Monday, February 22, 2010

Facebook Rasa Pare

Akhir-akhir ini, gue merasakan apa yang namanya titik beku yang bisa mencapai -15 derajat celcius.
Hidup terasa stagnan, gak ada perubahan, gak bahagia, sial dan yang pasti dingin (yaiyalah -15 gitu!).
Entah apa gue yang tolol atau kehendak berkata lain??
Sebenarnya cuma ada 2 penyebab, yaitu facebook dan wanita!
Kok bisa?
Ya bisa aja.

Facebook menawarkan begitu banyak pilihan rasa, mulai yang rasa jeruk, rasa strawberry atau rasa coklat.
Dan gue tanpa sadar memilih rasa pare.
Yang begitu pahit rasanya.
Facebook banyak menyita waktu dan harta gue (yang notabene bisa buat beli yang lain).
Facebook juga lah yang membawa gue kepada kesialan yang lain, yaitu wanita.

100% benar adanya, gue PDKT ama mantan gue (entah secara sadar atau gak sadar) lewat facebook.
Yaa, kayak lagunya Gigi, 'berawal dari Facebook lamaku, kau datang dengan cara komen-komenan' (perasaan gak gitu ya liriknya?).
Nah, terus lanjut ke tahap lebih privacy dan seterusnya dan seterusnya.
Facebook juga lah yang memicu konflik dan kesalahpahaman.
Dan akhirnya pun (harus) berakhir.
Hal yang lumayan gue sesali dalam hidup ini, karena mantan gue itu gak menjalin hubungan yang baik dengan gue pasca-putus dan pergi dengan bangganya memiliki status 'Sarjana menyakiti orang lain'.

Jujur, sejak saat itu gue jadi banyak pikiran.
Sekolah kagak keurus, nilai banyak yang jeblok.
Penampilan kagak keurus juga (dari dulu emang gak keurus sih).
Sialnya gak seperti kebanyakan orang stres, berat badan gue gak turun, damn!

Lingkungan gak mendukung.
Ada kalanya beberapa temen (entah temen atau bukan namanya) yang rese' dan gak ngerti keadaan gue asal nyolot dan nambahin sakit ati.
Sama sekali gak membantu!

Gue berusaha berubah, merubah apa yang tidak seharusnya dilakukan menjadi harus.
Gue berusaha introspeksi, merenung dan berdoa seperti orang Hindu, percaya adanya karma.

Emang, gue udah menutup hati buat mantan gue itu dan gak mau ngejar-ngejar dia yang sama saja bikin dia seneng.
Tapi gue juga belum mau membuka hati buat orang lain.
Parahnya lagi, secara sadar, gue udah mengacuhkan sesorang yang berusaha menggapai perhatianku lagi.
Maafkan aku.
Aku masih butuh sendiri, gak mau terusik dengan nafsu dunia-yang benar benar menguras hati, pikiran dan harta.
Mungkin masa pemulihan ini memakan waktu sekitar 1-3 bulan lagi.
Dan aku butuh istirahat dan hiburan (yang tidak ada hubungannya dengan wanita yang bisa menggoda imanku).
God, help me please!

No comments: