kata del Porto membuka aib. 'Apo??' Vicenzo kaget karena del Porto mengetahui bisnis sampingannya. 'Santai sajo, ako tidak akano menyaingi kao!!' gertak del Porto. Vicenzo tampak lega. 'Lalo ito apo? Kao belumo jawabo!! Apa bon utango? Mao nagih utango??' tanya del Porto. 'Bukano!!' jawab Vicenzo. 'Lalo apo? Kalo kao tidako kasih tao, akan ako sebarkan rahasio mo kalo kao jualan rendang!!' ancam del Porto. 'Oke oke, akan ambo kasiho tao apo ini, tapi jangano kasih tao rahasia ambo ke orang-orango' kata Vicenzo. 'Lalu ito apo?' tanya del Porto penasaran 'ini surato cinto dari bos Carro untuk Angela' jelas Vicenzo. 'Apa????' del Porto tersentak karena Angela lebih cantik dari pacarnya, Maria Labracca.


Del Porto mulai menyusun cara agar Angela tidak dimiliki oleh Carro. Dia manyun-manyun karena berpikir keras. Dia sulit menemukan cara karena dia tahu, Carro pasti punya cara jitu untuk mementahkan aksi liciknya.

Dia akhirnya punya cara.
Bagaimana kalo memfitnah Bos Carro dan Vicenzo adalah sepasang pasangan homo!! Ide yang sangat cemerlang. Del porto mulai membuat surat cinta yang akan dikirim kepada Carro atas nam Vicenzo, begitu sebaliknya.

Tengah malam di awal bulan September, angin berhembus kencang ketika del Porto menyamar sebagai tukang pos.
Namun aksinya mendadak ketahuan oleh Carro. 'Bapak siapo pak? Malingo?' tanya Carro curiga. 'Bukano, sayo tukang pos yang giliran shift malam' jawab del Porto 'O... sekarango ado malam jugo? Ado surato buato sayo?' tanya Carro lagi. 'Oh... ado, ini spesialo warno pinko' jawab pak pos del Porto

Carro berharap itu adalah surat balasan yang ditulis Angela. Namun ketika dia buka.. Jreng.. Jreng..
Dia shock ketika melihat surat itu bertuliskan nama 'Vicenzo'. Dia lantas marah karena kesal!! Dia langsung menuju rumah Vicenzo malam itu. 'Vicenzo!! Apa maksud mo dengan ini semuo?' tanya Carro 'Ini jugo ap..' belum selesai Vicenzo ngomong. 'Hash, kao mengharapkan cinto dari ko?' tanya Carro. 'Mungkin ini semuo salaho pahamo Bos!!' elak Vicenzo. 'Salah pahamo??' tanya Carro semakin geram. Tiba-tiba Carro mengatakan yang tak terduga. 'Kalo salah pahamo pun, ako juga terimo. Kareno sesungguhnyo, ako sayango kamo dari dulo' kata Carro. 'Apa?' Jreng.. Jreng.. Vicenzo tidak menyangka karena selama ini Carro memiliki rasa yang sama. 'Maukah kao jadi pacarko?' Carro bertanya penuh harap. Vicenzo mengangguk tanda setuju.


del Porto mengetahui jika Carro dan Vicenzo akhirnya jadian.
del Porto sengang karena Angela gagal jadian dengan Carro. Namun apa yang dia harapkan, yaitu runtuhnya 'Diablo Inferno' tidak terjadi. Yang terjadi adalah Diablo Inferno semakin solid dan wilayah kekuasaannya semakin meluas. Kali ini misi selanjutnya dari del Porto adalah menggagalkan hubungan percintaan antara Carro dan Vicenzo sehingga Diablo Inferno runtuh. Del Porto pun menemui Carro untuk menyebar fitnah lagi.

'Carro, kemarino ako melihato Vicenzo bersama Angela jaln bareng nontono layar tancepo' kata del Porto dusta.
'Apa?' jreng.. jreng.. Carro berhasil terhasut. 'Apo kao masih mengharapkano cowok kayak dia ho?' tanya del Porto penuh harap. 'Tidako!! Ako butuh penggantino!!' kata Carro. 'Bagaimano kalo kao denganko sajjo?' Del Porto mengharapkan nantinya Diablo Inferno dapat bergabung dengan Ebano Cuerro. 'Tentu ako mao' jawab Carro. Carro kini berubah jadi cowok melankolis yang lemah akan cinta.

Vicenzo semakin curiga karena Carro sudah tidak pernah memberinya belaian kasih sayang.
Dia frustasi, dia memutuskan untuk gantung diri.

Begitu juga dengan istri del Porto, Labracca sangat sedih. Dia berharap suaminya mendapat karma.


Justru, Carro dan del Porto mengumbar kemesraan dimana-mana. del Porto lupa akan misi utamanya, dia justru larut dalam hegemoni cintanya. Para bawahan pun mulai gusar karena nasib mereka tidak jelas. Akhirnya beberapa bawahan justru sukses dengan film Godfather.

Akhirnya karma benar-benar menimpa mereka berdua.
Ketika berlibur ke Grand Canyon, rem mobil yang mereka naiki blong!! Mobil mereka otomatis nyebur ke ngarai itu dengan tragis. TUbuh mereka hilang di ngarai itu. Namun seorang arkeolog berhasil menemukan tengkorak yang diyakini sebagai tengkorak dari Carrro. Sungguh tragis kisah mereka. - Kisah ini telah mendapat persetujuan dari berbagai pihak -

No comments: