Monday, February 8, 2010

Madam Ossy

Anda percaya ramalan, kartu tarot, kartu remi, kartu kredit dan sebagainya? (apaan?!)
Anda percaya dukun, ahli tafsir bahkan Madam Sahara, Madam Kalahari dan Madam-madam dari gurun lainnya?
Gak usah dijawab, karena saya gak butuh jawaban anda, hehe.
Ini tentang apakah saya sudah diindoktrin dengan ilmu ramal meramal??

Memang awalnya hanya sesosok alien dari luar orbit bernama Irwan Nur Indriyanto alias Mbah Irwan yang 'gemar meramal'.
Kadang tebakannya berbuah kebenaran, namun tak jarang berbuah durian, bahkan semangka dan berbagai tipu daya.
Mungkin asal, mungkin kebetulan, mungkin naluri atau mungkin memang bisa, gak ada yang tau.
tapi apa jadinya jika guru anda menyelipkan unsur ramal-meramal ke dalam materi pembelajaran anda? Sesat kah?

Itu lah yang dilakukan Bu Ossy, guru Bahasa Indonesia gue.
Beliau mengusik keasikan saya membaca novel Supernova bagian pertama. (nyolong-nyolong baca pas pelajaran, hehe)
Beliau menjelaskan kesusasteraan lama, teutama ilmu yang mendukung sastra tersebut.
Ada ilmu meramal, ilmu firasat, tabir mimpi, ilmu rajah dan ilmu kedut.
Kalo kata Djaja Miharja sih 'Apaan tuh??' (matanya sambil merem sebelah).
Ilmu meramal adalah ilmu untuk meramal.
Ilmu firasat adalah ilmu yang dinyanyikan Marcell.
Tabir mimpi adalah temennya tabir surya.
Ilmu rajah yaa.. deket-deket ama seni rajah tubuh lah.
Ilmu kedut?? No comment lah, haha.

Bu Ossy juga menjelaskan tentang ilmu rajah, terutama melalui garis-garis tangan (khususnya tangan kiri).
Beliau mengatakan bahwa ada 3 garis yang dominan di telapak tangan kita, jika garis yang paling kiri dan yang tengah menyatu berarti jodoh kita tidak terlalu jauh.
Bisa saja sahabat kita, teman dekat kita, teman lama kita atau siapa pun yang memang dekat dengan lingkungan kita.
Lalu gue melihat-lihat di sekitar gue, dalam hati 'siapa ya kira-kira jodoh gue? Apa dia?' (gara-gara garis kiri dan tengah di telapak tangan gue nyatu, haha)
Tiba-tiba Bayu berteriak 'MANTAAAAAN'.
Dlam hati 'Oh no, don't remember me about her, i still love her' (mantan sing endi iki? haha).

Okay, yang tadi itu gak begitu penting.
Yang paling membuat gue bingung adalah : apakah Bu Ossy membuka praktek ramal-meramal di kediamannya??
Terus gue bilang ke Bayu, 'mungkin kalo lagi kerja namanya Madam Ossy'
Hahahahaha, kita terpingkal membayangkan bu Ossy memakai kerudung yang kayak Rieka Roeslan pakai, bola-bola ajaib, lipstick ungu, eyeshadow berlebihan, dan kawan-kawannya itu.
Terus Bayu menanggapi, 'jangan-jangan kita salah masuk sekolah nih? Sekolah sihir?'
Gue balas menanggapi, 'Sekolahnya bener, tapi jurusannya yang salah, ini jurusan perdukunan, hahaha'.
Enough.. Enough..
Gak baik ngomongin orang lain (emangnya selama ini tulisan lo gak ngomongin orang lain Ric?).
Tetap belajar yang rajin tanpa menghilangkan rasa humor anda, oke?

2 comments:

Eick said...

Bu Ossy is the Best !

Kyoto McPhow said...

haha...apik kwi, ngonku yo kon nyatet ilmu ramal meramal dlm kesusasteraan lam !