Thursday, August 5, 2010

Bike to School

Beberapa waktu lalu, tepatnya setelah ujian semester 2 kelas 11, gue melakukan hal nekad plus aneh.
Yak, gue berangkat ke sekolah naik sepeda!!

Gue

Hal tersebut gue lakukan sebagai aksi nyata dalam mengurangi penggunaan BBM (ceilaaahh....).
Ya, Sentolo ampe Wates mungkin menempuh jarak sekitar 9-11 km-an lah.

Hal tersebut yang kemudian menimbulkan kontroversi *gayane koyo Ariel wae ki lho*
Awalnya gue bilang sama om gue, 'om sesuk aku nyilih pit, arep tak nggo sekolah'.
Dia malah balik nanya plus gak percaya, 'tenan e?'.
Begitu juga reaksi bapak dan ibu gue, hadeeeh...

Benar adanya, banyak yang kaget dan gak percaya.
Ketika gue berangkat, tetangga gue yang udah tua (namanya mbah Soma), dia malah senyum penuh misteri ketika gue menyapanya saat berangkat.

Begitu juga saat gue papasan sama temen SD gue yang waktu itu dia naik sepeda motor.
Beda dengan mbah Soma, eh, dia malah ngakak tanda ngejek.

Di jalan gue juga disalip beberapa anak muda (adek kelas-red).
Ada beberapa yang gue kenal, ada Candra yang rumahnya juga Sentolo, bahkan Latifah temen gue sejak SMP ampe sekarang nyalip gue.
Sambil nyalip dia mnegatakan, 'kowe ngepit ho.oh Ric' tanda tak percaya.

Setelah nyampe sekolah, si Candra tadi tiba-tiba manggil, 'Mas Eric.... Sip!'
Gue cuma senyum aja, karena gak tau apanya yang sip, apakah wajah gue, apakah body gue, dst.
Ampe kelas banyak yang bertanya-tanya, 'Lo gak gila kan Ric?'
Tapi bukan itu sebenarnya pertanyaan mereka.
Mereka cuma tanya, 'lo beneran naik sepeda coy?'.
Dan gue bilang 'iya' dan mengajak supri buat pulang bareng.

Supri

Supri yang notabene bikers sejati, gue minta buat pulang bareng.
Di perjalanan kita isi bahan bakar, yaitu makan di Restoran Mie Ayam Hendra *Ndra, mie ayam-mu wes tak promosikan, sesuk aku digratisi yo?'.
Setelah kelar, aku pulang, bergelut lagi dengan tanjakan curam, nuntun lagi, hahaha.
Pas nuntun sepeda ada anak kecil yang bilang gini,
'sip mas, mas eganteng yo' (sumpah ini jujur, tak ada rekayasa).
Gue merasa mendapat dorongan moral (halah, lebai) dan kulanjutkan perjalanan dan akhirnya sampai dengan selamat (padahal gue kagak ngajak si Slamet).

No comments: