Friday, December 17, 2010

Garuda Di Angkasa #2

Sekarang kita berpindah ke masalah di luar lapangan.
Ada beberapa fakta menarik yang berhasil dikumpulkan oleh jurnalis Serigala Tanah, hehe.

1. Tahukah anda bahwa Hamka Hamzah mirip dengan vokalis Zigas? (ketika rambutnya masih panjang dan dikucir)
Begitu juga Irfan Bachdim yang lumayan mirip sama Fathir (pembawa acara Scary Job).
Selain itu Irfan juga gak jauh beda sama Bos Heru, hehe.

2. Selama pertandingan di Gelora Bung Karno, banyak dipasang spanduk-spanduk pembangkit semangat.
Seperti 'Alirkan bolamu sederas air bah', 'Garuda di dadaku', dsb.
Namun yang cukup memprihatinkan adalah adanya spanduk pro-Nurdin yang bertuliskan 'Nurdin Halid', terus ada 'PSSI Yes', dsb.

3. Irfan Bachdim dengan fasih menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya.
Berhubungan dengan lagu kebangsaan, waktu Lagu kebangsaan Malaysia dikumandangkan mendapat teror dari seluruh penonton di GBK.

4. Pemain Indonesia setelah mencetak gol melakukan selebrasi yang unik.
Lihatlah Firman Utina yang bergaya ala Keong Racun, begitu juga M. Ridwan dan Arif yang bertingkah seperti 'Angkrek'.

5. Meskipun Fery Rotinsulu hanya duduk di bangku cadangan, namun beberapa kali Ia terlihat menegak air mineral di bangku cadangan.
Gak main aja minumnya banyak, jangan-jangan kalo' main malah jadi kebelet?!

6. Alfred Riedl merupakan sosok yang dingin dan misterius.
Tak jarang Ia terang-terangan mengkritik situasi yang ada, seperti buruknya lapangan di Bandung, media yang berlebihan dan pemain yang sudah seperti artis.
Ia juga sangat tidak berlebihan dalam merayakan sebuah gol.

7. Pernah liat di TV, pas di hotel si Bambang sama Firman jalan sambil kayak gandengan gitu.
Hahaha, ya Tuhan, ternyata mereka kayak gitu ya? haha.

Itu tadi beberapa fakta di luar lapangan dari Timnas Indonesia.
Go Garuda!!!

Garuda Di Angkasa #1

Salam Olahraga!!
Yak, tampaknya negeri kita tercinta ini dialihkan perhatiannya dari kasus Gayus ke kasus Nurdin Halid, eh maksudnya keberhasilan Timnas Garuda ke babak semifinal dengan hasil yang cukup meyakinkan.
Betapa tidak, Malaysia dihajar 5-1, Laos dimasak dengan skor 6-0, dan Bryan 'Robo' Robson dan Thailand-nya pun dipaksa pulang lebih awal.
Di dalam lapangan Alfred Riedl, Wolfgang Pikal, Widodo C Putro, Andi Darussalam, dkk. telah berhasil membangun timnas yang kuat secara fisik dan mental.
Khusus Alfred Riedl, beliau memang spesial.
Ia sangat disiplin dalam membangun tim, dari Boas yang tidak dipanggil karena mangkir, jadwal wawancara yang hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu sesuai jadwal hingga berpantang senang sampai benar-benar menang (lihat ekspresi wajahnya).
Sedangkan Wolfgang Pikal bertugas sebagai 'kamus' bagi pemain timnas yang (maaf) kurang ngerti instruksi pelatih dengan bahasa Inggris, hehe.

Dari segi pemain, semua lini bisa dibilang layak.
Markus layak menjaga gawang karena Ia juga berhasil menjaga Kiki Amalia (lho?).
Hamka Hamzah juga seperti 'terlahir kembali'.
Tentu kita ingat dulu Ia suka maju ke depan dan lupa balik ke belakang, bahkan waktu di Persisam Ia pernah jadi striker.
Namun di Persipura Ia menemukan kedisiplinannya kembali bersama Jackson F Tiago.
Dua bek sayap juga lumayan walaupun tusukan dari Zulkifli belum sebaik waktu memperkuat Arema Indonesia.

Ahmad Bustomi juga mempu jadi konektor lini belakang ke lini depan bersama jendral lapangan tengah sekaligus kapten Firman Utina.
Dua gelandang sayap juga dibilang cukup istimewa.
Ridwan yang gue anggap 'sudah berumur' justru kembali menampilkan permainan prima.
Okto Maniani juga bisa dibilang 'The New Elie Aiboy' meski belum banyak melakukan tusukan dengan gocekannya.
Kita juga punya Arif Suyono yang menjadi super-sub yang selalu menghidupkan permainan.

Yang paling menarik perhatian tentu saja duo striker baru kita, Irfan Haarys Bachdim dan Cristian 'El Loco' Gonzales.
Irfan sebenarnya memiliki kemampuan yang terlalu super, namun grafik permainan di Persema yang terus meningkat dan profesionalitas ala Belanda lah yang mampu mengangkatnya.
Gonzalez tidak perlu diragukan lagi, namanya saja El Loco (latin : si Gila), meski tambun Ia cepat dan pintar memanfaatkan peluang yang ada, awesome!!
Bambang Pamungkas juga terkadang dimainkan dan dianggap sebagai pemain paling senior dan juga panutan pemain muda lainnya.
Namun jujur, gue pengen liat Yongki Aribowo main, gak Bambang Pamungkas melulu.

I'm Not The Third Man

Hei kawan, pernah gak jadi orang ketiga?
Apalagi kalo' dituduh jadi orang ketiga atau perusak hubungan orang lain.

Nah, itulah yang terjadi, beberapa kali gue pernah dikira merusak hubungan orang lain.
Padahal sama sekali gak ada apa-apa, kalo' deket mentok-mentoknya cuma deket sebagai temen, gak lebih.
Toh mereka yang merasa hubungannya dirusak gak perlu khawatir, toh aku juga gak punya apa-apa.
Aku gak punya wajah yang tampan, fisik yang bagus apalagi harta yang melimpah, itu semua gak ada dalam diri gue.

Tapi buat menghindari hal yang lebih parah lagi, gue memilih untuk menjaga jarak, bahkan cenderung gak komunikasi agar gue gak dianggap menggangu hubungan orang lain.
Gue lebih milih temen gue kehilangan gue sebagai temen daripada temen gue kehilangan pacarnya.

Itu pernah terjadi sebelumnya, Facebook gue pernah diremove (temen SMP), itu juga permintaan dia, untuk menjaga hubungannya sama pacarnya.
Gue sebagai temen yang baik tentu menerima itu, ampe sekarang pun Facebook gue diblock.
Gue jadi gak bisa tau apa kabar temen gue itu, boro-boro telepon atau sms, nomor hape aja gak pernah ngasih.
Jadinya, selama sekitar 2 tahun ini gue jarang tau keadaan dia.

Begitu juga saat ini.
Namun kali ini gue memilih menarik diri terlebih dahulu tanpa diminta.
Yang pasti gue menghindari hal-hal yang gak diinginkan.

Sekali lagi itu semua hanya anggapan mereka, namun gue cuma gak pengen memperkeruh suasana.
I hope y'all understand :)

Monday, November 15, 2010

Home Sweet Home

Home sweet home, pernah denger kan lagunya Motley Crue yang dicover sama Chester Bennington atau Limp Bizkit? Ya kalo' belum ya pernah liat keset di depan rumah yang tulisannya 'Home Sweet Home' kan?
Mungkin kalo' secara ilmu ketatanegaraan, artinya adalah Rumah manis rumah.
Tapi kalo' kata guru bahasa Inggris artinya rumahku istanaku? *mana bagian istananya?*

Mungkin itu sebabnya para pengungsi korban Merapi selalu pengen pulang ke rumah ketika berada di pengungsian.
Gimana enggak, mungkin biasanya di rumah baunya cuma itu-itu aja, eh pas di pengungsian beda beda, ada yang bau asem, bau sate, bau keringat bahkan bau kematian, hiii...

Itulah yang jadi penyebab kenapa gue sering susah beradaptasi dengan lingkungan baru, terutama tempat tinggal (atau sekedar tidur waktu malem).
Kayak pas waktu TK gue diajak ke Jakarta, gue gak betah di sana. Walaupun dibeliin bakso, sate, bahkan monas pun gue tetep gak betah.
Pas berangkat study tour juga gak bisa tidur, dikit dikit kebangun. Waktu itu gue duduk di sebelah Adit, gue nanya 'saiki jam piro Dit?'
Dia jawab, 'Jam 3.15'
Gue tidur lagi, kemudian bangun lagi dan tanya lagi.
'Saiki jam piro Dit?'
'Jam 3.25'
Perasaan gue udah tidur lama, ternyata baru 10 menit. Jadi berasa di Mars (apa hubungannya coba?)

Terus pas camping SMA, tidur aja susah, kadang bisa ampe jam 1 baru tidur. Itu pun kadang suka kebangun, tiap 30 menit kebangun, dst.
Sering-seringnya malah sebelum subuh udah bangun duluan.
Kadang suka bangunin temen-temen yang lain buat sholat Subuh padahal belum subuh.
Di UKS sekolah aja terkadang gue gak bisa tidur walaupun lagi pusing, parah banget kan?
Yang paling parah adalah ketika ke Bali.
Padahal tempat tidurnya lumayan bisa bikin gue tidur nyenyak (termasuk Supri juga nyenyak banget, ampe secara gak sadar tidur sambil nendang-nendang gue).
Tapi yang parah adalah WC-nya.
WC-nya adalah WC duduk, padahal favorit gue adalah WC jongkok.
Terpaksa deh gue jongkok di atas WC duduk, what a moment!!

Gue jadi berpikir, ternyata yang bikin istilah 'Home Sweet Home' sangat berjasa dan harus dikasih Nobel Perdamaian.
Gue menyadari tiap sudut rumah gue bukanlah suatu kesempurnaan.
Berantakan sana sini.
Tapi walaupun kayak gitu, dimana pun kita pengen istirahat tetep jadi tempat yang nyaman (kecuali WC dan gudang kali ya?).
Kamar gue yang kayak Titanic kecelakaan pun tetap yang paling nyaman buat ditinggali.

Wow, betapa berjasanya penemu istilah Home Sweet Home.

Ayo Pulang

Masih berhubungan dengan Merapi.
Kalo' ditanya siapa yang pengen tinggal di sekitar bencana? Pasti gak ada kan?
Kalo' ditanya siapa yang pengen mengungsi? Pasti gak ada kan?
Dan apesnya kalo' pas pengen mengungsi gak ada kendaraan.
Tetangga udah pada ngungsi pake motor, pake mobil. Eh ada yang masih bingung pake transportasi apa, soalnya jarang banget ada kendaraan.
Apakah mungkin menggunakan pintu kemana saja? Baling-baling bambu? Kita tanya saja pada Doraemon yang bergoyang.

Nah itu juga pernah terjadi pas gue kelas 7 (1 SMP).
Walaupun sama sekali gak mirip tapi ada kesamaannya, yaitu kesulitan kendaraan.
Waktu itu hari Sabtu, 27 Mei 2006, atau tepatnya waktu terjadi gempa di Jogja itu.
Semua murid diinstruksikan untuk pulang ke rumahnya masing masing karena beredar isu akan terjadi gempa susulan pada sekitar pukul 10.00.
Alhasil, gue dan beberapa rekan langsung pulang dan transit di Bopkri untuk pulang ke rumah masing-masing.

Waktu itu bareng Ibnu, Bos Heru, Yuda dan Tinton.
Kita menanti tiap kendaraan yang lewat dengan mata melotot penuh harap-harap cemas.
Kadang ada bus, tapi jurusan Kokap atau Sribit.
Kadang pas jurusan Wates-Jogja malah kernetnya dada-dada tanda tidak menyediakan jasa angkut gembel.
Coba deh bayangin kalo kita udah mau naik bus ternyata sama kernetnya ditolak?
Ibarat nembak cewek ternyata cewek itu lesbian, kecewa banget kan?

Akhirnya kita memutuskan untuk ke Gadingan (selatan) berharap probabilitas mendapatkan kendaraan bisa lebih besar.
Yang tololnya adalah Yuda ikut kita ke Gadingan, padahal rumahnya cuma dareh Dayakan (timur) atau sekitar 2 km dari tempat kita nunggu bus tadi.
(Udah salah arah buang buang waktu pula).

Akhirnya gue bilangin ke dia buat pulang jalan kaki aja dan kita lanjutkan perjalanan mencari bus.
Waktu itu kita kayak film Kera Sakti.
Gue kayak Tong Sam Cong, Ibnu kayak si Wucing, Tinton si kera sakti dan bos Heru jadi ci Patkay.

Tuhan pun menunjukkan keberadaannya.
Dia mengirimkan sebuah bus biru berjudul BK Sakti untuk kita tumpangi walaupun penuh sesak dengan keringat dan cerita tentang gempa.
Dengan diawali dengan basmalah dan diakhiri dengan hamdalah, kita semua pulang sampai ke rumah dengan keadaan dan keedanan sehat wal afiat.

Monday, November 1, 2010

Songs of the Weeks

Beberapa hari terakhir, atau bahkan beberapa minggu terakhir, gue lagi gandrung sama lagu-lagu yang mengingatkan pada masa lalu gue, entah yang paling paiiit sampe' yang (Alhamdulillah) paling manis.
Ada kayak lagunya The Cardigans yang Lovefool, yang mengingatkan masa-masa SMP dan suka menyanyikannya bareng Nadya.
Ada juga Green Day yang Wake Me Up When September Ends, ini juga mengingatkan waktu jaman awal-awal SMP pernah presentasi tentang tokoh idola, dan waktu itu gue pilih Green Day.
Dan gak cuma lagu yang memorable, tapi juga yang bisa bikin heart-stop beating (ceilah bahasa gue).

Ini dia 5 lagu di playlist HP gue yang mellow kagak karuan (gara-gara suasana hati juga lagi kagak karuan) :

1. Red Jumpsuit Apparatus - Your Guardian Angel
Yah, yang pernah denger lagu ini pasti bakalan suka, apalagi yang tau lirik-nya, dijamin unyu banget, hahaha.
Kalo' kata mas Ronnie Winter, lagu ini ditujukan buat 8 murid SMA di Enterprise, AL yang meninggal dunia akibat tornado pada 1 Maret 2007.
Tapi lagu ini juga memiliki kenangan tersendiri, hehehe.

2. Bic Runga - Sway
Perkenalan dengan lagu ini emang belum lama, walaupun lagunya udah lama banget dan ngehits pada akhir 1900-an.
Band ini emang gak begitu terkenal, tapi lagu ini bisa sangat menggaruk-garuk hati pendengarnya, hehe.
Musik dan liriknya yang lumayan dalem bisa menghajar suasana hati yang lagi bimbang.

3. Radiohead - Creep
Ini lagunya buat para pemuja rahasia yang cuma bisa berharap pada pujaannya.
Bisa jadi ini juga soundtrack dalam perjalanan hidup gue.
Kalo' didengerin sambil menghayati lirik dan dirasakan dengan hati, yakin deh bakalan teriris itu hati, hehe.
Tapi gue lebih suka yang versinya KoRn di MTV Unplugged, nuansa akustik bikin lagu tambah dalem.
Tapi kalo' pengen yang lebih dalem ya Creep versi di film Social Network, bisa bikin mrinding luar dalem, hehe

4. The Cranberries - Linger
Ini juga lagu yang cukup parah kalo' didengerin sambil mengingat-ingat awal kisah cinta yang kalian jalani, yang mungkin bakalan beda jauh dengan keadaan yang sekarang.
Lagu ini juga jadi sisipan di film 'Click', dimana lagu ini jadi lagu kenangan si tokoh utama dan istrinya.

5. Ne-Yo - So Sick
Gue dengerin yang versi akustik, biar bisa lebih dapet feelnya.
Lagu buat kawan-kawan yang lagu patah hati, biar lebih mantep patah hatinya, hehe.
Lagi-lagi ini soal lirik.
Coba deh cari liriknya.

Itulah 5 lagu yang lagi getol gue dengerin yang emang lagi letoy tingkat akut, hehehe.
Salam Serigala Tanah!

Mimpi Aneh

Halo kawan-kawan serigala semuanya. Apa kabar kalian semua? Semoga sehat wal afiat gak kayak gue yang kemarin baru aja sakit flu berat.
Setelah Serigala Tanah dicopy-paste secara massive oleh blog yang tidak bertanggung jawab, sebenernya gue males ngurusin blog.
Tapi ini adalah tanggung jawab gue, wkwkwk.

Oke, kali ini gue mau cerita.
Tapi ini cerita seadanya aja.
Ini tentang mimpi gue akhir-akhir ini.

Beberapa waktu lalu gue mimpi di lapangan Kaliagung itu didatengin Barcelona FC gan!
Gue ama temen temen pada ngeliat mereka latian gitu.
temen-temen gue pada ngejar-ngejar Lionel Messi yang main bola sendirian, si Messi lari kayak dikejar maling gitu.

Lha gue sendiri langsung ke kamar ganti tim Barcelona (padahal kalo' di deket lapangan Kaliagung gak ada kamar ganti, yang ada malah bangsal makam).
Gue liat-liat di kamar ganti, gue perhatiin pemain-pemainnya.
Kok gue pada kagak kenal ya?
Akhirnya gue ketemu Gerrard Pique, gue ajak foto bareng gitu.
Dia kayak kaget gitu, dia langsung lari kagak mau gitu.
Terus gue mikir, 'Wah ternyata pemain Barcelona pada sombong'.

Setelah itu gue kebangun.
Hosh hosh hosh, hehehe

Sunday, October 3, 2010

Headbanger? Why Not?

Sebenernya apa salahnya ketika seorang cewek datang ke gigs metal dengan niat emang pengen dengerin musik metal, headbanging, moshing, dsb?
Kok malah ada yang bilang sebagai kimcil? (penjelasan kimcil klik di sini)

Kalo' cewek emang metalhead plus headbanger sejati, boleh donk nampil di depan stage?
Apalagi kalo' tuh cewek adalah cewek yang baik-baik, cewek yang dateng dengan niat baik, pengen headbang.
Tapi kok tiba-tiba banyak yang berkomentar miring tentang tuh cewek?!
Iri? Dengki? Atau apa sih yang bikin orang-orang di luar sana berkomentar miring?

Nah, justru menurut gue yang bener-bener kimcil adalah cewek yang kemana-mana niatnya cuma pengen ngeksis.
Gak tau tentang metal, gak suka tentang metal, tapi dibela-belain dateng cuma biar kelihatan eksis.
Ada kegiatan apa kek, yang melibatkan masyarakat banyak, dateng dengan niatan biar jadi perhatian.
Ada acara lain lagi, dateng dengan pakaian kurang bahan, make up berlebihan, gaya kemayu, suka godain cowok.
Dipikir kayak begitu cowok bakal tertarik?
Mungkin saja jawabannya ya, buat para cowok hidung belang. Hahaha.

Ya, emang sih, secara kasat mata emang sulit membedakan yang bener-bener kimcil dan cuma 'dianggap' kimcil.
Well, terserah yang menilai, kalo' kalian para wanita emang berperilaku baik dan merasa bukan kimcil, gak perlu khawatir!

Monday, September 27, 2010

Endah N Rhesa : Sebuah Inspirasi

Pecinta musik indie pasti kenal sama Endah N Rhesa.
Ya, mungkin kalo' masyarakat Indonesia suka D'Cinnamons harusnya lebih suka dengan grup ini.
Dengan mengandalkan gitar akustik, bass dan suara vokal, mereka menyajikan musik folk, jazz dan bahkan menjurus ke arah rock n roll yang mantap untuk dinikmati.
Menurut website mereka, mereka dipertemukan lewat proyek band rock yang akhirnya berujung pada pembentukan Endah N Rhesa pada 2004.
Juga dikatakan bahwa musik mereka terinspirasi oleh musisi seperti John Mayer, John Butler, Jack Johnson, Dave Matthews, dll.
Karena dinyanyikan oleh seorang Endah Widiastuti, maka menghasilkan musik yang terdengar lebih halus namun tegas.
Sedangkan Rhesa Aditya mengaku bahwa seorang Bondan Prakoso yang akhirnya menuntunnya menjadi seorang bassis.
Paduan antara suara dan skill gitar Endah yang menawan dan diimbangi oleh 'kekuatan' Rhesa dengan bass-nya menghasilkan musik yang pas.

Lagu seperti 'When You Love Someone' memang bener-bener mengena.
Halus, easy listening namun pesannya mudah ditangkap.
Kemudian ada juga 'A Thousand Candles Lighted' dengan medium tempo juga cukup menggugah perasaan kita.
Lagu 'Catch The Windblows' juga menuntun perasaan kita sesuai dengan irama lagu yang dibawakan.
Namun juga terdapat lagu yang lumayan upbeat dengan lirik yang cukup menggelitik seperti di lagu 'Living with Pirates'.
Kemudian lagu 'I Don't Remember' juga pantas untuk disimak.

Namun, buat gue, Endah N Rhesa bukan sekedar 'penyedia' musik yang asik, mereka lebih!
Mereka sangat inspiratif.
Hal tersebut gue dapat setelah gue baca blog di web Endah N Rhesa.
Saat itu gue baca tentang hubungan Endah dan Rhesa di luar acara nyanyi-menyanyi.
Dan saat itu baru tahu bahwa Endah N Rhesa adalah suami-istri *bodohnya gue baru tahu sekarang*
Dan Endah pun menceritakan manis pahitnya percintaan dalam suatu pekerjaan.

Di blog tersebut dituliskan bahwa setelah 6 tahun pacaran, Endah dan Rhesa memutuskan untuk menikah.
Endah mengatakan bahwa Ia bersyukur menikahi seorang seniman seperti Rhesa, yang selalu mengerti yang Endah bicarakan dan ingin ceritakan.
Ya, di luar bermusik mereka menjalani kehidupan rumah tangga dengan sangat mengasyikkan.
Mereka berdiskusi tentang album yang baru mereka beli, film yang baru mereka tonton, mereka ngobrol dengan bebas tanpa takut ada yang tersinggung dan salah paham, yah.. mengasyikkan bukan?
Bahkan Endah merasa sudah menikah secara batin sejak Endah N Rhesa terbentuk.

Endah mendengarkan Rhesa yang sangat gemar dengan gadget dan interior.
Begitu pula Rhesa, yang tulus mendengarkan Endah bercerita tentang politik dan lingkungan yang menjadi topik favoritnya.
Namun mereka juga bisa saling menekan ego masing masing.
Ketika salah satu ingin jalan-jalan keluar atau justru malas-malasan di rumah seharian.

Setelah menikah, Endah pun baru merasakan betapa sedihnya ketika ditinggalkan orang terkasih, terutama suami atau istri.
Setidaknya itulah yang dialami ayahnya.
Ya, ibunya meninggal pada tahun 2004.
Dan Endah sering memergoki ayahnya yang menangis seusai sholat, tidur bahkan dalam malam-malam pengajian di tahun pertama.
(baca selengkapnya di sini)

Sebenarnya betapa beruntungnya Endah yang memiliki Rhesa, yang bisa selalu kompak di dunia musik maupun dalam rumah tangga.
Kita tentu iri dengan hubungan yang telah mereka jalani.
Tentu yang bisa kita lakukan adalah dengan mengambil hal-hal baik yang mereka lakukan.
Terutama jika kita selalu menjaga hubungan yang telah lama kita bina dengan hal-hal positif.
Kita juga selalu mendoakan pasangan kita agar selalu diberi kesehatan dan petunjuk agar selalu di jalan yang benar.
Agar kelak hubungan yang dibina dapat kekal abadi :)

Lady Gaga : Sang Fenomena

Dari awal kemunculannya, wanita keturunan Italia ini memang menghadirkan sensasi dan meledakkan industri musik, terutama di Amerika sana.
Ya, dialah Lady Gaga (bukan Lady Gagap ya, hehe)
Wanita berambut putih ini muncul dengan lagu 'Just Dance'-nya.
Kalau kita menoleh ke belakang, kita m
ungkin akan mengingat kemunculan Britney Spears dengan 'Baby One More Time'-nya.
Namun bedanya, Lady Gaga merupakan transplantasi antara 'gebrakan' Britney dengan gaya berbusana ala-ala Bjork yang sangat nyentrik.

rambut dan kaca mata yang khas

Gue, cukup menikmati musik yang dikeluarkan oleh Lady Gaga yang terdengar upbeat.
Favorit gue adalah 'Paparazzi' dan 'Monst
er'.
Menurut gue, Lady Gaga bukanlah sosok penyanyi yang cantik dan gue murni suka lagunya.
Namun dari situ gue berpikir, apa iya Lady Gaga bisa terkenal kayak sekarang cuma bermodal lagu-lagunya?


Kalo' cuma bermodal lagu saja, mungkin strata Lad
y Gaga tidak akan terdongkel secara melejit seperti sekarang ini.
Lalu apa katalis yang membuat Lady Gaga bisa setenar ini dan dikagumi masyarakat kolong jagad?

Dan sekedar info dari sekian banyak wishlist yang menginginkan artis siapa yang didatangkan ke Indonesia, salah satu jawabannya adalah Lady Gaga.

Dari situ kita bisa tahu jawabannya.
Ya, pakaian atau kostum yang dipakai Gaga selalu aneh dan nyentrik merupakan daya tarik tersendiri.
Begitu juga penampilannya di atas panggung.

Katy Perry sendiri bahkan mengatakan bahwa penampilan adalah salah satu hal yang membuat Lady Gaga di puncak karirnya.
Gaya Lady Gaga ini memang mengundang inspirasi dan kontroversi.

show pasti heboh

Lady Gaga tentu mendobrak tatanan fashion yang ada.
Dianggap seperti salmon yang melawan arus.

Namun dari situ muncul ide ide yang dikembangkan dari gaya berpakaian Gaga.
Lalu juga muncul sosok Mini Lady Gaga yaitu versi 'bonsai'-nya Lady Gaga.
Di tanah air ada juga Shanty yang meniru gaya rambut dan kacamata Gaga di video klipnya yang judulnya gue lupa.
Di majalah juga sering gue lihat anjing peliharaan yang diberi pakaian seperti Lady Gaga, ckck.

Bahkan barbie pun di lengkapi aksesoris pakaian ala Lady Gaga.
Gaya dance Lady Gaga di video klip 'Poker Face' juga banyak ditirukan.

Anjing pun tak mau ketinggalan

Lady Gaga Barbie

Namun gaya yang ditampilkan Lady Gaga tidak melulu meraih respon positif.
Banyak yang menganggap penampilan Lady Gaga sudah terlalu berlebihan dan tidak layak untuk dikenakan.
Yang terakhir adalah pemakaian daging di sekujur tubuhnya.
Hal tersebut memicu kemarahan beberapa pihak te
rmasuk organisasi pecinta binatang.
Mereka bahkan mengancam tidak akan membeli album Lady Gaga lagi.
Nah lho!?

Ini dia yang bikin heboh

Well, bagaimana pun Lady Gaga adalah sebuah fenomena.
Yang dinamikanya tidak bisa kita duga.
Suka atau tidak, dia lah Lady Gaga, sang Fenomena.

Java Rocking Land 2010

Can You Handle It?
Ya, itulah slogan yang akhir-akhir ini sering kita lihat di tv.
Itulah slogan Java Rocking Land yang kembali hadir di tahun ini.
Kalo' tahun lalu kita kedatangan band kayak Mew, Secondhand Serenade, Vertical Horizon, Third Eye Blind, dsb., maka tahun ini bakalan lebih mantap.
Bukan cuma dari musisi luar aja yang tambah mantap, tapi local heroes juga cukup banyak untuk menggebrak selama 3 hari.

Festival musik terbesar di Asia Tenggara ini akan diselenggarakan selama 3 hari, yaitu dari 8-10 Oktober 2010.
Dan ini dia jadwalnya (yang bisa berubah sewaktu-waktu bisa di lihat di sini)

8 Oktober 2010
- The Smashing Pumpkins
- Datarock
- Galaxy 7
- Steve Fister
- Living Things
- /Rif
- BIP
- Pas Band
- Audio Jet
- Saint Loco
- Rocket Rockers
- The Flowers
- Stonation
- Gugun Blues Shelter
- The Brandals
- Paper Gangster
- Pure Saturday
- Polyester Embassy
- Shark on the Move
- Mobilderek
- Alexa
- Respect
- Define : Devine
- Raksasa
- Amazing in Bed
- Strangers
- Kripikpeudeus
- Aksiteror
- Bagaikan
- Jeruji
- Sweet as Revenge
- Thirteen
- Friends of Mine
- Cemetary Dance Club
- Anda with The Joints
- Montecristo
- Little Space Donkey
- Everybody Loves Irine

9 Oktober 2010
- Stereophonics
- Dashboard Confessional
- Social Code
- Arkarna
- Slank
- Boomerang
- Burgerkill
- The S.I.G.I.T
- The Bohemians feat. Budi Arab
- Indonesia Progressive feat Andi /Rif, Candil & Arian13
- The Experience Brothers
- Jikunsprain
- Nadya Fatira
- Kikan & Female Stars (Tribute to Alanis & The Cranberries)
- Oppie Andaresta
- Gecko
- Alastairs
- Stereocase
- Stereomantic
- Heyho
- Bite
- Morfem
- Superglad
- Aftercoma
- Beside
- Roxx
- Hyder
- Something About Lola
- Yes It's You
- Killed By Butterfly
- In Hurricane Rhythm
- Matterhalo
- Endah N Rhesa
- Zeke Khaseli
- Suri

10 Oktober 2010
- Wolfmother
- The Vines
- Mutemath
- Di-Rect
- Not Called Jinx
- Andra & the Backbone
- Superman is Dead
- Seringai
- Netral
- Casual Sunday
- Black Out
- DeadSquad
- Koil
- Kotak
- Speaker First
- Renny Djayusman & Merah Putih Band
- EGRV
- Mike's
- The You Know Who
- Cleo
- Monday Math Class
- The Authentic
- The Trees and The Wild
- Royal Ego
- Besok Bubar
- Konspirasi
- Getah
- Last Child
- Purgatory
- Jolly Jumper
- Goodboy Badminton
- Tjahyo Wisanggeni
- Silent Farewell
- Alien Sick
- Bangku Taman
- Gribs
- Lull

Untuk info dan pemesanan tiket lebih lanjut bisa check di Javarockingland.com

Tuesday, September 7, 2010

Keong Racun Effect

Pernah tahu judul film 'Butterfly Effect'?
Kalo' di Indonesia yang ngetren adalah 'Keong Racun Effect'.

Sumpret deh, sebenarnya apa yang ada di pikiran rata-rata masyarakat Indonesia sehingga sangat terbius dengan Keong Racun?
Pertama kali gue tahu Keong Racun adalah lewat twitter.
Gue bertanya dalam hati, 'Kok di peringkat 1 ada Keong Racun? Apaan lagi ini? Pasti bikinan orang Indonesia'
Setelah gue selidik keong racun adalah sebuah lagu yang di-lipsync oleh Shinta dan Jojo.

Gue belum liat videonya waktu itu.

Dan pagi harinya gue nanya Supreks, lagu keong racun tuh kayak gimana.
Dia malah jawab 'sopo sing ngerti? sing ngomong we kowe kok'.

Nah, tidak lama berselang, biasa lah, infotainment Indonesia pasti langsung meledak.
Videonya ditampilkan, Jojo terlihat aneh, Shinta terlihat edan.
Keong Racun jadi heboh, geger, rebutan hak cipta, aji mumpung, dan sebagainya.
Tidak terkecuali adalah para pemirsanya yang terobsesi menjadi 'the next Keong Racun'.


video

Bahkan ada cewek bule yang ikut-ikutan lipsync lagu keong racun.
Dan akhirnya merebak di temen-temen sekelas gue.
Ada sebagian cewek cewek yang Geje bikin video lipsync lagunya Vierra yang Seandainya.
Kemudian Wiwin dan Mega yang bikin video lipsync Tik Tok-nya Kesha.
Yang paling parah, temen temen sekelas di kasih liat video lipsync adeknya Mega yang masih kecil banget niruin gayanya Shinta dan Jojo.
Hadeeeeh...
Anak-anak jaman sekarang -,-

Hardcore Abal Abal

Gue kembali lagi dengan problema di dalam kepala yang membuat gue merasa terganggu *bukan gangguan jiwa lho*
Kali ini masalah hardcore, anak skate dan facebook.
Kira-kira apa kaitannya ketiga pokok pikiran tersebut?
Gak tau ya?
Sebenernya sama, gue juga gak tau.
Tapi itu bakalan ada jalan ceritanya kalo' tanya sama 2 cewek ABG yang jadi friend gue di Facebook.

Oke, pertamanya gue liat status di timeline dari si A.
Dia bilang 'EMANGNYA HARDCORD TULISANNYA HARUS GEDE GEDE YA?'
Gue langsung mikir dalam hati, 'ini nulis Hardcore aja udah salah, jangan-jangan gak tau hardcore itu apa'
Terus ada temen gue, si Nanda Mahardhika yang komen dan membenarkan bahwa harusnya 'Hardcore' bukan 'Hardcord'.

Nah, hal kedua yang membuat gue terganggu adalah tiap kali si A membuat status atau wall-to-wall dia selalu menggunakan tulisan GEDE-GEDE.
Gue cuma mikir, ada 2 kemungkinan.
Pertama, dia merasa anak Hardcore sehingga selalu menggunakan huruf GEDE yang diyakini sebagai identitas anak Hardcore (?)
Kedua, tombol Caps Lock di keyboard dia mentok, jadinya kagak bisa huruf kecil, hahaha.

Hal ketiga adalah munculnya si B yang sukanya Wall-to-wall dengan si A yang notabene juga suka make huruf GEDE GEDE.
Parahnya lagi, Si A dan B suka perang kata-kata di timeline Facebook *baik wall maupun status*
Si A suka pamer kalo pacarnya tuh anak Hardcore.
Dan si B suka pamer kalo pacarnya anak Skate.

Begitu seterusnya, yang mereka ributkan adalah Hardcore dan Skateboard.
Dan gue merasa sangat terganggu oleh kejadian itu.
Tapi yang masih jadi pertanyaan buat gue adalah, 'Sebenernya definisi Hardcore menurut si A itu kayak apa sih? Hardcore musik apa Hardcore gaya? haha'.
Apakah dia sangat HARDCORE sehingga tulisannya gede gede?
I don't know, We don't know, hanya dia dan Tuhan yang tahu, hahahaha.

Bad Week

Minggu ini gue merasa sial yang kebangetan.
Gak tau kenapa bisa ampe kebangetan kayak gini.
Awalnya sih cuma gara-gara mau ngeluarin motor dengan jalan mundur.
Tiba-tiba di depan gue ada anak eksekutif sekolah yang mukanya tampak 'nyusok-nyusokke' buat cepet keluar.
Walhasil, gue merasa kurang comfort dan gue tergesa gesa.
Ternyata gue ampe kejepit di belakang dan syukur Yasin nolongin gue.

Dan lanjutannya, gue ke Jogja buat beli majalah Babyboss ama CD Teenage Dream-nya Katy Perry.
First Destination gue ke Gramedia Sudirman, gue celingak celinguk kagak ada tuh majalah yang tampaknya belum terbit.
Karena gak ada, langsung cari Teengae Dream ke Malioboro Mall.
Pas parkir, kaki gue kena knalpot motor sebelah, sumpah panas banget!!
Nah, celingak celinguk lagi di dalem, masuk Bulletin sama Disc Tarra katanya belum ada.
Sial, pulang deh.

Hari Jumat, scanner gue kagak bisa buat scan gambar, terus katrider printer juga ikutan ngadat.
Gue panik, harus ngapain.
Tapi alhamdulillah, setelah gue berusaha semuanya normal.

Hari Minggu, gue ikut Try Out STAN di SMA gue.
Di tiket tulisannya 08.00-12.00, ternyata ujiannya cuma ampe jam 11.00, hadeeeh...
Apalagi si pengawasnya gak bilang kalo' salah nilainya (-1).
Gue kira kalo salah nilainya nol, jadinya banyak yang gue gambling, -,-
Nyesel dah gue.
Pulangnya, gue mau jahitin celana panjang sama 1/2 panjang gue.
Ke tempat biasanya, si tukangnya bilang gak bisa, mau pulang kampung.
Ke tempat pak Ceno bilang kalo celana Lepis kagak bisa.
Ke tempatnya Dani yang tau tempat penjahit di Salamrejo, eh kata Bapaknya dia lagi ke Sedayu.
Huwalaaah....
Sialnya minggu lalu.

Dying Fetus : SouthEast Asia Tour

Yap, band yang satu ini lagi jadi bahan pembicaraan metalhead seantero Indonesia.
Pasalnya mereka akan menyambangi 3 kota sekaligus di Indonesia, yaitu Bali, Solo dan Jakarta pastinya.
Mereka adalah Dying Fetus.
Sebelum kita bahas konser mereka di Indonesia, kita bahas dulu siapa mereka.

Dying Fetus merupakan band Death Metal yang berasal dari Maryland, Amerika Serikat yang juga hobi menyuarakan tentang hal politik.
Band ini terbentuk pada akhir 1993 dengan personil John Gallagher (gitar dan vokal) serta Jason Netherton (bass dan vokal).
Kemudian bergabung Nick Speleos pada 1992, dengan demikian Gallagher mengisi posisi drum sampai akhirnya menemukan drummer yang sebenarnya.Lalu mereka merilis demo Bathe in Entrails di akhir 1993 yang juga menandai masuknya Rob Belton sebagai drummer dan gitaris Brian Latta.Hal tersebut berakibat pada keluarnya Speleos dan kembalinya Gallagher pada posisi gitaris.
4 serangkai ini kemudian merilis album Infatuation with Malevolence demo di awal 1994.
Kemudian pada 1995 mereka merilis album kompilasi di bawah Wild Rags Records.
Pada tahun 1996 mereka merilis album pertama mereka, Purification through Violence di bawah Pulverizer Records.
Album ini menampilkan nuansa death metal yang luas dicampur dengan nuansa glam yang berat.
Album ini berisi 7 lagu termasuk satu lagu cover Napalm Death, 'Scum'.

Pada 1995, Rob Belton keluar dan digantikan Mike Rutherford.
Dengan tidak adanya tour dan label, job untuk manggung Dying Fetus pun angin-anginan selama 4 tahun hingga tahun 2000.
Kemudian masuk Erik Sayenga menggantikan Casey Buckler pada drum.
Namun pada 1997 Erik Sayenga keluar dan digantikan Kevin Talley.

Kemudian penampilan mereka menarik perhatian label Jerman, Morbid Records.
Yang akhirnya berhasil menelurkan album kedua, Killing on Adrenaline.
Morbid Records menyediakan tempat bagi Dying Fetus untuk berkarya di jalur underground.
Dan musik mereka semakin banyak dikenal.
Namun demikian, Brian Latta justru keluar pada 1998 dan masuk 'Sparky' Voyles pada 1999.
Hal tersebut diikuti tour Amerika pertama mereka yang diberi tajuk 'Underground Terrorism'.
Kemudian diikuti EP, Grotesque Impalement.

Pada tahun 2000, Dying Fetus menarik perhatian Relapse Records untuk mengontrak mereka.
Mereka kemudian merilis album Destroy the Opposition dengan menampilkan pandangan politik yang keras.
Jason Netherton pun keluar dengan alasan pribadi, kemudian menyusul Voyles dan Talley.Kemudian Gallagher merekrut beberapa anggota baru seperti Mike Kimball pada gitar, Vince Matthews pada vokal, Sean Beasley pada bass dan Erik Sayenga kembali pada drum.
Dengan formasi ini mereka merilis album keempat, Stop at Nothing pada 2003.

Kemudian mereka melakukan tour secara luas.
Mereka melakukan tour bersama Mastodon dan GWAR.
Namun anggota band seperti Erik Sayenga dan Vince Matthews justru keluar.
Akhirnya keadaan ini memaksa sang basis, Beasley mengisi posisi vokal dan Duane Timlin mengisi posisi drum.
Dengan formasi tersebut mereka merilis War of Attrition pada Maret 2007.

Namun setelah itu masih terjadi pergantian dengan keluarnya Duane Timlin dan digantikan Trey Williams.
Kemudian Mike Kimball menyusul keluar.
Dan pada 4 Juni 2009 mereka menggarap album Descend into Depravity yang rilis pada 15 September 2009.

Discography Albums :
- Puirification through Violence (1996)
- Killing on Adrenaline (1998)
- Destroy the Opposition (2000)
- Stop at Nothing (2003)
- War of Attrition (2007)
- Descend into Depravity (2009)
Compilations :
- Infatuation with Malevolence (1995)

EP :
- Grotesque Impalement (1999)
- Split 7" with Deep Red (2001)

---------


Dying Fetus sendiri akan tampil di 3 tempat di Indonesia, yaitu Bali, Solo dan Jakarta.
Di kota Solo, Dying Fetus akan tampil di Summer Metal Fest pada Jumat, 17 September 2010 di Stadion Sriwedari, Solo dari jam 13.00-22.00.
Bukan hanya Dying Fetus yang akan membakar Solo, namun juga ada beberapa band yang sudah terkemuka di Singapura dan Indonesia.
Seperti Falls of Mira (Singapura), Siksa Kubur (Jakarta), Valerian (Surabaya), Cranial Incisored (Yogyakarta), Down For Life, Bandoso, Take and Awake (Solo), Komunal serta Opium (Bandung).
Harga tiket :
- Pre sale #1 10 Agustus - 20 Agustus Rp 30.000,- (1000 tiket)
- Pre sale #2 21 Agustus - 11 September Rp 50.000,-
- Pre sale #3 12 September - 16 September Rp 75.000,-
- On the Spot/ Hari H/ 17 September Rp 100.000,-

Untuk Ticket Box bisa didapatkan di :
- Solo : Belukar Rockshop (0271-648079, 085725 191 666, 081 904 768 349)
- Delanggu : Holyflesh (085 642 025 986)
- Klaten : RWK FM
- Jogja : Sastrawan Indogrind (0818256725 / 0274 7866578)
- Malang : Sinergi
- Surabaya : Metal Militia (031 - 5037333)
Das Rock (081938556555)

Sedangkan di Jakarta sendiri, Dying Fetus tampil pada 18 September 2010 di Outdoor Bulungan, Jakarta Selatan.
Dying Fetus akan dibuka oleh DeadSquad dan NOXA.
Harga tiket :
- Pre Sale : Rp 100.000,- (hingga 16 September 2010)
- On the spot : Rp 125.000,-

Ticket Box :
- Erma Sani Solucites (021-93386006)
- Ukuy W.O.C.P (08151910056 / 021-91857850)
- Dapurletter (085692336522)
- Rins Dark (085716928151 / 081892717)
- Undying Music Patiunus (085782095227)

Sumber : Deathrockstar.info dan Speedytrek.telkomspeedy.com

Exodus Live in Jakarta

Ini satu lagi band metal yang bakal menyambangi Indonesia untuk melakukan terror.
Ya, mereka adalah Exodus.
Sebuah band thrash metal yang terbentuk pada 1980 di San Francisco Bay Area, California oleh gitaris Gary Holt, gitaris Metallica saat ini Kairk Hammet dan drummer Tom Hunting.
Sepanjang 30 tahun karirnya, Exodus mengalami banyak perubahan personel dan sempat mengalami 2 kali vakum, yaitu pada 1994-1996 dan 1999-2000.Exodus memiliki sejarah panjang dalam dunia metal dengan menghasilkan karya-karya yang cukup apik.
Meski nama mereka sulit dibandingkan dengan Metallica dan Slayer, namun Exodus memiliki tempat di hati para metalhead.

Sedangkan anggota band mereka yang sekarang adalah :
- Rob Dukes - Lead vocals (2005-sekarang)
- Gary Holt - Guitar (1980-1993, 1997-1998, 2001-sekarang)
- Lee Altus - Guitar (2005-sekarang)
- Jack Gibson - Bass (1997-1998, 2001-sekarang)
- Tom Hunting - Drums (1980-1993, 1997-1998, 2001-2004, 2007-sekarang)

Sedangkan daftar mantan anggota Exodus antara lain :
- Paul Baloff - Lead vocals (1982-1986, 1997-1998, 2001-2002)
- Steve Souza - Lead vocals (1986-1993, 2002-2004)
- Kirk Hammet - Guitar (1980-1983)
- Evan McCaskey - Guitar (1993)
- Rick Hunolt - Guitar (1983-1993, 1997-1998, 2001-2005)
- Rob McKillop - Bass (1983-1991)
- Michael Butler - Bass (1992-1993)
- John Tempesta - Drums (1989-1993)
- Paul Bostaph - Drums (2005-2007)
- Steev Esquivel - Lead vocals (2004)
- Chris Kontos - Drums (1993)
- Keith Stewart - Lead vocals (1980-1981)
- Matt Harvey - Lead vocals (2004)
- Tim Agnello - Guitar (1980-1981)
- Mike Maung - Guitar (1983)
- Carlton Nelson - Bass (1980-1981)
- Geoff Andrews - Bass (1981-1983)
- Perry Strickland - Drums (1989)
- Gannon Hall - Drums (1993)

Discography Exodus :
- Bonded by Blood (1985)
- Pleasures of the Flesh (1987)
- Fabulous Disaster (1988 & 1989)
- Impact is Imminent (1990)
- Force of Habit (1992)
- Tempo of the Damned (2004)
- Shovel Headed Kill Machine (2005)
- The Atrocity Exhibition... Exhibit A (2007)
- Exhibit B : The Human Condition (2010)

---------------

Exodus sendiri akan tampil di Jakarta pada Rabu, 29 September 2010 di Plaza Selatan Senayan, Gelora Bung Karno dengan band pembuka Oracle dan Down For Life.
Harga tiket :
- Pre Sale : Rp 120.000,- (hingga 25 September 2010)
- Normal Price : Rp 150.000,-

Ticket Box :
- Erma Sani Solucites (021-93386006)
- Raja Karcis (021-8282137)
- Music Klub PIM 2 (021-75920443)
- Ukuy W.O.C.P (08151910056 / 021-91857850)
- Dapurletter (085692336522)
- Rins Dark (085716928151 / 081892717)
- Undying Music Patiunus (085782095227)

Friday, September 3, 2010

Che Freaky Family Bubar #3

Alrite teman teman, minggu lalu, tepatnya Sabtu 21 Agustus 2010 kelas IX C angkatan 2008 melakukan buka bareng alias bubar.
Tempat kumpul direncanakan di SMP N 1 Wates unit 2 pukul 16.00.
Oke, jujur, di setiap ada acara beginian awalnya gue ngerasa banget males *virus ini kembali menjangkit*
Namun kalo' dipikir keuntungannya bisa melebihi rasa malesnya.
KATANYA sih Tiara alias Azi bakal 'rela' pulang KAMPUNG buat bubar, gue lumayan interest karena sejak lulus gue belum ketemu lagi sama dia.

Reuni kimpul


Terus temen kayak Dimun, Nanda Mahardika, Muna, Rahmat, Galih, dsb. pokoknya yang lama gak ketemu.
Gue pun melobi Bos Heru agar mau ikut buka bersama kali ini yang dijamin menyenangkan.
Dengan 'sedikit' paksaan Bos Heru pun mengiyakan untuk ikut.
Pukul 16.30 gue sampe' di unit 2.
Di sana udah nongkrong anak-anak Ex-Kimpul kayak Bos Heru, Yan, Rahmat dan Nanda Mahardika.
Ada juga Bima dan vespanya serta Muna dengan jerawatnya.

Yang mengejutkan adalah hadirnya Suzuki Ryo yang sempet-sempetnya dateng *walaupun bukan murid*
Kemudian muncul nama-nama kayak Galih, Tike, Yuda, Bella, Nadya, dll.Yang 'wagunya' adalah Widi yang cuma lewat dengan menyapa 'halo teman-teman...'
Ternyata dia harus menunaikan tugas pesantren kilat.
Dan sesuai perkiraan gue, Tiara gak datang lagi.
Begitu juga Dimun, juga Tinton dan Dian.

Namun buka bersama kali ini menjadi ajang reuni gank Kimpul kayak Yan, Bos Heru, Whisnu, Rahmat dan Nanda Mahardhika.
Ini juga menjadi temu kangen dengan Suzuki Ryo yang sudah mengelana keliling Indonesia + boalk balik ke Jepang.
Ada juga Herti yang dateng.

Foto bareng Suzuki Ryo

Yang pasti reuni bos dan anak buah terjadi saat itu (baca : Galih dan Nanda Mahardika).
Gue juga 'bereuni' dengan Double-D, Dlaban-Dayakan, yaitu Yuda yang tambah edan saja.
Saking edannya ternyata dia belum booking tempat buat buka bersama.

Nah, 'terpaksanya' kita buka bersama di warung Pecel lele yang lumayan cozy *ceilah bahasane*
Setelah semua kumpul dan hampir buka, tiba tiba dateng si Takdir dan si Latifah, kemudian menyusul juga Mbah Endog alias Adit yang sudah mengepul sambil naik motor.

Setelah berbuka bersama, kita 'merayakan' kondisi yang ada.
Termasuk Sholat Maghrib di Masjid Agung ketika gempa terjadi *herannya kenapa kita gak kerasa ya?*
Nah, karena waktu itu gue lagi flu rada berat, gue memilih buat pulang sekaligus nemenin Tike pulang.

But Overall Guys, You're Rock!!!
Kita nantikan acara selanjutnya dari Freaky Family.

Friday, August 27, 2010

Emo : Antara Musik dan Penampilan

I'm back again with 'uneg-uneg' in my head, haha.
Apakah itu?
Ya, gue kembali gusar dengan anak-anak jaman sekarang *emang aku anak jaman kapan?*
Benar, mereka yang merasa bahwa diri mereka adalah anak emo.
Oke, ini blog gue jadi gue mau berkata seenak mulut gue, haha.
Gue bakal bagi generasi emo menjadi 3 periode.
Yang pertama adalah generasi 'real emo', dimana emo di sini masih berkembang sebagai turunan dari punk dan hardcore.Dan sisi pemberontaknya masih kental terasa.Masa-masa ini sekitar 80-an akhir hingga 90-an awal sebelum kalah pamor dengan musik grunge ala Nirvana dan Sonic Youth.
Band kayak Rites of Spring dkk. masih tampil di bawah tanah dengan pakaian seadanya.
Rites of Spring

Nah, kemudian generasi kedua.
Yaitu era 'emo mainstream' *menurut gue*
Dimulai pada era 2000-an.

Dari sini emo mengalami perubahan pencitraan oleh media maupun masyarakat itu sendiri.Emo mulai menjadi 'agama' di kalangan anak muda dan tumbuh menjadi gaya hidup.
Band semisal My Chemical Romance, The Used, Saosin, dsb. dianggap sebagai Yerussalem-nya anak anak yang mengaku anak emo.Banyak gue lihat pada waktu itu temen-temen gue yang bergaya 'gothic ala kadarnya' dengan menghitamkan bagian bawah mata lah, lipstick hitam lah, pakai baju hitam lengan panjang dan dasi merah dsb.
Dan yang paling mencolok dianggap sebagai emo adalah gaya rambutnya yang kita tahu sendiri lah kayak gimana.Nah, emo-emo yang seperti ini dianggap menyimpang dari pakem emo yang sebenarnya.

My Chemical Romance

Sekarang gue bakal mengatakan ini adalah generasi ketiga.
Dimana band-band *indie terutama* banyak yang terinfluence oleh aliran 'emo' ini.
Yap, kalo gue lihat di akun Facebook temen-temen gue banyak juga yang 'mencetuskan' emo lahir kembali.
Mereka yang merasa anak-anak emo berkiblat pada Killing Me Inside, Sweet as Revenge, dsb. *bahkan PWG*

Banyak juga yang suka pamer dengan gaya scream, model rambut, style pakaian dengan monster-monster 'cute', dsb.
Hingga banyak anggapan bahwa mereka adalah Gay, astaga.. ckck..

Killing Me Inside

Memang benar, pengertian emo telah bergeser dari aliran musik turunan hardcore punk yang dibawakan secara emosional menjadi sebuah tren dan gaya hidup.
Bahkan dari segi musikalitas pun telah banyak bergeser dari pakem dan tetap dikatakan sebagai emo.
well, terserah kalian menanggapinya, hahaha.

Darah Muda Darah Plin Plan

Benar kata Bang Haji Rhoma Irama, darah muda darahnya para remaja.
Dimana kita sebagai remaja selalu bersemangat dan merasa dirinya adalah paling benar tanpa memikirkan situasi yang berlangsung.
Remaja juga dianggap sebagai masa 'pencarian', mencari jati diri, pandangan dan masa depan.

Termasuk ketika dipengaruhi oleh lingkungan dan orang lain yang dapat merubah pandangan kita, termasuk pandangan kita tentang musik.
Inilah realita yang terjadi di masyarakat, khususnya anak-anak SMP.
Awalnya banyak yang memuja Pee Wee Gaskins dan aparatnya.
Namun ketika isu APWG merebak, banyak yang berputar arah kemudian ikut memperburuk citra Pee Wee Gaskins.
Mereka menjelek-jelekkan PWG tanpa melihat bahwa mereka adalah 'mantan' dorks. Hahaha


Begitu juga dengan yang dulu suka menyanyikan lagu-lagu dari Superman is Dead kini berbalik arah.
Yang mana disebabkan mereka 'baru' mengetahui kalau Superman is Dead pernah melakukan kesalahan dengan menyebut kata-kata yang tidak disukai oleh penonton yang rata-rata orang Jawa.
Kemudian banyak yang beralih menjadi 'suporter' band lain semisal Endank Soekamti, Captain Jack, dsb.
Dampaknya? Biasa lah, namanya anak muda pasti mengalami pertikaian verbal dengan rekannya yang ada kemungkinan berujung perkelahian dan permusuhan.
Tapi ya, namanya anak muda, apalagi masih SMP, pikiran mereka masih labil.
Mungkin saja tanpa sadar waktu gue SMP juga mengalami hal seperti itu, haha.

August Burns Red

August Burns Red merupakan band yang lagi hangat dibicarakan khususnya di Indonesia.
Yap, sebuah band Metalcore yang berasal dari Pennsylvania, Amerika Serikat ini terbentuk pada Maret 2002.
Band dimulai ketika mayoritas personilnya masih duduk di bangku SMA.
Nama August Burns Red diambil dari sebuah insiden yang dialami vokalis pertama mereka, John Hershey.
Between the Burried and Me, Hopesfall dan Misery Signals adalah influence mereka.


JB Brubaker - Lead Guitar (2002-sekarang)
Brent Rambler - Rhythym Guitar (2002-sekarang)
Matt Greiner - Drums, Percussions, Keyboards, Piano (2002-sekarang)
Jake Luhrs - Lead Vocals (2006-sekarang)
Dustin Davidson - Bass (2006-sekarang)

Setahun setelah mereka melakukan pertunjukan dan berganti vokalis, mereka masuk ke Solid State Records pada tahun 2005 dan merilis THrill Seeker pada 8 November.
Pada tahun 2006, sang drummer, Matt Greiner dikontrak oleh Thruth Custom Drums.

Album kedua mereka, Messengers dirilis pada 19 Juni 2007 dan terjual 90 juta kopi dan menempati peringkat 81 di Billboard 200.
Selama April hingga Mei 2008 August Burns Red melakukan tour bersama As I Lay Dying dan Misery Signals.
Sedangkan pada 27 Agustus hingga 12 Oktober pada tahun yang sama mereka melakukan tour bersama Skylit Drive, Sky Eats Airplane dan Greeley Estates.

Pada 2008 sendiri mereka melakukan tour Eropa.
Mereka berkunjung ke UK, Jerman, Norwegia, Swedia, Irlandia, Irlandia Utara, Belgia, Italia, Belanda, Slovakia, Ceska dan Prancis.
Band ini mengcover lagu 'Carol of the Bells' untuk Natal dan '...Baby One More Time' dari Britney Spears.

Mereka merilis lagu 'Chasing the Dragon' yang termasuk dalam EP 'Lost Messangers : The Outtakes' yang rilis pada 24 Februari 2009.
Pada Maret 2009 mereka berkunjung ke Timur Tengah untuk menghadiri Dubai Desert Rock Festival.

Pada 14 Juli 2009 album ketiga mereka, Constellations dirilis.
Kemudian mereka melakukan tour bersama Blessthefall, Enter Shikari, All Shall Perish serta Architecs dan Parkway Drive.
Mereka bersama Bring Me The Horizon serta A Day To Remember melakukan UK Tour pada Oktober 2009.
Dan pada 23 Februari 2010 album Constellations ditetapkan sebagai Best Rock Album oleh Dove Award.

Download Constellations Album

August Burns Red merupakan band yang terpengaruh oleh ajaran Kristiani.
Namun JB Brubaker menyatakan bahwa 'Kristiani merupakan kepercayaan kami dan bukanlah aliran musik, dan biarkan musik itu mengalir'.

Tuesday, August 24, 2010

Forever The Sickest Kids

Forever The Sickest Kids (FTSK) merupakan sebuah band rock (power pop / emo) yang berasal dari Texas, Amerika Serikat yang akan menjadi pengisi acara dalam Jakarta Jam 2010 bersama The Maine dan Hellogoodbye.


Personel Forever The Sickest Kids adalah :
Jonathan Cook - Lead Vocals
Caleb Turman - Lead Guitar
Austin Bello - Bass
Kent Garrison - Keyboard, Acoustic Guitar
Kyle Burns - Drums

Awalnya, Jonathan Cook dan Kyle Burns merupakan sahabat ketika SMA kemudian bertemu dengan Kent Garrison dan saudara tiri Kyle, Marc Stewart.
Kemudian Marc menghubungi Caleb Turman yang disarankan oleh Austin Bello untuk melakukan 'jam'.
Kemudian mereka bertemu untuk membentuk band tersebut.
Pada awalnya Caleb dan Austin bermain untuk Been Bradley.
Sedangkan Anggota yang lain bermain di The Flipside.
Pada akhir 2006 mereka sepakat untuk bergabung menjadi Forever The Sickest Kids.

Ketika Jonathan browsing ke PureVolume, secara tidak Ia sangka Ia harus mengeluarkan $350 ketika mereka belum memiliki sebuah lagu pun.
Kemudian mereka merekam sebuah lagu berjudul 'Hey Brittany' bersama produser mereka, Geoff Rockwell.
Tidak lama setelah lagu tersebut diposting, langsung mendapat respon positif dari banyak pengguna internet yang mendengarkannya.

Pada 24 April 2007 mereka bergabung dengan Universal Motown dan merilis EP, Television Off, Party OIn pada 3 Juli.
Single pertama mereka 'Whoa Oh!(Me vs Everyone)' dirilis pada 20 April 2008.
Sedangkan debut album mereka, 'Underdog Alma Mater' rilis pada 29 April 2008 dengan hit single 'She's a Lady' yang dirilis pada 14 Juli.
Forever The Sickest Kids kemudian menjadi band pendukung untuk All Time Low dan The Rocket Summer pada 14 Maret hingga 2 Mei 2008.
Mereka juga bermain bersama Metro Station, The Cab, Danger Radio dan The Maine.
Kemudain mereka diundang ke Tokyo untuk hadir dalam Summer Sonic Festival dan hadir di UK untuk 'menemani' Cobra Starship.

Download Underdog Alma Mater Album

Pada 7 Juli 2009 diputuskan untuk merilis album Deluxe Edition yang berisi lagu original, 17 lagu unrelease, demo dan akustik single.

Pada 26 April 2009 personel Forever The Sickest Kids, We The Kings dan The Tattle Tales dan beberapa orang terlibat insiden dengan Kepolisian Philadelhia ketika mereka mengisi acara Bamboozle Road Tour.
Travis Clark dari We The Kings mengatakan 'Philadelphia Cops just beat us up for nothing!'

Pada 17 November 2009 mereka merilis 1 dari 3 LP, yaitu The Weekend : Friday, The Weekend : Saturday dan The Weekend : Sunday.
Single pertama dari The Weekend : Friday adalah 'What Do You Want From Me?'
Rencananya The Weekend : Saturday akan dirilis pada 19 Oktober mendatang.

Download The Weekend : Friday

Lagu 'Whoa Oh!(Me vs Everyone) bekerja sama dengan produk Nerf.
Mereka juga bekerja sama dengan Selena Gomez.
Juga recycle lagu Taylor Swift 'Love Story'
Nah, buat penggemar Forever The Sickest Kids yang pengen nonton Jakarta Jam 2010 silakan nonton dan kasih kabar ya :D

Tuesday, August 17, 2010

Happy Independence Day

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-65 !!
Gue tahu, sebagai generasi penerus bangsa gue belum bisa memberi sesuatu untuk Indonesia.
Namun gue selalu berusaha seperti putra-putra bangsa yang lain yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah Internasional.
Dan gue harap kawan-kawan juga ingin memberikan yang terbaik bagi Indonesia.
Mulai sekarang, jangan bertanya 'Apa yang Indonesia beri untuk kita? Tapi apa yang sudah kita berikan kepada Indonesia?'

Kita tentunya merasa sedih dan miris melihat kondisi negara ini.
Beruntung bagi kita yang bisa memperoleh fasilitas yang memadahi seperti saat ini.
Namun secara tidak sadar kita mengeluh dengan apa yang kita dapatkan tanpa melihat kawan-kawan kita yang makan saja masih susah, minum saja sulit, dsb.
Bersyukurlah dengan apa yang tuhan berikan kepada kita dan berdoalah agar di usia yang ke 65 tahun ini Indonesia bisa menjadi lebih baik dalam segala bidang.

Terkadang Indonesia terlihat buruk di mata negara barat, dimana itu adalah paradigma dari pemerintahannya yang kapitalis.
Namun berbeda jika menilik dari sikap dan pemikiran dari orang-perorang atau individu-individunya.
Ini bisa kita lihat dari perhatian dan kepedulian dari artis-artis luar negeri yang mengucapkan 'Happy Independence day' kepada negara kita.
Gue merasa sangat terharu dengan sikap mereka yang masih sempat mengingat hari kemerdekaan Indonesia! :')

Artis itu antara lain ada Joel dan Benji Madden, Slash, Ricky sans dari 'Melee', Four Year Strong, Smashing Pumpkins, Joshua Randall dari 'Every Avenue', Tyson Ritter dari 'All-American Reject'.
Belum lagi ada Caleb turman dari 'Forever The Sickest Kids', Matt Heafy dari 'Trivium', Pat Kirch 'The Maine', Paul 'Boys Like Girls' dan Erza Koenig 'Vampire Weekend'.
Kemudian Aaron Wills alias P-Nut dari 311, Aaron Marsh dari 'copeland' hingga Michele Branch.
Ada juga Mae, Christian Bautista, Simple Plan dan Hello Goodbye.


mas-mas Simple Plan

mas-mas Smashing Pumpkins

Om Slash

Om P-Nut

Paul Boys Like Girls

Ricky Sans 'Melee'
Matt Heafy 'Trivium'

Aaron Marsh 'Copeland'

Pat Kirch 'The Maine'

Mae

Joshua 'Every Avenue'

mas-mas Hello Goodbye

Four Year Strong

Joel Madden

Caleb Turman 'Forever the Sickest Kids'

Michelle Branch

Benji Madden

Christian Bautista

Ezra 'Vampire weekend'

Tyson 'All-American Reject'

TaylorMomsen & the Pretty Reckless

Siapa sih Taylor Momsen?
Yap, dia adalah seorang cewek yang juga merupakan aktris, model dan juga musisi.
Cewek yang lahir di St. Louis, Missouri pada 26 Juli 1993 ini bermain di serial TV Gossip Girl sebagai Jenny Humphrey.
Bahkan Ia memulai karir aktingnya sejak umur 3 tahun dalam iklan 'Shake N Bake'. Sedangkan pada tahun 2000, Taylor Momsen memerankan Cindy Lou Who dalam film 'How The Grinch Stole Christmas'.
2 tahun selanjutnya, Ia memerankan Gretel dalam 'Hansel & Gretel'.
Di tahun yang sama, Ia juga berperan sebagai Alexandra dalam film 'Spy Kids 2 : The Island of Lost Dreams'.
Pada tahun 2006 Taylor Momsen tampil di film 'Saving Shiloh' dan tampil sebagai Molly dalam film keluaran Walt Disney, 'Underdog'.
Dan tahukah kamu, bahwa Ia sempat menduduki 3 peringkat teratas untuk cast sebagai Hannah Montana, namun sayangnya kalah oleh Miley Cyrus. Dan Ia kini lebih dikenal dalam serial 'Gossip Girl' sebagai Jenny Humphrey.

Sebagai model, Taylor Momsen telah bergabung dengan IMG Models sejak 14 tahun.
Ia juga menjadi model dalam British New Look untuk edisi Spring/Summer 2010 Collection.
Yang pastinya, pada 15 Juli 2010 lalu Ia menjadi model untuk brand milik Madonna, 'Material Girl'.

Sebagai musisi, Taylor Momsen dikenal sebagai vokalis band rock 'The Pretty Reckless'. The Pretty Reckless sendiri merupakan band rock yang berasal dari New York City bentukan Taylor Momsen dengan produser Khandwala dan seorang penulis lagu, Phillips pada Oktober 2008.

Kemudian pada tahun 2009 Ia benar-benar membentuk band bersama John Secolo, Matt Chiarell dan Nick Carbone sebelum akhirnya ketiganya dipecat oleh Momsen akibat tidak satu visi dalam bermusik.

Dan sekarang formasinya adalah :
Taylor Momsen - Vocalist
Ben Phillips - Guitar
Mark Damon - Bass Guitar
Jamie Perkins - Drums, Percussions

The Pretty Reckless akhirnya bergabung dengan Interscope Records.
Taylor Momsen mengaku bahwa mereka terpengaruh oleh musik dari The Beatles, Audioslave, Soundgarden dan Nirvana.
Sedangkan Momsen sendiri mengatakan bahwa Ia sangat ter-influence oleh Kurt Cobain, Debbie Harry, Joan Jett hingga Courtney Love.
Kemudian mereka merekam lagu seperti 'He Loves You' dan 'Zombie'.
Pada 30 Desember 2009 mereka merilis hits 'Make Me Wanna Die' untuk didownload secara ngratis yang juga merupakan soundtrack film 'Kick-Ass'.
Sebelum rilis album , mereka bermain untuk Vans Warped Tour 2010 dan Bamboozle Music Festival.
Mereka juga merilis EP berjudul 'The Pretty Reckless' pada 22 Juni 2010 lalu.
Album tersebut berisi 4 lagu seperti 'Make Me Wanna Die', 'Zombie', 'My Medicine' dan "Goin' Down".
Make Me Wanna Die rilis 17 Mei 2010 lalu dan menempati peringkat 1 di UK Rock Chart selama 6 minggu.
Sedangkan album, 'Light Me Up' berisi beberapa lagu seperti 'You', 'Miss Nothing', 'Just Tonight', 'Since You're Gone', dsb.
Rencananya album 'Light Me Up' akan rilis pada 30 Agustus di UK dan 31 Agustus di seluruh dunia.
Kita tunggu saja gebrakan Taylor Momsen selanjutnya.

Love You Girl :)

Vampire Weekend

Vampire Weekend merupakan sebuah band indie rock yang berasal dari New York City yang terbentuk pada 2006 dan bergabung dengan XL Records.
Anggota band ini adalah :
Ezra Koenig - Lead Vocals, Guitar
Rostam Batmanglij - Keyboards, Guitar, Backing Vocals
Chris Tomson - Drums, Perkusi
Chris Balo - Bass Guitar, Backing Vocals

Anggota band ini saling bertemu ketika masih di Columbia University, kemudian mereka memproduksi album sendiri setelah lulus.
Nama Vampire Weekend sendiri merupakan ide dari sang vokalis, Erza Koenig.
Nama itu awalnya adalah judul film amatir dari Erza Koenig.
Koenig dan sang drummer, Chris Tomson pertama kali kolaborasi sebagai anggota band komedi-rap, "L'Homme Run'.
Kemudian mereka bergabung dengan XL Records.
Mereka dimanajeri oleh Ian Montone yang juga manajer dari The White Stripes.

Akhirnya band ini memperoleh banyak perhatian, terutama melalui blog.
Musik mereka terdengar bergaya musik tradisional Afrika dan digabungkan dengan musik klasik bergaya Barat.
Seperti yang terdengar pada lagu 'Cape Cod Kwassa Kwassa' yang juga menempati peringkat 67 dalam 100 lagu terbaik 2007 versi majalah the Rolling Stone.

Pada November 2007, mereka mengadakan tour ke Belanda bersama The Shins.
Mereka juga dianugerahi sebagai band baru terbaik tahun 2008 oleh majalah Spin.

Debut album mereka yang juga berjudul 'Vampire Weekend' dirilis pada 29 Januari 2008.
Album ini meraih sukses di UK dan US.
Buktinya album ini langsung bisa menempati posisi 15 di UK album charts dan 17 di Billboard 200.
Sedangkan lagu mereka yang berjudul 'A-Punk' menempati peringkat 25 di Billboard Modern Rock chart.
Lagu 'A-Punk' juga menempati peringkat 4 dalam daftar lagu terbaik di tahun 2008 versi majalah Rolling Stone.
'A-Punk' juga digunakan sebagai lagu pembuka dalam sebuah acara di UK, 'The Inbetweeners' serta menjadi salah satu track di game Guitar Hero 5 dan Lego Rock Band.
Kemudian juga ada lagu 'Oxford Comma' dan 'Cape Cod Kwassa Kwassa' sebagai andalan.

Album kedua mereka, 'Contra' dirilis pada 11 januari 2010 di UK dan sehari berikutnya di US.
Sebelumnya, pada 5 Oktober 2009, mereka merilis lagu 'Horchata' sebagai free download melalui website mereka.
Sedangkan yang menjadi single pertama justru 'Cousins' yang dirilis pada 17 November 2009.
Untuk pertama kalinya, Vampire Weekend berhasil menembus peringkat 1 di Billboard 200.

Download Vampire weekend album

Sedangkan pada 9 Januari 2010 lalu, band ini melakukan pertunjukan dalam MTV Unplugged.
Video klip untuk single kedua, 'Giving Up the Gun' dirilis pada 18 Februari 2010 yang juga mengundang Joe Jonas, Lil Jon, RZA, jake Gyllenhaal dan Daft Punk sebagai kameo.
Single ketiga mereka, 'Holiday' dirilis pada 7 Juni 2010.
Sedangkan single mereka yang lain, 'Jonathan Low' menjadi salah satu soundtrack di film Twilight Saga : Eclipse.

Download Contra album

Selama Juni mereka berkelana di UK, seperti di Galastonbury Festival, Oxegen Festival, Latitude Festivals, dsb.
Sedangkan pada 30 Juli 2010 mereka bermain di Korea Selatan bersama Muse, Massive Attack, Pet Shop Boys, dsb.
Yang pastinya mereka akan datang ke Indonesia pada 24 Agustus 2010 besok!
Siap-siap untuk gempuran Vampire Weekend di Jakarta!