Monday, February 22, 2010

Facebook Rasa Pare

Akhir-akhir ini, gue merasakan apa yang namanya titik beku yang bisa mencapai -15 derajat celcius.
Hidup terasa stagnan, gak ada perubahan, gak bahagia, sial dan yang pasti dingin (yaiyalah -15 gitu!).
Entah apa gue yang tolol atau kehendak berkata lain??
Sebenarnya cuma ada 2 penyebab, yaitu facebook dan wanita!
Kok bisa?
Ya bisa aja.

Facebook menawarkan begitu banyak pilihan rasa, mulai yang rasa jeruk, rasa strawberry atau rasa coklat.
Dan gue tanpa sadar memilih rasa pare.
Yang begitu pahit rasanya.
Facebook banyak menyita waktu dan harta gue (yang notabene bisa buat beli yang lain).
Facebook juga lah yang membawa gue kepada kesialan yang lain, yaitu wanita.

100% benar adanya, gue PDKT ama mantan gue (entah secara sadar atau gak sadar) lewat facebook.
Yaa, kayak lagunya Gigi, 'berawal dari Facebook lamaku, kau datang dengan cara komen-komenan' (perasaan gak gitu ya liriknya?).
Nah, terus lanjut ke tahap lebih privacy dan seterusnya dan seterusnya.
Facebook juga lah yang memicu konflik dan kesalahpahaman.
Dan akhirnya pun (harus) berakhir.
Hal yang lumayan gue sesali dalam hidup ini, karena mantan gue itu gak menjalin hubungan yang baik dengan gue pasca-putus dan pergi dengan bangganya memiliki status 'Sarjana menyakiti orang lain'.

Jujur, sejak saat itu gue jadi banyak pikiran.
Sekolah kagak keurus, nilai banyak yang jeblok.
Penampilan kagak keurus juga (dari dulu emang gak keurus sih).
Sialnya gak seperti kebanyakan orang stres, berat badan gue gak turun, damn!

Lingkungan gak mendukung.
Ada kalanya beberapa temen (entah temen atau bukan namanya) yang rese' dan gak ngerti keadaan gue asal nyolot dan nambahin sakit ati.
Sama sekali gak membantu!

Gue berusaha berubah, merubah apa yang tidak seharusnya dilakukan menjadi harus.
Gue berusaha introspeksi, merenung dan berdoa seperti orang Hindu, percaya adanya karma.

Emang, gue udah menutup hati buat mantan gue itu dan gak mau ngejar-ngejar dia yang sama saja bikin dia seneng.
Tapi gue juga belum mau membuka hati buat orang lain.
Parahnya lagi, secara sadar, gue udah mengacuhkan sesorang yang berusaha menggapai perhatianku lagi.
Maafkan aku.
Aku masih butuh sendiri, gak mau terusik dengan nafsu dunia-yang benar benar menguras hati, pikiran dan harta.
Mungkin masa pemulihan ini memakan waktu sekitar 1-3 bulan lagi.
Dan aku butuh istirahat dan hiburan (yang tidak ada hubungannya dengan wanita yang bisa menggoda imanku).
God, help me please!

Ronaldowati is Back

Gimana rasanya kalo' sekolah banyak nuntut?
Musti gini musti gitu?!
Banyak aturan? Emang!
Aturan yang gak tertulis kadang dibuat-buat sendiri.
Udah pernah denger peribahasa 'Aturan ada untuk Dilanggar'?
Pedoman anak muda jaman sekarang tuh!!

Akhir-akhir ini sekolah gue 'sok ketat' gitu!
Ada RAZIA BADGE-NAME segala, padahal kan tinggal nanya 'Nama kamu siapa?' atau rada sopan dikit 'Heh Cuk, jenengmu sopo?'
Apa musti gue bawa Akte kelahiran?
Paling-paling ntar ditanya, 'Mau ke Posyandu, Mas?'
Karena di baju gue gak ada badge-name nya alias baju polos (dan males nge-jahit), gue harus bawa badge-name dan sebuah selotip bolak-balik buat nempelin ke baju.
Sebuah ide revolusioner dan penemuan terhebat selama satu dekade terakhir ini (ah... yo ora)

Terus ada juga RAZIA RAMBUT (khusus buat cowok, bencong gak dihitung).
Apa aja kriteria-nya tuh?
Rambut ketek lebih dari 5cm? Bulu kaki lebih dari 4cm? Bulu idung lebih dari 2cm?
Bukan, bukan rambut yang itu!!
Rambut yang di kepala.
Kriterianya?
Gak jelas, sesuai selera yang mau motong aja deh.
Yang pasti rambut udah nutupin leher itu pasti dipotong.
Rambut yang nutupin kuping juga dipangkas!
(untungnya kuntilanak gak sekolah di sekolah gue).

Bisa ditebak kan betapa hebohnya para siswa?
Ada yang pulang langsung potong rambut, ada yang gak potong terus di sekolah sembunyi, dkk, dll, dsb, dst.
Tapi gue heran sama satu orang yang udah bener-bener sakit syaraf nih.
Satu hari sebelum razia, seseorang bernama Irwan potong rambut plontos ala ABRI alias TNI.
Padahal walaupun rambutnya kagak dipotong pun dia juga gak bakal kena razia, soalnya rambutnya juga udah pendek.
Nih kalo' gak percaya.
Before.

After.


Tak pelak, model rambutnya yang baru menimbulkan kontroversi.
Banyak yang bilang 'okelah kalo beg beg beg beg..... (gimana nih gak bisa stop?)'.
Tapi banyak yang bilang 'mirip Upin dan Ipin', 'Mbah Kuncung', 'Ronaldowati' dan ejek-ejekan yang lain.
Tapi bagaimana pun penampilannya, dia tetap seorang Irwan yang........ MENJENGKELKAN!!
Hahahaha, piss Wan!!
Tetap praktek berdukun!!

I Am an Expert of ALAY !

Yaah.. gue emang memutuskan untuk tidak membahas tentang alay dan kawan-kawannya.
Tentang gaya sms, penampilan maupun hidup seseorang, gue gak mau mencampuri, karena itu hak mereka, suka atau gak suka.
Tapi bagaimana ketika anda melihat seseorang yang berkomentar tentang ALAY terlalu ALAY!?

Stop!!
Apa masalah lo Ric kok tiba-tiba ngomongin alay, gak ada angin gak ada ujan.
Gak mungkin ujan kalo gak ada mendung, kecuali udan tekek!!

Gue tergugah (tersindir tepatnya) oleh seseorang yang bernama-sebut saja Hukum-yang mendefinisikan apa itu alay.
Hukum mengatakan bahwa alay adalah ANAK LAYANGAN!!
Setau gue, anak layangan pertama kali digunakan oleh Andre saat lucu-lucuan di Facebook dan bukan definisi sebenarnya.
Mungkin Andre kalo' tau ini pasti ketawa sendiri.
(kalo' menurut Hukum, alay adalah benar-benar anak layangan, berarti GUE ALAY-karena gue suka main layangan waktu kecil)
Kemudian, dia menambahkan bahwa anak alay selalu berpenampilan berlebihan (berat badan gue berlebihan berarti GUE ALAY LAGI)
Yang terakhir, ANAK ALAY ADALAH ANAK YANG SUKA MEMAKAI KAOS BERGAMBAR BAND DAN SEPATU/SNEAKERS BUTUT.
Nah, berarti LAGI-LAGI GUE ALAY atau bisa dikatakan EXPERT OF ALAY.
Mungkin ketika di jalan gue memakai kaos FORGOTTEN dan memakai SEPATU CONVERSE yang udah BUTUT, gue bakal diteriaki 'ALAY'.
Coba deh bedakan antara ketidakmampuan membeli sepatu baru dengan 'mencoba jadi alay'.
Mungkin yang bilang 'Sepatu Butut adalah ALAY' adalah orang super duper kaya yang bisa minta uang secara bebas kepada PAPAH tercinta.
Kalo' gue punya duit, gue juga udah ganti tuh sepatu, toh pake sepatu butut selama ini gak ada komentar-kecuali orang yang GAK ALAY.
Sebagai anak yang punya malu buat minta duit (terus-terusan) ke Bapak atau Ibu gue dan mengandalkan duit hasil ngumpulin uang saku, gue gak terima dengan ucapan Hukum tadi.
Dan mungkin kalo' anak Hardcore yang suka nonton Gigs dengan pakaian seadanya tau pernyataan Hukum di atas akan sangat marah.
Karena sebuah identitas dan pilihan hidup tidak dapat dikatakan sebagai hal yang ALAY!
Apa memakai identitas atau account yang bukan merupakan identitas aslinya tidak termasuk ALAY? (misalnya Eric Katy Perry, Eric Napoleon Bonaparte, dsb.)
Apakah Hukum itu merasa dirinya SANGAT SEMPURNA dan LUPUT DARI ALAY??
Mungkin saja.
Karena menilai orang lain itu lebih mudah daripada menilai diri sendiri.
Begitu juga keburukan, layaknya kutu, kutu orang lain yang sangat kecil pun digaruk terus menerus, sebaliknya, kutu yang menumpuk pada diri sendiri sama sekali tidak terasa gatal.

Saturday, February 20, 2010

My Father is a Hooligan!

Waktunya muncul Pak.
Yo'i bro, waktu itu gue udah bahas who is my mother, sekarang suaminya donk!!

Ya, mungkin beberapa temen gue kenal siapa bapak gue.
Namanya Pak Sutidjan alias Pak Tidjan alias Pak TJ.
Seorang bapak yang amat sangat keras dalam mendidik anaknya.

Beliau waktu mudanya adalah pemain sepak bola yang cukup handal di kalangan klub di Kulon Progo.
Dan sekarang guru Olah Raga di SMP 1 Wates.

Beliau ngefans banget ama Man. United yang notabene gue paling anti soalnya gue True Blue (suporter Chelsea-red).
Dan tau darimana nama Eric diambil?
Ya dari Eric 'King' Cantona si nomor 7 dari Man. United itu!

Aku bangga dengan nama pemberian bapakku!!
Dan aku bangga dengan bapakku!!
Aku bangga dengan Cantona!!

Bapakku dan Aku

Like father like son.
Gue juga suka bola kayak bapakku.
Dan aku juga nyaman bisa ngobrol tentang bola sama Beliau.
Apalagi cerita tentang kejadian-kejadian sepak bola di masa lalu, terutama Liga Indonesia.

Ya, memang Liga Indonesia kurang ter-ekspose sejarahnya.
Dan bapakku adalah salah satu saksi hidup persepakbolaan Indonesia.
Dan aku bisa bertanya kepada Beliau tentang sejarah itu.

Beliau pernah berkomentar ketika Bonekmania bertindak anarkis beberapa waktu lalu.
'Asline ki ora mung Bonek wae sing nyok ngrampas ki, Aremania barang ki mbiyen yo ho-oh. Pas aku ndelok lawan PSS kae, wah remuk-remukan, dho dijarah kae'

Terus beliau juga berkomentar ketika beberapa suporter Persijap Jepara dilempari oleh pendukung PSIS,
'Penonton e Persijap dibandhemi pas nang Semarang, ket mbiyen e karangan wis an'

Kemudian komentar Beliau tentang perseteruan antara tim-tim Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang),
'Mbiyen ki suporter e PSIS ki kerep tawur kok karo Brajamusti. Wong mbiyen ki saben ono mobil plat Semarang mlebu Jogja ki langsung disandera nek ora yo dibandhemi'

Beliau juga tau benar tim-tim mana yang 'berkawan' dan bermusuhan.
Gue jadi curiga.
Apa bapak gue juga ikut?
Jangan-jangan bapak gue waktu muda adalah seorang Hooligan??
Apakah memang Bapak gue adalah seorang Brajamusti waktu muda dulu? (tiap ada pertandingan PSIM beliau suka dengerin di RRI)
Suporter garis keras yang tidak ingin tim kesayangannya kalah??
Kalau pun benar, aku sangat bangga bapakku adalah seorang Hooligan. :D
Dan membagi pengalaman dan pengetahuannya kepada anaknya ini. :)
Viva la Ultras!!

Tetaplah jadi Bapak yang jadi panutan anakmu!! :))

Friday, February 12, 2010

Felis Cumplenaos, Tierra Lobos !

Romantisme mengalir di antara air percintaan,
deras menjerat kita,
menyegarkan dahaga dari luka dan dusta,
Gemrecik suara hati inginkan pasti,
Di lautan ini kisah kasih kan terpatri.


Sebuah puitisasi untuk ulang tahun Serigala Tanah yang pertama.
Ya, gue menginginkan kisahku dan serigala tanah akan tetap berlanjut layaknya cinta yang kekal.
Tepat 12 Februari 2009 lalu, blog ini muncul dengan nama bukan serigala tanah.
Namun layaknya sebuah grup band yang meretas karir, ada kalanya gonta-ganti personil, bahkan ganti nama pun tak jarang terjadi.
Itu juga yang dialami serigala tanah, berawal dengan alamat eric-thehaters.blogspot.com, kini bertransformasi menjadi serigalatanah.blogspot.com,
dan Serigala Tanah pun telah menjadi identitas juga bagi gue, Eric Setyo Nugroho.

Benar, blog ini memang baru satu tahun, namun rasanya sudah bertahun-tahun gue merawat web pribadi gue ini, lebih lama dari hubungan pribadi gue.
Namun blog ini tak akan ada artinya tanpa kehadiran orang-orang yang sangat men-support blog ini untuk tetap hidup.
Pertama, mungkin gue bakal berterima kasih kepada Annisa Fauziah Septiani yang udah memperkenalkan gue kepada blog.
Jujur, gue pertama kali tertarik sama blog yang dimiliki Zizi {Thanks ya Zi ((: , maaf selama ini, aku gak pernah marah lho)
Kemudian Bos Heru dan Ibnu yang banyak memberi dukungan dan ide-ide terhadap blog ini.
Kemudian kepada Ade Garinta alias Gee, yang udah banyak banget ide dan inspirasi dalam bikin blog ini, :)
Buat temen-temen blogging yang lain, kayak mas Ega alias Primebound (semoga lulus UN dengan nilai yang baik), Nanda Mahardika, Hendi, Dotta dan blog-blog revolusioner lainnya.
Terima kasih juga buat anak-anak XE tahun ajaran 2008/2009 dan XI IA3 tahun ajaran 2009/2010. Juga anak-anak IX C tahun 2007/2008.
Juga buat friends Serigala Tanah yang mengikuti perkembangan blog ini, kayak Delicia, Nia, Dhana alias Encore, Anugrah, Mbak Nova dan Fauzi aksel, Faninda, Megga My Sista, Widi rival abadi gue, Rina Ranti, si kembar Rara dan Vivi, Praga, Putri Cahyaningtyas, dll.
Juga yang selalu jadi inspirasi, kayak Ibu gue, Sovie, Pinasti Anjarsiwi alias Pipin, Ajun, Dinda, Azi, Dewi Lestari, Savina Clanir Hutadjulu, kalian sangat inspiratif!!

Terima kasih banyak buat semua dukungannya!!
Semoga Serigala Tanah panjang umur selalu, :)
Wish U All the Best, Tierra Lobos !

Monday, February 8, 2010

Madam Ossy

Anda percaya ramalan, kartu tarot, kartu remi, kartu kredit dan sebagainya? (apaan?!)
Anda percaya dukun, ahli tafsir bahkan Madam Sahara, Madam Kalahari dan Madam-madam dari gurun lainnya?
Gak usah dijawab, karena saya gak butuh jawaban anda, hehe.
Ini tentang apakah saya sudah diindoktrin dengan ilmu ramal meramal??

Memang awalnya hanya sesosok alien dari luar orbit bernama Irwan Nur Indriyanto alias Mbah Irwan yang 'gemar meramal'.
Kadang tebakannya berbuah kebenaran, namun tak jarang berbuah durian, bahkan semangka dan berbagai tipu daya.
Mungkin asal, mungkin kebetulan, mungkin naluri atau mungkin memang bisa, gak ada yang tau.
tapi apa jadinya jika guru anda menyelipkan unsur ramal-meramal ke dalam materi pembelajaran anda? Sesat kah?

Itu lah yang dilakukan Bu Ossy, guru Bahasa Indonesia gue.
Beliau mengusik keasikan saya membaca novel Supernova bagian pertama. (nyolong-nyolong baca pas pelajaran, hehe)
Beliau menjelaskan kesusasteraan lama, teutama ilmu yang mendukung sastra tersebut.
Ada ilmu meramal, ilmu firasat, tabir mimpi, ilmu rajah dan ilmu kedut.
Kalo kata Djaja Miharja sih 'Apaan tuh??' (matanya sambil merem sebelah).
Ilmu meramal adalah ilmu untuk meramal.
Ilmu firasat adalah ilmu yang dinyanyikan Marcell.
Tabir mimpi adalah temennya tabir surya.
Ilmu rajah yaa.. deket-deket ama seni rajah tubuh lah.
Ilmu kedut?? No comment lah, haha.

Bu Ossy juga menjelaskan tentang ilmu rajah, terutama melalui garis-garis tangan (khususnya tangan kiri).
Beliau mengatakan bahwa ada 3 garis yang dominan di telapak tangan kita, jika garis yang paling kiri dan yang tengah menyatu berarti jodoh kita tidak terlalu jauh.
Bisa saja sahabat kita, teman dekat kita, teman lama kita atau siapa pun yang memang dekat dengan lingkungan kita.
Lalu gue melihat-lihat di sekitar gue, dalam hati 'siapa ya kira-kira jodoh gue? Apa dia?' (gara-gara garis kiri dan tengah di telapak tangan gue nyatu, haha)
Tiba-tiba Bayu berteriak 'MANTAAAAAN'.
Dlam hati 'Oh no, don't remember me about her, i still love her' (mantan sing endi iki? haha).

Okay, yang tadi itu gak begitu penting.
Yang paling membuat gue bingung adalah : apakah Bu Ossy membuka praktek ramal-meramal di kediamannya??
Terus gue bilang ke Bayu, 'mungkin kalo lagi kerja namanya Madam Ossy'
Hahahahaha, kita terpingkal membayangkan bu Ossy memakai kerudung yang kayak Rieka Roeslan pakai, bola-bola ajaib, lipstick ungu, eyeshadow berlebihan, dan kawan-kawannya itu.
Terus Bayu menanggapi, 'jangan-jangan kita salah masuk sekolah nih? Sekolah sihir?'
Gue balas menanggapi, 'Sekolahnya bener, tapi jurusannya yang salah, ini jurusan perdukunan, hahaha'.
Enough.. Enough..
Gak baik ngomongin orang lain (emangnya selama ini tulisan lo gak ngomongin orang lain Ric?).
Tetap belajar yang rajin tanpa menghilangkan rasa humor anda, oke?

Tuesday, February 2, 2010

Mata Air : A New Prince

Masih ingat dengan posting pertama gue mengenai 'Mata air'?
(yang belum pernah baca, mending baca dulu biar tau jalan ceritanya, klik di sini)
Ya, blog gue emang pertama kali posting tentang bus bobrok yang selalu meresahkan dan menjadi mimpi buruk di tiap-tiap siang hari gue.
Nah, menjelang ultah Serigala Tanah yang pertama ini, kira-kira kayak gimana ya kondisi bus itu?
Bisa dibilang ini adalah sekuel dari cerita bus tersebut.
Kalo' boleh kasih judul, gue kasih judul 'Mata Air : A New Prince' (maksa banget).

Jeng jeng !
Menurut 2 responden terpercaya gue, yaitu Bos Heru dan Ibnu, Mata Air berubah drastis. (Gue diketawain sama Ibnu gara-gara nanya tentang keadaan Mata Air, damn!)
Tampilannya jadi fresh, mengikuti trend terkini, disesuaikan pasar dan melayani permintaan konsumen (apa-apaan nih?).
Oke-oke, emang sih nggak se-nyaman kalo naik pesawat terbang atau Komotra (red-angkot ala Bali).
Namun menurut 2 ajudan saya tersebut, bus tersebut memiliki cat baru yang lebih kinclong, layaknya mainan anak kecil yang baru keluar dari plastiknya.
Warnanya juga terlihat lebih nge-jreng dan cerah kayak stabilo warna ijo.
Tidak ada tulisan apa-apa lagi dan hanya ada tulisan 'Sahabat' di bagian kaca depan bus (sekarang udah 'Sahabat', gak 'sah bat' lagi)
Mungkin dengan seperti itu bus ini kepingin tobat dan menuju ke jalan yang benar, mencari 'sahabat' sebanyak-banyaknya, hahaha.
Dan yang paling mengguncang jagad persilatan adalah.......
jeng jeng !
kernet bus-nya udah ganti boy!! (give a standing applause please!! plok plok plok)
Kernet sialan yang selalu memancing emosi saya itu sudah tidak mendapat mandat untuk mengawal bus tersebut lagi.
Wahh, layaknya buang air setelah menahannya seharian, saya sangat lega dengan keputusan tersebut.
Give thanks to God and Big smile for it, :)))

Tapi, masih tersimpan pertanyaan yang terus menginvasi pikiran gue.
Bagaimana dengan kondisi bagian dalamnya? Apa masih buluk? kalo kata Tukul seh, apa kursinya masih 'sobek-sobek'? Dan yang pasti apa sopirnya masih sama? Dan satu lagi, jangan-jangan kernet yang sekarang lebih parah??
Langsung saja kita cari tahu.
Jawaban yang saya dapatkan dari Ibnu adalah jawaban yang kurang memuaskan.
Pertama karena sopirnya belum ganti.
Berarti masih ada seorang troublemaker yang setidaknya bisa mengganggu pandangan mata, haha.
Kedua, dia malah jawab :
'Sorry, aku gak pernah naik bus itu lagi, jadi gak tau dalemnya kayak gimana! kalo pengen tau, mending kamu hadang aja di Ngeplang dan rasakan khasiatnya!'
Nenek lo salto?
Khasiat apaan? Emang jamu?
Gue ogah naik bus itu lagi, trauma berkali-kali, huhuhu.

Oke, mungkin itu adalah edisi kedua dari Mata Air.
Kita nantikan saja cerita tentang 'Mata Air, Kernet Bangs*t dan Pencarian Cinta sang Sopir' edisi ketiga (judul macam apa lagi nih?).
Gue yakin kalo dibikin film bakal ngalahin Harry Potter, Twilight, bahkan Trilogi Lord of the Ring?
Siapa tau kan?

Fenomena Mati

Di akhir 2009 lalu marak banget yang namanya bunuh diri alias mati suka-suka kita (istilah mana tuh?).
Emang banyak banget motivasi dalam bunuh diri.
Mungkin karena emang gak kuat banget buat ngadepin masalah dalam idupnya yang udah parah gila.
Juga ada yang bunuh diri cuma sebagai kedok buat ngancem orang lain biar keinginannya kesampaian.
Misalnya gak dibeliin mobil sama bokapnya, terus ngancem 'kalo gue gak dibeliin mobil jenazah gue gak mau kuliah! Gue mau nyemplung ke sumur, biar naik mobil jenazah sekalian!'.
Atau karena cinta ditolak, 'Kalo lo gak terima cinta gue, gue bakalan bunuh diri nih'. Ya, kalo gue sih terserah aja, yang namanya cinta pan gak bisa dipaksa, hahaha malah gak kasih solusi namanya.
Bisa juga bunuh diri cuma pengen numpang terkenal aja.
Manjat2 tiang listrik tegangan tinggi, nunggu ampe banyak orang dateng yang empati sama dia, baru setelah apa yang dia mau sampein kelar, turun deh.
Bayangin aja kalo yang nglakuin kayak gitu calon Bupati atau calon Kades?
Manjat tiang listrik, banyak yang dateng karena kasian, terus tiba-tiba ambil towa terus bilang 'sodara-sodara, daerah kita butuh sosok pemimpin baru, jadi pilih saya. jangan lupa nomor 2'.
Kalo ada yang kayak gitu timpukin aja pake sendal atau batu, oke?

Tapi kalo' yang serius menekuni dunia per-bunuh diri-an akan melakukan hal tersebut dengan maksimal.
Punya hati yang kuat, gak setengah-setengah, gak bimbang antara hidup dan mati, dosa atau enggak.
Nah, memang bunuh diri gak sembarangan dan butuh teknik.

Ini dia beberapa trik dan tips jika ingin bunuh diri:
1. cari pohon besar, tinggi, tangga dan tambang.
Jangan sekali-kali gantung diri di pohon cabe, lo gak bakal mati, orang lo masih mijak di tanah. hahaha,
Tambang juga perlu diperhatikan, jangan pake karet!! Bisa melar soalnya, emang mau main tali?

2. Cari gedung tinggi.
Loncat dari gedung tinggi ke bawah, gak usah ragu-ragu, terutama kepala duluan.
Kalo kaki jatuh duluan lo gak bakal mati, lo malah bakal menderita gara-gara patah tulang,haha.

3. Pinjem pistol tetangga.
Coba tembakkan pistol ke arah kepala, jantung atau bahkan alat vital lainnya.
Kalo masih hidup ya mungkin keajaiban, hahaha.

4. Potong nadi.
Pastikan pisau untuk motong nadi tajem, jangan tumpul.
Dan yang pasti kamu belum pernah ikut debus, bayangin aja, debus gak bakalan mati walaupun dibacok pake kapak, samurai atau apa pun itu.hahaha.

5. Mix and Match
Pernah minum obat terus setelah itu minum sprite?
Kalo belum pernah, coba ambil beberapa tablet bodrex terus minum 2 botol sprite sekaligus.
Dijamin gak bakal ngerasa sakit lagi seumur idup, soalnya mati duluan, hahahaha.

6. Nonton Persebaya main pake atribut Arema.
Ini yang paling halal alias gak dosa plus dijamin langsung mati ditempat.
Bayangin aja di tengah kerumunan Bonekmania, kamu pake atribut Aremania sendiri terus nyanyi-nyanyi 'di sini bukan bonek-bonek a*u'.
Langsung deh, mereka ngroyokin kamu, nginjek-injek kamu, mukulin kamu, paling-paling pulang tinggal nama.
Hahaha,

Tapi jangan pernah lakuin apa yang disebutkan di atas.
Malu-maluin aja!!
Masa depan masih panjang bung, soal cewek masih banyak!! harta juga bisa dicari! apa lagi?
Lo musti inget kalo surga dan neraka itu ada, yang namanya bunuh orang lain aja dosa besar, apalagi diri sendiri?
Positif aja, masih banyak orang yang butuh kita, kita masih bisa jadi orang yang lebih baik di masa depan.
Think positive!! (sumpah, gue dapet kata-kata ini sepintas aja, Terima kasih Ya Tuhan)