Tuesday, February 2, 2010

Mata Air : A New Prince

Masih ingat dengan posting pertama gue mengenai 'Mata air'?
(yang belum pernah baca, mending baca dulu biar tau jalan ceritanya, klik di sini)
Ya, blog gue emang pertama kali posting tentang bus bobrok yang selalu meresahkan dan menjadi mimpi buruk di tiap-tiap siang hari gue.
Nah, menjelang ultah Serigala Tanah yang pertama ini, kira-kira kayak gimana ya kondisi bus itu?
Bisa dibilang ini adalah sekuel dari cerita bus tersebut.
Kalo' boleh kasih judul, gue kasih judul 'Mata Air : A New Prince' (maksa banget).

Jeng jeng !
Menurut 2 responden terpercaya gue, yaitu Bos Heru dan Ibnu, Mata Air berubah drastis. (Gue diketawain sama Ibnu gara-gara nanya tentang keadaan Mata Air, damn!)
Tampilannya jadi fresh, mengikuti trend terkini, disesuaikan pasar dan melayani permintaan konsumen (apa-apaan nih?).
Oke-oke, emang sih nggak se-nyaman kalo naik pesawat terbang atau Komotra (red-angkot ala Bali).
Namun menurut 2 ajudan saya tersebut, bus tersebut memiliki cat baru yang lebih kinclong, layaknya mainan anak kecil yang baru keluar dari plastiknya.
Warnanya juga terlihat lebih nge-jreng dan cerah kayak stabilo warna ijo.
Tidak ada tulisan apa-apa lagi dan hanya ada tulisan 'Sahabat' di bagian kaca depan bus (sekarang udah 'Sahabat', gak 'sah bat' lagi)
Mungkin dengan seperti itu bus ini kepingin tobat dan menuju ke jalan yang benar, mencari 'sahabat' sebanyak-banyaknya, hahaha.
Dan yang paling mengguncang jagad persilatan adalah.......
jeng jeng !
kernet bus-nya udah ganti boy!! (give a standing applause please!! plok plok plok)
Kernet sialan yang selalu memancing emosi saya itu sudah tidak mendapat mandat untuk mengawal bus tersebut lagi.
Wahh, layaknya buang air setelah menahannya seharian, saya sangat lega dengan keputusan tersebut.
Give thanks to God and Big smile for it, :)))

Tapi, masih tersimpan pertanyaan yang terus menginvasi pikiran gue.
Bagaimana dengan kondisi bagian dalamnya? Apa masih buluk? kalo kata Tukul seh, apa kursinya masih 'sobek-sobek'? Dan yang pasti apa sopirnya masih sama? Dan satu lagi, jangan-jangan kernet yang sekarang lebih parah??
Langsung saja kita cari tahu.
Jawaban yang saya dapatkan dari Ibnu adalah jawaban yang kurang memuaskan.
Pertama karena sopirnya belum ganti.
Berarti masih ada seorang troublemaker yang setidaknya bisa mengganggu pandangan mata, haha.
Kedua, dia malah jawab :
'Sorry, aku gak pernah naik bus itu lagi, jadi gak tau dalemnya kayak gimana! kalo pengen tau, mending kamu hadang aja di Ngeplang dan rasakan khasiatnya!'
Nenek lo salto?
Khasiat apaan? Emang jamu?
Gue ogah naik bus itu lagi, trauma berkali-kali, huhuhu.

Oke, mungkin itu adalah edisi kedua dari Mata Air.
Kita nantikan saja cerita tentang 'Mata Air, Kernet Bangs*t dan Pencarian Cinta sang Sopir' edisi ketiga (judul macam apa lagi nih?).
Gue yakin kalo dibikin film bakal ngalahin Harry Potter, Twilight, bahkan Trilogi Lord of the Ring?
Siapa tau kan?

No comments: