Friday, August 27, 2010

Emo : Antara Musik dan Penampilan

I'm back again with 'uneg-uneg' in my head, haha.
Apakah itu?
Ya, gue kembali gusar dengan anak-anak jaman sekarang *emang aku anak jaman kapan?*
Benar, mereka yang merasa bahwa diri mereka adalah anak emo.
Oke, ini blog gue jadi gue mau berkata seenak mulut gue, haha.
Gue bakal bagi generasi emo menjadi 3 periode.
Yang pertama adalah generasi 'real emo', dimana emo di sini masih berkembang sebagai turunan dari punk dan hardcore.Dan sisi pemberontaknya masih kental terasa.Masa-masa ini sekitar 80-an akhir hingga 90-an awal sebelum kalah pamor dengan musik grunge ala Nirvana dan Sonic Youth.
Band kayak Rites of Spring dkk. masih tampil di bawah tanah dengan pakaian seadanya.
Rites of Spring

Nah, kemudian generasi kedua.
Yaitu era 'emo mainstream' *menurut gue*
Dimulai pada era 2000-an.

Dari sini emo mengalami perubahan pencitraan oleh media maupun masyarakat itu sendiri.Emo mulai menjadi 'agama' di kalangan anak muda dan tumbuh menjadi gaya hidup.
Band semisal My Chemical Romance, The Used, Saosin, dsb. dianggap sebagai Yerussalem-nya anak anak yang mengaku anak emo.Banyak gue lihat pada waktu itu temen-temen gue yang bergaya 'gothic ala kadarnya' dengan menghitamkan bagian bawah mata lah, lipstick hitam lah, pakai baju hitam lengan panjang dan dasi merah dsb.
Dan yang paling mencolok dianggap sebagai emo adalah gaya rambutnya yang kita tahu sendiri lah kayak gimana.Nah, emo-emo yang seperti ini dianggap menyimpang dari pakem emo yang sebenarnya.

My Chemical Romance

Sekarang gue bakal mengatakan ini adalah generasi ketiga.
Dimana band-band *indie terutama* banyak yang terinfluence oleh aliran 'emo' ini.
Yap, kalo gue lihat di akun Facebook temen-temen gue banyak juga yang 'mencetuskan' emo lahir kembali.
Mereka yang merasa anak-anak emo berkiblat pada Killing Me Inside, Sweet as Revenge, dsb. *bahkan PWG*

Banyak juga yang suka pamer dengan gaya scream, model rambut, style pakaian dengan monster-monster 'cute', dsb.
Hingga banyak anggapan bahwa mereka adalah Gay, astaga.. ckck..

Killing Me Inside

Memang benar, pengertian emo telah bergeser dari aliran musik turunan hardcore punk yang dibawakan secara emosional menjadi sebuah tren dan gaya hidup.
Bahkan dari segi musikalitas pun telah banyak bergeser dari pakem dan tetap dikatakan sebagai emo.
well, terserah kalian menanggapinya, hahaha.

2 comments:

ega primebound said...

konyol kalau nganggap PWG emo hahaha..

Tambahan.. Anak emo zaman skrg suka foto narsis di cermin WC,hotel,kamar,dsb dengan gaya rambut khasnya..
Eh diulas lagi emo-emoan ne ric!
Apek!!

Anonymous said...

iya tuh arek2 saiki nyebahi bgt dandanan'e...jan'e EMO iki ngerti hura seeh????