Thursday, April 29, 2010

Camping

Oke, sekarang gue mau nostalgila alias mengenang masa lampau gue sebagai pelajar yang kurang patut dicontoh.
Kalo' kata Bu Ossy, ini adalah rangkuman dari kisah 3 hari kemping waktu SMP yang penuh kebodohan.

Okay, start from the beginning.
Waktu itu kita-kita masih kelas 2 SMP.
Pagi-pagi buta (ya gak sebuta si buta dari gua hantu sih), kita musti kumpul di halaman SMP 1 Wates unit 2.
Ngumpulin barang-barang dan energi, ngangkut sana ngangkut sini, malah kayak gusuran satpol PP.

Pas berangkat, kita musti naik truk-truk yang 'bersedia' ngangkut kita.
Ya, siapa ya gak takut kalo' jalanannya naik turun kayak jet coaster?
Mungkin kalo' ada sapi yang diangkut pake truk dia bakal bilang 'Laillaha ilallah, ampuni dosaku Ya Allah' (gak gitu juga kayaknya).

Pas nyampe, kita musti nurunin barang-barang kita, baru bikin tenda, mandi, dan kawan-kawan.
Pas bikin tenda, sumpah, gue mending mati aja dah.
Gapura tenda gue jelek banget, cuma pake 4 bambu, 2 bambu vertikal dipaku ama 2 bambu horizontal.
Belum lagi pagar tenda kami lebih parah dari kandang kambing.
Cuma pake bambu kecil-kecil yang dibelah jadi 4 kemudian ditanam di tanah tanpa pola.
Kalo' gitu caranya mah anjing bisa masuk kapan aja.

Oh iya, gue belum kenalin siapa anggota regu gue.
Regu gue adalah BADAK, siapa aja anggotanya? ini dia :
1. Rahmat Sulistyawan sebagai ketua
2. Nanda Mahardika sebagai Wakil ketua dan lebih sering jadi ketua karena Rahmat jarang berangkat.
3. Takdir Hari Mukti sebagai sekretaris
4. Gue sebagai bendahara (hahaha, ra meyakinkan)
5. Muhammad Dian Aditya sebagai anggota
6. Ardianto Yuda Nugroho sebagai anggota
7. Heru Setyana sebagai anggota
8. Ahmad Muflikhul Muna sebagai anggota
9. Yan Aftariawan sebagai anggota

Ya, istilahnya regu gue cuma 'turahan' alias sisa, jadi orangnya bodoh-bodoh, hahaha.
Walaupun gitu, regu gue tetep kompak.
Satu gak masak nasi, kompak kagak makan semua. Satu bikin mie goreng, minta semua.
Ya itu lah, kompak yang merugikan.

Tiap malam regu kita gak pernah tidur di tenda, tau kenapa? Ya, tendanya malah pada dipake buat main remi sama Tito cs (kakaknya Fito).
Kasian tuh Bos Heru musti tidur di dapur bareng garam dan tempe, gue numpang di tendanya Dio (makasih yo Toyo Jr.).
Jujur, regu gue parah banget.
Waktu survival, kita dituntut buat bisa bikin masakan darurat.
Kita bikin tempe bakar yang ditusuk pake kayu seadanya dan dibakar di atas parafin, baru ditaburin garam.
Darurat sih darurat, tapi gak gitu juga kali!
Kelompok lain ada yang bikin singkong gula merah, ubi bakar lah, pokoknya lebih berkelas dari kita!!

Waktu lomba masak lebih parah lagi.
Si Yuda sama Dian ditugasi masak karena gak ikut suvival.
Mereka bikin nasi goreng yang parahnya minta ampun.
Saking parahnya, itu lebih keliatan kayak bubur karena kebanyakan minyak!!!
Terus mereka bikin mie goreng, ya walaupun gak mungkin menang, tapi paling gak bukan nasi goreng bubur minyak.
Eh, pas bikin mie goreng, jurinya udah nyamperin tenda kita.
Dan bodohnya, Yuda dan Dian gak tau kalo' jurinya udah dateng.
Bodohnya lagi, nasi goreng bubur tadi ditaroh di depan pintu masuk, jadi otomatis yang dinilai tuh nasi goreng!!!
BODOH!!!
Belum lagi, abis masak turun hujan.
Komprnya gak dimatiin, pikir mereka berdua tuh kompor bakal mati kesirem air hujan.
Ternyata enggak, terus mereka tutup pake tenda.
BODOHNYAA LAGIII, kompor belum dimatiin udah dikrukupin tenda.
Bolong tuh tenda!! Dasar 2 makhluk Goblok!!

Tapi dibalik kebodohan itu, kita sukses dalam 2 bidang.
Yaitu bikin layang-layang dan lomba karaoke.
Gue dan Yuda bersedia buat ikut lomba layang-layang.
karena otak kita busuk, gue bawa 2 kerangka layang-layang dari rumah.
Di sana tinggal pasang kertas dan benang.
Alhasil kita dapet juara dua!! horee!!
Kita cuma kalah dalam segi pewarnaan.

Di tempat lain, Nanda Mahardika yang dipaksa buat ikut karaoke akhirnya dapet juara dua!!! Plok plok plok!
Tau gak dia nyanyi apa?
KANGEN BAND yang judulnya USAI SUDAH.
Entah juri macam apa yang milih Nanda jadi juara 2, padahal (ehm..) suaranya jelek banget, apalagi lagunya!!

Di hari terakhir sebelum pulang, kita musti bersih-bersih tenda.
Tau apa yang terjadi, ada yang menemukan Changcut alias Celana dalam.
Terus ada yang teriak teriak, 'iki wek e sopo?'
ada yang nyaut 'Sigiiiiit! Siggiiiiit!!'
Tinton malah nyaut 'Nanda Mahardikaaaaaa'
Sumpah, lucu banget. Tapi yang pasti itu bukan sempak gue, hehehehe.

Itulah dinamika yang terjadi di dunia Kepramukaan yang semakin busuk.
Terima kasih.

Straight Edge

Dikutip dari wikipedia.com
Straight Edge adalah sebuah gaya hidup, filosofi dan pergerakan anak muda yang menganut anti penggunaan narkoba, penggunaan minuman beralkohol, merokok dan hubungan sex bebas (casual sex), walaupun pergerakan garis keras yang lebih dalam mereka menghidari penggunaan obat secara menyeluruh (termasuk penggunaan secara medis) dan mereka mempercayai bahwa sex tidak untuk berganti-ganti pasangan.

Straight edge hanyalah sebuah motivasi hidup untuk tidak merusak diri sendiri dengan mengkonsumsi zat-zat/ hal-hal yang dianggap berbahaya untuk diri sendiri dan penyikapannya kembali kepada kontrol individu. Gaya hidup straight edge mencoba untuk memberikan alternatif baru di scene punk/ hardcore yang sangat identik dengan kebiasaan mabuk dan kerusuhan.

Banyak orang yang mengklaim bahwa dirinya seorang penganut faham ini karena mereka ingin mengontrol kehidupan mereka, berontak dari budaya penggunaan narkoba, menghindari diri berhubungan dengan narkoba, mereka menyaksikan efek negatif dari penggunaan narkoba dalam keluarga atau teman-teman, atau bahkan bisa pula untuk membedakan diri. Filosofi utama yang dibawakan oleh penganut faham ini adalah penggunaan narkoba terhadap lingkungan sosial dan krisis moral yang bisa menyebabkan hancurnya rumah tangga, bisnis dan khususnya kehidupan anak-anak remaja.

Ide tentang straight edge ini sebenarnya sudah ada di dalam lagu-lagu band protopunk tahun 70-an yakni The Modern Lovers. Namun istilah Straight Edge dicetuskan oleh band Minor Threat, band ini disebut sebagai dasar gaya hidup ini, dalam sebuah lagu mereka yang berjudul Straight Edge.

"Straight Edge" adalah sebuah lagu band Minor Threat dalam album EP pertama, mereka membantu menginspirasikan sebuah gerakan yang lurus (Bahasa Inggris straight edge). Lagu ini terlihat panggilan untuk pantang dari konsumsi alkohol dan narkoba - sebuah hal baru dalam musik rock, yang pada awalnya ditemukan hanya selingkup kecil, tetapi didedikasikan pada band-band berikutnya. Lagu ini berdurasi hanya 46 detik dan terdiri dari dua bait lirik.

Lirik utamanya adalah bagaimana band ini menghadapi berbagai penyalah gunaan narkoba seperti methaqualone, kokain, ganja, dan inhalant dan kehinaan bagi orang-orang yang menggunakan terlalu banyak obat-obatan, suatu hal yang umum selama dipertunjukkan underground. Lirik pada bait kedua yang mereka bawakan adalah mereka tidak akan memaksakan untuk memakai narkoba.

Pergerakan straight edge yang telah diikuti oleh beberapa orang sebenarnya tidak disangka oleh vokalis Minor Threat Ian MacKaye, ia menyatakan sejumlah kali bahwa dia tidak memiliki tujuan untuk membuatnya menjadi sebuah gerakan.


Huruf X adalah simbol yang paling dikenal dari straight edge, yang umum dipakai sebagai tanda di punggung kedua tangan, tetapi bisa juga ditampilkan pada bagian tubuh lainnya. Beberapa pengikutnya dari straight edge ada juga yang dimasukkan simbol ke dalam pakaian dan pin. Menurut sejumlah wawancara yang dilakukan oleh wartawan Michael Azerrad, logo "X" straight edge dapat dilihat jejaknya dalam pelaksanaan pada acara singkat band Teen Idles yaitu U.S. West Coast tour tahun 1980.[1] Teen Idles telah dijadwalkan untuk bermain di Mabuhay Gardens San Francisco, tetapi ketika band tiba, manajemen klub menemukan bahwa seluruh band ini masih di bawah umur minimum dan karena itu mereka ditolak masuk ke dalam klub tersebut. Sebagai kompromi, manajemen menandai tiap kedua tangan anggota band Idles' dengan logo hitam besar "X" sebagai peringatan kepada seluruh staf klub agar tidak memberikan alkohol ke mereka. Setelah kembali ke Washington DC, band ini diberikan sistem yang sama oleh klu-klub lokal sebagai maksud membolehkan para remaja untuk masuk kedalam klub untuk menyaksikan acara musik tanpa memberikan alkohol kepada mereka. Tanda itu secepatnya diasosiasikan dengan gaya hidup straight edge. Dalam beberapa tahun, pada acara musik dan bahkan di klub-klub dansa telah memulai mengadopsikan sistem ini.

Sebuah variasi melibatkan trio X's (xXx) berasal dari hasil karya seni yang dibuat oleh drummer Minor Threat yaitu Jeff Nelson, yang mana Jeff menggantikan tiga bintang dalam bendera Washington DC kampung halaman mereka menjadi X.[2] Istilah ini terkadang dipendekkan dengan mencantumkan X dengan kependekkan istilah dari straight edge menjadi "sXe". Dengan analogi, hardcore punk terkadang dipendekkan menjadi "hXc". Simbol ini dapat digunakan sebagai sebuah jalan untuk membedakan sebuah band atau seseorang yang menganut faham straight edge, dengan menambahkan huruf didepan dan belakang nama band, contoh band 'xFilesx'.

Walaupun pada awalnya secara musikal, band-band straight edge terdengar tipikal, di pertengahan tahun 80-an musiknya mulai berkembang dan meluas sesuai dengan karakter band masing-masing. Era “Youth Crew” lahir ketika band-band hardcore punk Straight Edge mulai menjamur dan akhirnya mereka memiliki kecenderungan untuk bersatu membuat pergerakan dan media sendiri untuk menyebar luaskan gaya hidup straight edge. Namun bukan berarti mereka tidak manggung bersama band-band yang non-straight edge. Mereka justru lebih mengedepankan semangat persatuan. Suatu komunitas yang lahir karena memiliki sudut pandang yang sama: yaitu menyukai musik punk/ hardcore sebagai bagian dari subkultur yang tercipta saat itu. Gorilla Biscuits, Judge, Bold, Youth of Today mereka adalah beberapa band yang menonjol di era “Youth Crew”.

Ternyata seiring perkembangannya, straight edge mulai berkaitan juga dengan perihal pergerakan animal rights, vegan dan vegetarian. Youth Of Today adalah band yang paling lantang menyuarakan perihal hak-hak dan perlindungan terhadap hewan, vegan dan vegetarian pada tahun 1988. Dalam lirik lagu “No More”, Ray Cappo vokalis Youth Of Today menekankan tentang pandangannya terhadap hak-hak hewan dan vegan: “Meat-eating, flesh-eating, think about it/ so callous this crime we commit”. Sampai akhirnya banyak band yang menyuarakan hal yang sama dan hampir semua band di akhir tahun 1980-an di Amerika dan Kanada menyuarakan tentang hak-hak hewan dan kekejaman terhadap hewan. Namun bukan berarti juga bahwa seorang vegan/ vegetarian itu adalah seorang straight edge, begitu juga sebaliknya. Menjadi vegan/vegetarian bukanlah sebuah keharusan di dalam gaya hidup straight edge. Vegan dan vegetarian hanya bagian dari perkembangan straight edge itu sendiri dan semua kembali kepada pilihan masing-masing individu.


Di dalam perkembangannya, straight edge juga sempat ternoda dengan beberapa militan dari band straight edge itu sendiri dan band yang paling menonjol dengan sikap garis keras dan militannya adalah Earth Crisis. Setelah gaya hidup straight edge sempat berkembang sampai ke perihal vegan/vegetarian pada akhir 80′an, di awal tahun 90′an bermunculan band-band yang mengadopsi paham serupa namun mereka cenderung lebih militan. Militan disini mereka cenderung picik, mudah menuduh, minim toleransi terhadap non-straight edge dan berpotensi melakukan kekerasan.[5] Mereka berpikir bahwa dengan metode gerakan yang keras dan militan akan lebih efektif dalam mempromosikan hidup bersih, padahal hal tersebut justru menjadi bomerang bagi mereka sendiri dan tentunya straight edge saat itu sempat tercoreng dan mulai menjadi bahan cemoohan di kalangan underground.


Seiring dengan jalannya waktu dan lahirnya band-band baru, cap negatif terhadap straight edge berangsur-angsur pulih. Komunitas dan band-band straight edge tahun 2000′an mempersatukan kembali kultur punk rock kepada kondisi awalnya yang lebih toleran terhadap komunitas dan band-band lain yang non-straight edge. Kalangan straight edge mengalami pendewasaan, mereka sudah berbaur di satu panggung dengan band-band yang non-straight edge. Mengingat straight edge adalah gaya hidup yang lebih ke arah pilihan pribadi. Band-band straight edge yang menonjol di tahun 2000-an diantaranya adalah Allegiance, Black My Heart, Casey Jones, Champion, Down to Nothing, Embrace Today, The First Step, Have Heart, Righteous Jams, Throwdown, xTyrantx, Fight Everyone dan Stick to Your Guns.

Warning : Ujian Nasional

Ini bukan AIDS, juga bukan Pocong.
Namun ini sangat menakutkan, lebih menyeramkan daripada ayah kalian yang sedang marah.
Atau lebih buas dari singa yang diganggu saat tidurnya.
Ya, ini dia Ujian Nasional.
Momok yang 'ditakuti' semua siswa SMP maupun SMA dan sederajat.

Ujian Nasional begitu populer di masyarakat sosial.
Bukan hanya karena 'wajib ada' di tiap tahunnya, tapi juga dampak yang ditimbulkan dari adanya Ujian Nasional.
Selain itu kontroversi selalu mengiringi jalannya Ujian Nasional.
Pihak yang diuntungkan dengan adanya Ujian Nasional pasti akan berkoar bahwa Ujian Nasional harus dilaksanakan tiap tahun.
Namun, bagi yang khawatir dengan dampak negatif UN, pasti akan menolak.

Di negara manapun tentu menginginkan kualitas SDM-nya lebih baik dari negara lain.
Pun Indonesia, dengan adanya UN diharapkan mampu 'mendorong' siswa jadi lebih 'berkualitas'.
Niat baik itu pun bak gayung bersambut.
Di luar pemerintahan, Bimbingan Belajar berlomba-lomba memanfaatkan hal ini.
Entah Les privat, Primagama, Neutron, atau tempat bimbingan lain pasti jadi tujuan umum.
Bagaimana jadinya jika UN dihapuskan dari sistem pendidikan Indonesia?
Ribuan bahkan jutaan masyarakat akan terkena imbasnya dan jadi pengangguran.
Pemerintah kembali harus bertanggung jawab.

Di sisi lain, jika harus dilaksanakan UN (lagi), banyak pihak yang menentang.
Dari siswa yang tentunya takut dengan momok Ujian Nasional, hingga mahasiswa yang membela hak anak.
Sekedar membayangkan, apakah 3 tahun perjuangan di SMA hanya ditentukan lewat beberapa hari?
Istilahnya : sia-sia!
Belum lagi orang tua yang pastinya menginginkan anak-anaknya lulus akan ikut berusaha mendukung, baik materiil, moril, memasukkan ke bimbingan dan pastinya doa.
Apesnya lagi, jika ada yang tidak lulus, dampaknya tidak kecil.
Dari hukuman sosial hingga frustasi dan dapat menimbulkan kematian.
Ada lagi jika nanti menimbulkan banyak pengangguran, pemerintah lagi yang harus bekerja keras.

Presentase kelulusan DIY sementara ini menurun dari tahun lalu.
Entah faktor apa yang menyebabkan hal tersebut.
Mungkin ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua, agar menjadi lebih baik.
Semoga angkatan 2011 dapat lulus 100%.
Kita berusaha sebaik mungkin, mempersiapkan diri sebaik mungkin dan selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ya Allah, semoga kami semua dapat lulus dalam menghadapi Ujian Nasional. Amin...

Thursday, April 22, 2010

Surga

Siapa sih yang gak kepengen masuk surga?
Pasti semua agama menuntun umatnya menuju Surga dan kenikmatan di akhirat.
Nah, itu yang akhir-akhir ini selalu di pikiran gue dan temen-temen ngobrol gue.
PENGEN MASUK SURGA!!

Entah malaikat apa yang membisiki kita untuk berniat seperti itu.
Tapi anggap saja hal ini sebagai penyemangat kita buat menuju nikmat di alam sana.

Di dalam pembicaraan kita selalu membicarakan, 'Wah nek nang Surga ki kepenak yo'.
Atau bilang, 'wah nek nang Surga ora sumuk ngene ki yo?'
Kita juga selalu berdoa, 'semoga kita semua bisa masuk Surga, amin'

Bahkan Olip ampe bener-bener pengen berubah.
Dia pengen masuk pondok pesantren gan!!
Mengejutkan tapi gak masalah buat gue, selama itu membawa kebaikan buat dia, ya gak? :)

Bayu juga mengajak gue buat Sholat Dhuha (sumpah, jarang-jarang nih gan!).
Terus gue jadi keinget pas SMP.
Waktu istirahat rajin banget Sholat Dhuha.
Selain (ehem..) mencari nilai agama, juga mencari pahala dan doa agar lulus Ujian Nasional waktu SMP.

Terus gue juga diceritain sama Bayu.
Kata dia, si Vio mulai inget sholat.
Vio yang sangar dan sangat metal pun mulai ingat agama, haha.
namun Vio juga berkomentar, 'Ning yo nek kon sholat 5 waktu pancen angel'.
'Tapi nek mung kon pisan pindho yo iso aku,' lanjutnya.

Hahahaha, mungkin beberapa orang saja yang mengalami hal ini.
namun bukan hanya sekedar berangan saja untuk bisa mencapai Surga, namun juga diimbangi dengan tindakan yang nyata.
Menjauhi hal-hal buruk yang dapat mengurangi nilai pahala dan memperbanyak amal sholeh.
Ayo kita masuk Surga!
(Posting ini ditulis dengan kesadaran 100%, bukan ngelantur, tidak ada rekayasa dan ditulis dengan penuh keseriusan)

buon compleanno, Nadya !

Lagi-lagi, kali ini posting spesial, this is Sweet Seventeen!
Selamat ulang tahun buat salah satu sahabat terbaikku, Nadya Herlangga Rahmadani alias Dani.
Semoga panjang umur, sehat selalu, diberi rejeki selalu, tambah pinter, tambah rajin, tambah gendut (jangan kurus-kurus).
Selalu berbakti sama pak Suryo Budoyo sama bu Novi, sayang sama kakak dan adeknya.
Terus jangan tambah tinggi ya, udah cukup segitu, T__T
Pokokmen wish you all the best wae lah Dan!!

Friday, April 16, 2010

Tripping Bukan Stripping

Okey para penggemar Serigala Tanah (kalo' ada ya), minggu ini fully-red-days alias libur total, gan! (jarang-jarang nih Wiro Sableng kasih libur panjang).
Ya, kalo' para pemain sinetron disibukkan dengan syuting stripping, anak sekolah yang libur malah banyakan yang tripping alias liburan.
Tapi kalo' gue boro-boro tripping, ampe rambut kriting juga gak ada liburan, bisa-bisa malah sinting.

Kalo' libur gak nasional malah jadi ajang hura-hura buat bapak gue.
Kenapa, yaiyalah, Bapak gue mending pake motor yang sering gue pake (walaupun cuma Supra-X) daripada Astrea 80-an. (hehe, Piss Fath)
Terus, pacar juga kagak ada.
Mending kalo' ada, bisa diajak main, kalo' gue yang ada malah main jalangkung.Kalo punya pacar bisa nonton film bareng di bioskop, kalo' gue paling-paling nonton adu cupang sama nonton kecelakaan.
Nah, karena gak punya kerjaan, gue ditugasi sama Bapak gue buat ......
Jeng-jeng.... bikin KTP.
Ya, karena 21 Maret lalu gue udah 17 tahun, mau nunggu apa lagi?
Kalo' pemilu udah bisa milih, kalo' mau kawin juga boleh (tapi ama siapa?).
Tapi gue sempet dilema pas hari itu karena tiba-tiba ada sms laknat yang bunyinya,'Nanti kumpul di tempat Mega jam 10'.
Hash, ini apaan lagi sih si Reni?
Gue bilang jujur kalo' gue mau nyari KTP dan gak ada motor di rumah dan gue minta pertemuan diundur!!
Namun Reni tetap bersih-bersih, eh maksudnya bersikukuh dengan pendapatnya.Dengan sambil terus melihat ke arah jam tangan Bapak gue, gue was-was bakal telat dateng.
Nah, setelah KTP tercipta, gue langsung sms Ibnu buat menghampiri gue.

(For Your Info : bikin KTP cuma bayar 5000 rupiah dan berlaku ampe 5 tahun!! That's Great!!)
Setelah Ibnu mengampiri gue, kita melesat cepat bagai kilat yang baru disunat dan anunya kumat.
Tiba-tiba Reni sms, 'Nek wes tekan sms aku, mengko tak enteni nang Cangakan'Nih bocah hobi banget ama yang namanya Cangakan yak?!
Setelah menunggu lama di depan distributor gas 3 kiloan dan terlihat (benar-benar) kayak orang hilang, gue pun melihat 2 cewek lesbi yang menjemput (hehe, just kid).

2 orang yang jemput gue

Trek yang dilalui pun seperti padang sabana di Gabon dan Zimbabwe.
Akhirnya pun sampai di rumah Pak Ngadilan alias rumahnya Mega.
Gue disambit 3 anak kecil yang (ehem) mecicil-mecicil dan properti masak-masakan yang berserakan.

Yang satu cewek (adeknya mega), dan yang 2 cowok (tetangganya).
Sumpah, nih anak kayak kakaknya, kalo' main sama cowok-cowok, sukanya merintah-merintah.
Belum lagi tingkah lakunya, amit-amit Ya Allah, gelo pisan euy!! Hehe,

Terus langsung kita rapat tentang drama Korea (drama doang sih, gak pake Korea).
Ternyata di sana udah ada Rina dan Lala, gak tau si Tinky Winky ama Dipsy kemana.
Jebulnya, konsep drama secara garis besar udah dibikin, dan gue cuma dapet matengnya aja.
Dimana salah satu adegannya gue harus melakukan percakapan seperti ini :
A : 'Apa bedanya kawin ama nikah?'
B : 'Sama aja kan?'
A : 'Ya beda donk!!'
B : 'Kalo' nikah udah sah, kalo kawin belum?'
A : 'Salah'
B : 'Terus?'
A : 'Kalo nikah pake surat, kalo kawin pake urat!!'

Maaf, sebenarnya naskah tersebut hanya fiktif belakang bukan di depan.
Kemudian soal Mega dan rumahnya, gue bingung dateng ke sana buat ngapain (selain pengen tau rumahnya Mega).
Ternyata dateng cuma liat naskah, ngobrol, minum, becanda, pulang.
Dan pas pulang gue nanya sama Ibnu, 'mau ki mung diabsen po yo Nu?'
Ngek-ngok.

Joyeux Anniversaire, Ma Soeur !

Felis Cumpleanos buat My Beloved Sister, Mega Puspitasari alias Sapi Mimisan.
Semoga di ulang tahun yang ke 17 ini menjadi hari yang super spesial dan menjadi tonggak di hari-hari berikutnya.
Semoga sehat selalu, berbakti sama orang tua, sayang adek-adeknya, tambah lucu, tambah aneh aja, tambah (astaghfirullah) cantik, cepet jadian sama a*un* dan sukses selalu.
Terus yang perlu dikurangi adalah : antop dan penabokan bokong!!
Okelah, pokoknya wish u all the best!! :)

Go Away Sundae Wage!

Silakan anda percaya atau tidak, gue adalah orang yang percaya takhayul.
Takhayul ya, bukan tuyul!!
Entah emang kenyataan atau cuma sugesti gue (hashh... gek to the point wae!!!)
Ya, mendekati hari Minggu Wage, gue biasanya mendapati kesialan secara continue.

Udah dari dulu banget nget nget nget.
Gue merasakannya sejak SMP tapi gue lupa kelas berapa.
Yang pasti pas ujian Nasional SMP itu menjelang Minggu Wage.
So, ketika gue ditanya Mr. Ranto alias guru Bahasa Inggris yang super konyol,
'Piye Ric, kok bahasa Inggris ora oleh 10?'
Dengan enteng gue menjawab,
'Lha karang ngarep e neptuku e, Pak!' (baca : hari kelahiran, misal Selasa Kliwon, Rebo Legi, dsb).
Pak Ranto pun membalas kilat,
'Halah, jaman saiki ijeh ono bocah sing percoyo koyo ngono, hahaha'

Dan menjelang Minggu, 11 April 2010, kesialan menghinggapi diriku (apa aja gue lupa, haha)
Dari gagal menang lawan kelas XC yang berkesudahan 3-3 dan leg-2 belum ditentukan kapan.
Kemudian, SGRT yang 'mengeroyok' kelas gue dengan berondongan cacian dan makian.
Dan yang terakhir paling fatal, lupa bayar pajak motor (apa kata dunia?)

Beberapa hari sebelumnya, Bapak gue nanya kapan tanggal Pajaknya.
Gue liat di STNK tanggal 11 April 2010.
Bokap gue mengira tanggal 11 adalah hari senin dan gue pun tersugesti begitu saja.

Nah, pas hari Minggu gue baru sadar kalo' hari itu tanggal 11.
Dan gue bertanya sama Bapak gue, bayarnya berapa.
Sontak, Bapak gue nanya 'saiki tanggal pira?'
Aku jawab, '11'
'Haduuhh..., kena denda ki!!'
Aku tanya, 'ngopo?'
'Lha nek minggu ki kantor e tutup!!' jawab Bapak gue bingung.
*Ngek-ngok*

Ternyata Kiamat 2012 itu cuma gosip belaka.
Toh, buat gue kiamat adalah tiap Hari Minggu Wage!!
Persetan!!

Model Iklan Gery Pasta diganti!!

Bosan liat iklan Gaery Pasta dengan model Baim dan kakaknya?
Gue punya model baru neh yang cocok dan tidak kalah lholhok.
Ini dia dua bocah liar yang suka main ke rumah Bulik gue (sebagai Babysitter).Mecicil, Gembeng, Perampok dan Mecicil.Bagaimana tidak?
Sukanya makan di tempat Bulik gue tanpa aturan (padahal ortu mereka gak pernah kasih anggaran buat 2 anak itu).
Yang gede (baca : Puput namanya) sukanya pacaran sama Enung.
Dan yang kecil (baca : namanya Dila), sukanya ikut-ikutan plus nangis, hadeeh..


Puput dan Dila



Puput pacaran sama Enung!!


Gue yang suka sebel ngeliat mereka, pernah gue sekap mereka!! hahaha,

Makanya mereka sangat cocok buat iklan Gery Pasta yang selanjutnya.
Dan kalo Puput+Dila udah turun pamor, gue bakal undang Fa'i dan Haris, tunggu aja tahun 2012, haha.

Saturday, April 10, 2010

So Long, Wall of Shares

Goodbye Wall of Shares alias Dinding curhat.
Ya, hari Jum'at kelabu 9 April 2010, dimana menjadi hari Jum'at (yang Sok) bersih.
Seorang Pria berinisial SGRT masuk kelas bawa sapu sawang (baca : buat bersihin langit-langit).
Gue udah membatin 'Nah, mbok diresiki sing resik yo le!'.
Awalnya sih cuma bersihin bagian depan kelas, tapi dia mundur ke belakang (yaiyalah, masa' mundur ke depan?).
Tiba-tiba dia bersuara kresek-kresek yang kurang jelas.
Mungkin kalo' di-slow motion dia kayak bilang 'iki kok akeh coretan e tembok e?'.
Lantas dia juga bilang, 'siapa wali kelasnya?'.
Kita jawab Pak Kendar, terus si SGRT kayak memarahi Pak Kendar.

Usut punya usut, kita gak bersalah, apalagi Pak Kendar yang cuma jadi wali kelas.
Terus si SGRT nanyain gue sebagai wali kelas, 'kok iso akeh coretan e? Kowe sakdonge ngont(r)ol kelasmu!'
Terus gue jawab, 'Pak, itu dari du...' (tiba-tiba SGRT ambil Pisau buat motong omongan gue, cras!)
'Halah, rasah kakehan dalih, pokoke piye carane ben ora reget banget, kelas kok reget banget'
Weits, udah dua kali ini SGRT memotong omongan gue sebelum gue rampung ngomong, Per*etan!

Inilah bukti matinya kebebasan berbicara, terima kasih para Eksekutif.

--------

Behind the Scene :
Temen-temen menebak-nebak kenapa SGRT mencak-mencak.
Salah satunya adalah tulisan yang entah ditulis oleh siapa, yang bunyinya adalah 'G** = Viking Anj***, G** = Bonek El**'
Padahal kalo' guru sliwar-sliwer gak pernah mempermasalahkan ada tulisan apa di sana.
Toh yang make kelas gue banyak banget, soalnya buat Moving Class.
Belum lagi kelas lain BUANYAAAAK BANGEEEET corat-coret.
Kenapa juga sebelum Ujian Nasional semua kelas gak dicat ulang? Biar bersih semua!? Apa gak punya uang?! Masa' sih??
Ya, bisa aja Eksekutif kita gak punya duit, entah kenapa.

Padahal di dinding itu banyak banget tulisan yang ditinggalkan oleh pendahulu kita.
Ada yang nulis 'Ramadhan, Yaah.. Ra Madhang!'.
Ada yang nulis contekan, 'Pemilu adalah... bla.. bla.. bla..'
Ada yang cuma nulis 'Met Paskah', 'Dibalik Tubuh yang sehat terdapat celana dalam yang kuat', 'Bukan tembok sekolah jika tak ada coretan', 'Hamil usia muda', dsb.
Ada juga ramalan Piala Eropa 2008 (Gak mungkin kan kita yang nulis, tahun 2008 aja baru lulus SMP).
Banyak juga yang promosi nomor HP, walah-walah...

Udahlah, jangan salahkan guru, jangan salahkan siswa.
Jika siswa mendapatkan pelayanan yang baik, gue yakin gak bakalan ada yang namanya protes atau corat coret di tembok.
Namun sebaliknya, jika siswa merasa dirugikan atau dibodohi, mereka akan protes.

Curhat Sebel-Sebelan

Temen-temen serigala tanah, gue kali ini mau curhat, kalo' gak mau baca silakan gak usah baca, oke?

Akhir-akhir ini gue bener-bener benci yang namanya sekolah.
Bukan apa-apa, bukan bosen ama pelajarannya, tapi bosen ama orang-orangnya.
Banyak yang bikin sebel, bacot sana, bacot sini.

Pertama gue sebel banget ama orang yang 'ngalor-ngidul' alias 'ela-elu' alias plin-plan.
Awalnya bilang A, tapi waktu ada hal tertentu yang kemudian mengubah pendapatnya dan bilang B.
Gak pernah konsisten.

Ada juga yang sukanya nunjuk-nunjuk (bahasa Jawanya : makak-makakke).
Gue benci banget orang kayak gitu, sama sekali gak punya solidaritas, mending diem aja!!
Terutama kelas gue yang sekarang, sukanya mbacot nunjuk-nunjuk (Yaah.. walaupun yang mbacot juga BANYAK yang dari XE, perlu disebutin?)
Gak perlu disebutin, biar sadar sendiri!!
Kalo' gak sadar? Gak punya solidaritas dan gak punya ati!!
(Gue bersimpati sama Mega, Fito, Irwan dan Bayu yang gak pernah nunjuk-nunjuk).

Gue lagi sebel sebelnya sama orang yang gak sadar diri.
Why oh why??
Misalnya ngejek orang yang pake' 'alay', tapi eh ternyata dia sendiri malah pake nama yang dia bilang 'alay'.
Banyak yang kayak gitu.
Tapi mereka gak sadar karena mereka gak punya cermin buat melihat itu, tau kenapa?
Karena cerminnya udah pecah duluan sebelum sempat melihat kejelekan dirinya.
F*cked Up!!

Ada juga orang yang ngerasa sok asik padahal dia sendiri gak asik.
Kesannya cuma kayak sok eksis.
Kayak 'sok menceramahi' tentang suatu hal yang kesannya jadi 'sok tahu'.
Kayak sok tau tentang kamera, sok tau tentang style, sok tau tentang distro, dsb.
Mending bloko (baca : apa adanya).
Jujur gue gak tau gimana caranya make laptop, jadi gue mending nanya gimana caranya (tapi nanya-nya sama orang yang 'sok bisa').
Gue juga dulunya gak tau JEC itu dimana, gue juga mending nanya sama yang tau, dan dia gak sok tau.
Biarin dibilang ndeso, yang penting gak menipu orang lain apalagi diri sendiri.

Terakhir (tapi bukan yang terakhir), adalah orang yang suka makan temen.
Bukan Sumanto, toh Sumanto aja udah sembuh.
Misalnya A tau kalo' gue suka sama B, tapi A malah suka mesra-mesraan sama si B.
Pernah terjadi waktu SMP, salah satu temen gue merangkul cewek yang gue suka!!
Damn, emang gak punya ati!!!
Dan sekarang hal tersebut hampir kejadian lagi (tapi bukan sekolah di SMA gue).

Yaaah, emang gue gak bisa ngapa-ngapain, cuma diem dan ndongkol.
Gue males ngeladenin orang-orang di atas, terutama ama cewek yang banyak bacot.
Thanks orang orang menyebalkan yang udah memberi ide buat nulis blog.

Indonesian's Invasion

Pernah liat gedung ini?
Pernah muncul di serial Mr. Bean ketika malam natal.
Ya, Harrods namanya, adalah sebuah mall mewah yang terletak di tengah kota London. Mulai dari tanggal 8 April hingga sebulan ke depan, sederet etalase di Harrods akan diisi produk-produk unggulan dari Indonesia. Tulisan “Remarkable Indonesia” berjajar di sepanjang kaca etalase yang berisi kain batik, furnitur, perhiasan, gunungan wayang kulit, wayang golek, berpadu warna-warni ditutup pojok etalase berlatar belakang candi Borobudur.

Priatna, warga Indonesia dari Brussel yang sedang berlibur di London mengungkapkan kebanggaannya, “Berdiri di luar, melongok ke kaca etalase Harrods London kali ini, tidak hanya Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris merangkap Irlandia, Yuri O Thamrin yang patut berbangga, tetapi sebagai orang Indonesia yang melintas di super mall mewah Harrods-London ini pantas bangga dan berdecak. Ternyata barang dan produk Indonesia kelihatan bagus, mewah terpajang di tempat bergengsi ini”.

Adalah Dwiki Miftah, Koordinator Fungsi Konsuler merangkap Head of Chancery KBRI London yang berjasa membawa Priatna menengok Indonesia’s Corner di Harrods-London ini.

“Menghadirkan Indonesia di super-mall Harrods yang terkenal ke seluruh penjuru dunia adalah langkah promosi terobosan mengundang pelancong melihat Indonesia dari sudut kota London. Puluhan ribu pelancong dan warga Inggris sendiri setiap hari berduyun mendatangi Harrods. Berkunjung ke London tanpa ke Harrods terasa tidak lengkap. Esensi dan peluang itu yang kita tangkap”, kata Duta Besar RI untuk Inggris dan Irlandia, Yuri O Thamrin.

Kerjasama KBRI London, Kementerian Perdagangan, Kementerian Budaya dan Pariwisata-Jakarta mengusung Indonesia masuk ke pasar Harrods adalah langkah maju yang sepatutnya juga dilakukan di banyak tempat.

Tidak hanya lewat etalase, gala dinner, tapi juga struk/bon tanda bukti pembayaran belanjaan di Harrods bertuliskan Remarkable Indonesia “Visit the Food Hall to sample Indonesian Cuisine and see Indonesia Fashion, Art, and Design, in the Exhibition Windows”, bisa menjadi kenangan indah yang istimewa dan mahal harganya.

Sunday, April 4, 2010

Krosing

Kali ini gue mau menceritakan kisah yang cukup menjijikkan.
Jadi gue melabeli post ini dengan R (remaja) dan BO (Bimbingan Orang Tua).
Jadi dimohon adek-adek yang masih kecil m
inta ditemenin orang tuanya ya?

Cerita ini berrmula ketika pel
ajaran matematika, gue merasa bosan banget (siapa sih yang gak bosan, terutama sama dedengkotnya?)
Tiba-tiba ada yang ngetok-ngetok pintu perut gue.
Tok tok tok, begitu bunyinya.
Bukan karena gue lapar karena belum makan 5 hari 5 malam, bisa liat kan badan gue segede gaban.

Tapi ini kebalikannya, suatu rutinitas yang waktu kelas 10 gue sering alami, yaitu Crossing.
Bukan, ini bukan crossing bola atau zebra crossing ya, ini hanya singkatan dari 'kroso ngising' (biar l
ebih keren ditulis pake ejaan Bahasa Inggris).

Ya, biasanya sebelum mandi gue boker dulu, biar lebih plong pas mau berangkat sekolah.

Entah ada kerikil atau batu bata apa yang nyumbat saluran pencernaan gue buat ngeluarin pisang ini (baca : kuning-kuning).
Walhasil, gue gak bisa ngeluarin dan pasrah sebelum berangkat.
Dan gue sempet berpamitan kepada ibu gue, 'Aku malah kepising e bu'.
Ibu gue malah menjawab 'nang sekolahan langsung golek WC'.

Lanjut ke cerita krosing di waktu matematika.
Jujur, dalam keadaan biasa aja gue gak bis konsen ama matematika, apalagi pada kondisi krosing.
Jadinya gue cuma bisa ngeluh sama Bayu, Bowo ama Bos Heru.
Eh mereka malah becandaan, jadinya p
erut gue makin kerasa pengen keluar alias mucuk.
Mereka menyarankan gue buat boker di sekolah aja.
Tapi secara aklamasi menolak saran mereka, karena WC sekolah lebih laknat dari comberan!!

Gue tahan tuh pisang biar kagak keluar ampe bel istirahat.

Ting tong teng teng, tong teng teng tong (suara stasiun kereta api yang jadi Soundtrack bel sekolah gue)
Gue langsung mengajak cowok idola kelas gue, Supreks.
'Ayo Pri, terke nang WC'.

Dia ngkiut aja.
Tapi gue kagak boker, gue cuma pipi
s.
Baru setelah itu kentut sepuasnya, tapi gak sama ampasnya.
Ternyata ada bos Heru dan Fito yang juga lagi nangkring di WC.
Mereka mau-maunya jadi pengawal gue buat nangkring di WC.
Eh, kita malah ngobrol di depan WC.
Pasti adek kelas yang ngeliat dalam hati bilang 'Ih, mas mas e cakep-cakep kok nongkrong nang WC?'

Ya, kita nongkrong di WC karena MTV udah gak asik buat ditongkrongin, haha.Bos Heru yang malah edan ketika nungguin di WCFito kok malah yang crossing yak?

Seringai at KickFest 2010

Hari Sabtu, 3 April 2010, bukan lagi malam Minggu kelabu buat gue.
Dengan mendatangi Kickfest 2010 untuk melihat penampilan khusus dari Seringai.

Gue ditemani seorang temen gue yang berinisial F (tidak mau disebut namanya karena suatu hal).
Kita berangkat sekitar pukul 4 sore dan tiba sekitar pukul 5.
Kami melihat-lihat produk-produk distro yang dijajakkan terlebih dahulu.


Menginjak pukul 19.00, stage mulai diramaikan.
Penampilan pertama ditampilkan oleh Technoshit (atau apa namanya) yang berpenampilan electro-electro tapi vokalisnya nge-grohl.
Mereka malah berpuisi ria di awa
l penampilan.

Kemudian panggung diramaikan dengan penampilan band yang beraliran Classic Rock bernama Sangkakala.
Band ini mampu membius para penonton dengan penampilan ala Guns n' Roses.
Dibekali skill yang cukup menaw
an dari sang gitaris dan penampilan gokil vokalisnya, band ini membawakan sekitar 4-5 lagu.
Mereka selalu menggunakan properti kembang api dan efek asap-asap.


Penampilan Gokil Sanagakakala!!

Pada giliran berikutnya, giliran Goodboy Badminton yang naik panggung.
Band yang membawakan aliran
mirip-mirip New Found Glory dan Motion City Soundtrack ini baru pertama kalinya tampil di Jogja.
Band yang juga digawangi mantan drummer Rocket Rockers ini kurang mendapat respon dari penonton yang cuma duduk aja.
Mungkin karena kita menunggu Seringai yang beraliran metal dan bukan menanti mereka.

Dan saat yang ditunggu-tunggu pun datang, Seringai naik stage.
Sekitar pukul 20.10, sang vokalis, Arian13 mulai menampakkan batang hidungnya.

Disusul Ricky yang makin hari makin subur dan Khemod yang makin gokil.
Namun ada yang berbeda, sang bassis, Sammy tidak dapat hadir dan digantikan oleh Mulky, Bassis Seriues.
Namun Arian hanya berceloteh 'Sammy sekarang jadi gondrong ya? Pasti pake Shampoo metal nih!'

Arian di awal laga!!

Seperti biasa, penampilan Seringai dibuka dengan lagu 'Berhenti di 15' yang langsung memanaskan suasana.
Gue yang nonton di barisan agak depan, langsung dihantarkan dengan moshing dan banging yang tak terelakkan.
Setelah itu, kita disuguhi dengan 'Serigala Militia' yang juga untuk mengapresiasi Serigala Militia yang udah jauh-jauh dateng dari Solo dan Ngawi.

Kejahilan Arian belum selesai.
Ia mengatakan 'gimana kalo malam ini kita bikin kejutan? Mulky kita suruh solo bass?'
Serigala Militia pun setuju saja.
Namun tidak sesuai harapan dan Arian pun kecewa.
Sambil bercanda Ia mengatakan 'Kalo solo Bass tuh kayak Red Hot Chilli Peppers, tapi kalo gue lihat, lo belum bisa menggantikan Sammy, kawan'

Kemudian Seringai menampilkan beberapa hits lagi, seperti 'Lencana', 'Amplifier' dan 'Citra Natural'.
Kemudian mereka memberikan tribute kepada Liquid yang diserang para 'preman' dengan membawa lagu 'Psikedelia Diskodoom'.
Semakin malam para serigala militia semakin garang, mereka meminta lagu 'Mengadili Persepsi' dengan berteriak 'Individu, Individu Merdeka!!'
Di lagu terakhir, Seringai menampilkan penampilan khusus.
Mereka membawakan lagu milik Motorhead yang berjudul 'Ace of Spades' dan membawa malam semakin larut.

Setelah selesai, kita langsung mau pulang.
Gue mengambil HP untuk melihat jam.
Tiba-tiba temen gue yang berinisial F tadi berkata 'Dicariin mami ya? haha'
Gue pun menjawab, 'Sorry yo, aku ra tau digoleki e'
Berselang beberapa menit, tiba-tiba HP temen gue itu berbunyi, ada telepon tampaknya.
Ternyata Ibunya yang menanyakan dia ada dimana, hahahaha.
Ternyata dia sendiri yang dicariin.

Thanks Seringai dan Serigala Militia!

Dukun Cabul

Ini bukan tentang Bos Heru lagi, ini tentang Irwan alias mbah Irwan yang makin ngkesis aja di Facebook (walaupun gak punya Facebook).
Sekarang citra mbah Irwan bukan saja menjadi dukun yang sakti Mandra Omas dan Mastur.
Tapi juga dikenal sebagai dukun cabul.

Ya, pertemuannya dengan Gaco, membawa Irwan menjadi 'lebih dewasa' walaupun tidak sesuai tempatnya.
Ia yang sebelumnya gak tau apa itu raja singa? siapa Maria ozawa? siapa presiden Zimbabwe? Siapa Bupati Toli-Toli? dsb.
Sekarang? Sedikit agak rada lumayan
ngerti lah daripada gak sama sekali.

Tapi sekarang dia mulai tobat.
Bukan tobat ke mesjid atau ke pesantren, tapi Tobaaaaaat alias Payaaaaah!!
Dia menjadi tabu, atau kalau bahasa Prancis-nya : saru!

Ini dia wajah cabul Irwan

Betapa tidak, dia sekarang mempunyai hobby yang tidak pantas ditiru, terutama untuk anak dibawah 8 tahun dan sekitarnya.
Dai suka memandang ke arah dada wanita.
Wah, bener-bener payah.
Sudah beberapa orang yang mengaku menjadi korban mata busuk Irwan.

Rata-rata korban mengatakan, 'Kowe ngematke opo hah?'
Atau 'Weits, kowe ki le ngematke koyo nafsu e!'

Namun bukan Irwan namanya kalo' dia merasa bersalah dan tidak mengulanginya.
Justru Ia semakin semangat mengarungi bahtera penafsuan diri (boso opo kui?)
Jadi, buat para wanita di luar sana, entah masih Gadis atau sudah janda (malah koyo lagu Dangdut), berhati-hatilah dengan orang berwajah Ingusan seperti ini.

Jangan sampai anda menjadi korban kebiadaban matanya.
Oke?
Long Live Botswana!!