Friday, July 16, 2010

Antara Afrika Selatan dan Indonesia

Yap, Piala dunia telah berakhir Minggu dini hari lalu dan Afrika Selatan telah sukses menyelenggarakan turnamen sepak bola terakbar di dunia tersebut.
Dan menobatkan juara baru, yaitu Spanyol.
Spanyol yang mengalahkan Belanda melalui perpanjangan waktu lewat sebuah gol dari Andres Iniesta juga tetap menjadikan Belanda sebagai tim yang berpredikat sebagai 'juara tanpa mahkota'.

Banyak kontroversi dan drama yang terjadi di piala dunia Afrika Selatan 2010.
Dari vuvuzela yang dirasa mengganggu pemain yang bertanding di dalam lapangan dan bola 'jabulani' yang dianggap terlalu ringan sehingga bola bergerak tidak beraturan.
Dari tim-tim yang bertanding juga menyuguhkan drama dan hasil yang berada di luar prediksi.
Afrika Selatan menjadi tuan rumah pertama yang gagal melaju ke babak selanjutnya.
Hal tersebut menyusul lolosnya 2 tim kuda hitam, Uruguay dan Meksiko yang juga berhasil menyingkirkan Prancis di fase grup.

Di grup B juga tidak kalah mengejutkan.
Amerika Serikat berhasil menduduki posisi pertama di atas Inggris.
Kemalangan Inggris sendiri dimulai ketika Robert Green melakukan blunder saat menghadapi Amerika Serikat.
Lolosnya Amerika Serikat didapat berkat kerja keras yaitu ketika pertandingan melawan Aljazair akan berakhir dengan skor kacamata, seorang Landon Donovan berhasil mencetak sebuah gol dan meloloskan AS ke babak 16 besar.
Amerika Serikat berhasil menyingkirkan Slovenia yang kalah melawan Inggris di pertandingan terakhir.

Di grup C, Korea Selatan bisa dikatakan sebagai kuda hitam.
Korea Selatan berhasil menyingkirkan Elang Super dari Afrika, Nigeria dan juara Eropa tahun 2004, Yunani.
Argentina berhasil menyabet poin penuh dari tiga pertandingan.

Di grup D, Ghana mengejutkan semua pihak.
Ghana yang pada 2 pertandingan pertamanya selalu mendapat hadiah penalti berhasil menyingkirkan Australia dan Serbia.
Serbia yang pada pertandingan kedua berhasil mengalahkan Jerman pun gagal melaju ke babak 16 besar.
Apes bagi Australia, yang dalam 2 pertandingan pertama harus kehilangan Tim Cahill dan Harry Kewell dan berujung tidak lolosnya tim soceroos.
Tim panser dengan daya juang tinggi berhasil lolos dari lubang jarum.

Di grup E, Jepang menunjukkan keperkasaannya.
Mereka berhasil mengalahkan Kamerun dan Denmark dan hanya kalah 1-0 dari pemuncak klasemen, Belanda.
Belanda sendiri mengemas 9 poin, sedangkan Denmark dan Kamerun tidak dapat memberikan perlawanan yang berarti.

Di grup F, kejutan besar terjadi.
Sang juara bertahan gagal melaju ke babak 16 besar karena kalah bersaing dengan Slovakia dan Paraguay.
Bahkan Italia menjadi juru kunci sedangkan Selandia Baru justru menunjukkan bahwa mereka tak pantas dianggap remeh.

Di grup G, Brasil dan Portugal tetap menjadi yang dominan.
Meskipun di pertandingan pertama Korea Utara berhasil memberikan perlawanan, namun di pertandingan selanjutnya mereka tidak mampu mengimbangi Portugal yang menghajar mereka 7-0 dan Pantai Gading 3-1.
Didier Drogba yang belum terlalu fit harus merelakan timnya gagal lolos ke babak selanjutnya.

Di grup H, Chile cukup mengejutkan dengan lolosnya mereka ke babak selanjutnya.
Spanyol yang kalah di pertandingan pertama melawan Swiss akhirnya lolos meskipun selalu menang dengan skor yang tipis.
Swiss dan Honduras akhirnya hanya menjadi penggembira di piala dunia 2010.

Di babak 16 besar terjadi banyak drama dan kontroversi.
Dimulai dari ghana yang berhasil menyingkirkan Amerika Serikat, Paraguay yang pertama kali berhasil lolos ke perempatfinal setelah mengalahkan Jepang.
Kontroversi menghiasi ketika Jerman bertemu Inggris, ketika keadaan 2-1 untuk Jerman, Frank Lampard berhasil memasukkan bola ke gawang Manuel Neuer, namun wasit Larrionda tidak melihat bola tersebut telah melintasi garis gawang dan play on.
Dan akhirnya Inggris kalah 4-1 dan wasit tersebut dipulangkan ke Uruguay, Jerman pun melaju.
Meksiko juga dirugikan dengan keputusan Rosseti yang mengesahkan gol pertama Argentina yang sebenarnya offside.
Meksiko kalah 3-1.
Portugal dengan Cristiano Ronaldo-nya gagal meladeni permainan kolektif Spanyol.
Uruguay berhasil mengalahkan tim ginseng, Korea Selatan.
Brasil tanpa kesulitan menundukkan Chile, begitu juga Belanda yang berhasil mengalahkan tim kuda hitam, Slovakia.

Di babak Quarter-final, kembali terjadi drama.
Ketika pertandingan Ghana melawan Uruguay berakhir 1-1 dan dilanjutkan melalui perpanjangan waktu, Luiz Suarez menahan bola yang hampir masuk ke gawang dengan tangan, penalti untuk Ghana.
Ghana berkesempatan besar untuk lolos ke semifinal melalui penalti yang diambil Gyan Asamoah.
Namun Asamoah gagal menunaikan tugasnya dan harus dilanjutkan ke babak adu penalti.
Di babak adu penalti, Muslera bermain baik dan Uruguay menang dan lolos ke babak selanjutnya.
Belanda yang tertinggal 1-0 melalui gol Robinho berhasil menang dengan skor 2-1.
Diawali kesalahpahaman antara Felipe Melo dan Julio Cesar, Sneijder berhasil mencetak gol pertama.
Akibat provokasi dari Robben, Felipe Melo bertindak kasar padanya dengan menginjak kakinya yang berakibat kartu merah baginya.
Belanda yang sedikit diuntungkan berhasil unggul melalui sundulan Sneijder dari sepak pojok, Belanda lolos menantang Uruguay.
Banyak pendukung Brasil yang beralasan bahwa kekalahan tim mereka akibat ketularan sial dari Mick Jagger yang sebelumnya mendukung Amerika Serikat dan Inggris yang sebelumnya telah gugur.

Argentina menantang Jerman yang superior.
Namun apa daya, Argentina dicukur 4 gol tanpa balas.
Kali ini bukan Madonna yang menyanyi 'Dont cry For Me Argentina' namun Maradona yang banyak memberikan harapan bagi pendukung mereka.
Ini juga menjadi tamparan bagi Tevez yang sempat mengatakan 'Runner up hanya untuk pecundang, dan kami lah juaranya'. Sekarang? Final saja mereka tidak sampai, lantas apa istilah bagi mereka?
Spanyol juga menjalani pertandingan penuh drama.
Paraguay mendapat tendangan penalti namun gagal, begitu juga Spanyol.
namun akhirnya David Villa datang sebagai penyelamat.

Di babak semifinal, Uruguay yang tidak diperkuat Suarez tidak mampu membendung laju Belanda.
Sedangkan di pertandingan lain, seperti yang diramalkan Paul si gurita, Jerman kalah oleh Spanyol.
Hal tersebut menjadikan 2010 dipastikan mendapatkan juara baru.

Di perebutan tempat ketiga, terjadi dejavu tahun 1970 ketika pada perebutan tempat ketiga Uruguay kalah 3-2 dari Jerman.
Di pertandingan ini Forlan bermain sangat apik.

Di pertandingan final Spanyol berhasil menaklukan Belanda 1-0 lewat gol semata wayang Iniesta yang Ia persembahkan kepada mendiang Daniel Jarque.
Belanda bermain sangat keras, terbukti dengan keluarnya banyak kartu kuning bagi mereka, termasuk kartu merah untuk Johny Heitinga.

Piala dunia 2010 juga melahirkan banyak bintang seperti Luiz Suarez, Diego Forlan, Gyan Asamoah, Mezut Ozil, Thomas Mueller, Wesley Sneijder, Arjen Robben dan David Villa.
Namun sekarang piala dunia 2010 telah berakhir dan Spanyol menjadi juaranya.
Sekarang tinggal bagaimana Indonesia dan kita semua menyikapinya.
Apakah kita akan terus bermimpi untuk menjadi tuan rumah piala dunia?
Atau justru membina bibit-bibit baru untuk ditempa menjadi pemain berkualitas dan mampu meloloskan negara ini dengan jerih payah dan kemampuan kita sendiri, bukan sekedar sebagai tuan rumah.
Apa untungnya jika kita berhasil menjadi tuan rumah Piala Dunia namun kualitas persepakbolaan kita tidak pernah beranjak?
Kita hanya akan menjadi lumbung gol bagi negara tamu yang lain dan itu lebih memalukan dan menyakitkan.
jadi kami mohon kepada bapak-bapak di PSSI agar bertugas dengan semaksimal mungkin untuk negara ini, toh negara ini telah membayar anda sekalian untuk bekerja.

No comments: