Thursday, October 1, 2009

G 30 S/PKI - Kesaktian Pancasila : Kecelakaan Sejarah

Kali ini gue akan mengangkat topik yang amat sangat super duper serius!
Ini tentang hak-hak warga negara.
Apabila ada kesalahan mohon maaf.
Karena sejarah ada dalam beberapa versi dan bisa dipolitisi.


Ya, G 30 S/ PKI.
'Kecelakaan' sejarah yang terjadi tepat 44 tahun lalu.
Atas nama Komunisme yang membahayakan rakyat Indonesia dan atas nama Pancasila, banyak nyawa yang harus melayang percuma.
PKI membuat huru-hara lewat RRI dan desas-desus tentang pengalihan kekuasaan oleh TNI.
PKI juga membuat berbagai acara rakyat seperti pertunjukan wayang kulit, wayang orang, dll.
Orang-orang yang datang ke acara-nya PKI itu telah terjebak.
Hadir - Absensi - Nikmati pertunjukan.
Orang-orang yang mengahdiri 'gawe' PKI (Atheis-red) dijadikan blacklist oleh pemerintah.
Mereka hanya ingin menikmati hiburan, namun tanpa mereka sadari mereka telah terkait dalam sistem komunis yang pada waktu itu ingin menlengserkan pemerintah yang bekerja pada waktu itu.
30 September dipilih (hari kemerdekaan China-red).
PKI bergerak menghabisi petinggi TNI, huru-hara terjadi di seluruh Indonesia, gedung-gedung penting dikuasai, pemerintahan otomatis lumpuh.
1 Oktober, TNI atas nama pemerintah memberantas seluruh antek-antek PKI.
Rakyat jelata yang terjebak ikut jadi korban.
Jiwa tak bersalah diseret, dijadikan tahanan politik, bahkan disiksa sebelum akhirnya dibunuh.

Bukan kejadian itu yang akan gue bahas.
Namun dampak 44 tahun ke depan dari 30 September 1965 itu.
Gue mungkin sama sekali gak terkait dan sok tau akan kasus tersebut.
Namun gue kasihan sama korban kejadian tersebut.
Keturunan dari korban jebakan itulah yang merasakan dampaknya.
Beberapa dampak terhadap mereka :
1. Keturunan dari korban jebakan PKI jadi mendapat diskriminasi.
Sulit mencari pekerjaan, terutama guru (dikhawatirkan menyebarluaskan ajaran komunis).
2. Diskriminasi di dalam masyarakat terhadap keluarga 'korban salah tangkap'.
Dikucilkan, hinaan, ejekan, dsb.
3. Adanya demokrasi terpimpin mengakibatkan komunis bergerak leluasa, sehingga banyak yang menyalahkan dan hilang kepercayaan terhadap Ir. Soekarno.
Terjadi krisis kepemimpinan.
Sehingga terjadi keinginan pergantian sistem dan pergantian pemimpin dan negara dalam keadaan gonjang-ganjing.
4. Akibat adanya krisis kepemimpinan, negara dibuat pusing dengan desakan dari berbagai pihak.
Akibatnya timbul Surat Perintah 11 Maret yang dicurigai sebagai rekayasa sejarah, presiden diambil alih oleh Soeharto.
Rezim pun tak terelakkan hingga 1998.
Kebebasan pun menjadi dikekang.
5. Adanya diskriminasi terhadap masyarakat tionghoa dan kebudayaannya.
6. Para tahanan politik tidak mendapat proses hukum yang berlaku dan tidak segera diadili.

Itu lah beberapa dampak fatal bagi rakyat Indonesia.
Memang ini hanyalah rekayasa antara Komunisme melawan Kapitalisme, dan rakyat Indonesia lah yang menjadi korbannya!!
Komunisme dan Kapitalisme bukanlah sistem yang cocok di Indonesia, dan Indonesia menjadi 'kelinci percobaan' bagi sistem tersebut.
Namun sekali lagi Pancasila yang menang.
Pancasila dasar negara, bukan orang Atheis, bukan orang pezina yang memiliki negara ini!!
Rakyat Indonesia lah pemegang kedaulatan negara ini.

Gue hanya mengharapkan pemerintah sekarang mampu belajaran dari 'kesalahan' sejarah yang ada.
Sehingga jangan sampai ada lagi kejadian seperti itu.
Berantas para pengacau negara dengan tepat.
Dan masih ada pekerjaan rumah bagi pemerintah.
Menghilangkan stigma dan pandangan buruk terhadap 'korban jebakan' G 30 S/PKI.
Bimbing mereka agar menjadi manusia yang berguna bagi negaranya.

Live not only for today and the past, but also for the future.
Nelson Mandela tidak pernah mempermasalahkan politik apartheid pada masa lalu di Afrika Selatan.
Dia pernah mengatakan 'forgive and forget'.
Maafkan kejadian masa lalu dan lupakan, pikirkan masa depan yang lebih baik demi anak bangsa dan negeri ini.

44 years Kesaktian Pancasila : 1 Oktober 1965-1 Oktober 2009.

2 comments:

yan said...

bos intinya kamu menyalahkan pak harto ya? mohon dimengerti arti komunisme bagi bangsa indonesia, kalau tidak ditangani secepatnya, bayangkan sendiri indonesia pasti jadi negara seperti china, rusia, dll.

yan said...
This comment has been removed by a blog administrator.