Monday, June 14, 2010

Irwan Edan

Oke, mungkin beberapa waktu yang lalu gue selalu membahas Bos Heru sebagai obyek cerita gue.
Tapi kali ini gue pasang si Mbah Irwan sebagai tokoh utama.

Kenapa?
Akhir-akhir ini si irwan ini terlihat semakin gila, terutama dari ucapannya yang semakin ngelantur.
Misalnya ketika gue marahin, dia malah bilang :
'Nggih, nyuwun pangapunten Pak Bos' (sambil senyam-senyum).

Dan yang paling parah adalah ketika simbahnya Bogie meninggal.
Kita melayat bareng-bareng.
Dan Irwan sama sekali tidak memperlihatkan wajah ikut berduka, tapi malah cuma senyum-senyum.
Abis itu, kita duduk-duduk di rumah sebelahnya (di teras).
Di sana ada bapak-bapak yang pake seragam PNS (sepintas mirip pak FX Sukendar - guru Fisika).
bapak-bapak itu juga gak kalah ekstrim, dia menunjukkan cara-cara pijat.
Misalnya kalo' yang dipijat ini berkaitan dengan lambung, itu berkaitan dengan usus, dsb.

Nah, gue gak terlalu dengerin perkataan si bapak itu, gue justru merhatiin Irwan.
Ternyata Irwan pengen lebih tahu dari Bapak itu sambil nanya-nanya gitu.
Tiba-tiba, entah karena penasaran atau bercanda, Irwan bertanya pada bapak tersebut.

'Pak, penjenengan niku murid e Tabib Jafar Ar-Razak napa pak?'

Gue yang ngeliatnya cuma ketawa, Irwan sendiri juga ketawa, tapi herannya bapak tersebut cuma diem aja.
(Bapak itu malah sibuk memijit Dio kalo' gak salah).

Nah, setelah itu Irwan duduk di sebelah gue dan udah gak duduk sebelah tabib itu.
Berhubung waktu itu deket jalan raya, jadinya banyak kendaraan lalu lalang.
Tiba-tiba ada sebuah truk bertuliskan 'Pamor Mataram' yang melintas.
Gue reflek nanya ke Mbah Irwan,
'Mbah, nek truk koyo ngono kuwi ngangkut opo yo?'
Eh, mbah Irwan malah jawab,
'Paling-paling ngangkut suporter e PSIM' (Mataram identik dengan PSIM).

Pas pulangnya, si Irwan gue tanya,
'Bali lewat endi mbah?'
Dia jawab,
'Ngetan wae aku, luwih cedhak'.

Eh ternyata pas pulangnya, Mbah Irwan nyalip rombongan jenazah, haduh-haduh mbah....

No comments: