Monday, September 27, 2010

Endah N Rhesa : Sebuah Inspirasi

Pecinta musik indie pasti kenal sama Endah N Rhesa.
Ya, mungkin kalo' masyarakat Indonesia suka D'Cinnamons harusnya lebih suka dengan grup ini.
Dengan mengandalkan gitar akustik, bass dan suara vokal, mereka menyajikan musik folk, jazz dan bahkan menjurus ke arah rock n roll yang mantap untuk dinikmati.
Menurut website mereka, mereka dipertemukan lewat proyek band rock yang akhirnya berujung pada pembentukan Endah N Rhesa pada 2004.
Juga dikatakan bahwa musik mereka terinspirasi oleh musisi seperti John Mayer, John Butler, Jack Johnson, Dave Matthews, dll.
Karena dinyanyikan oleh seorang Endah Widiastuti, maka menghasilkan musik yang terdengar lebih halus namun tegas.
Sedangkan Rhesa Aditya mengaku bahwa seorang Bondan Prakoso yang akhirnya menuntunnya menjadi seorang bassis.
Paduan antara suara dan skill gitar Endah yang menawan dan diimbangi oleh 'kekuatan' Rhesa dengan bass-nya menghasilkan musik yang pas.

Lagu seperti 'When You Love Someone' memang bener-bener mengena.
Halus, easy listening namun pesannya mudah ditangkap.
Kemudian ada juga 'A Thousand Candles Lighted' dengan medium tempo juga cukup menggugah perasaan kita.
Lagu 'Catch The Windblows' juga menuntun perasaan kita sesuai dengan irama lagu yang dibawakan.
Namun juga terdapat lagu yang lumayan upbeat dengan lirik yang cukup menggelitik seperti di lagu 'Living with Pirates'.
Kemudian lagu 'I Don't Remember' juga pantas untuk disimak.

Namun, buat gue, Endah N Rhesa bukan sekedar 'penyedia' musik yang asik, mereka lebih!
Mereka sangat inspiratif.
Hal tersebut gue dapat setelah gue baca blog di web Endah N Rhesa.
Saat itu gue baca tentang hubungan Endah dan Rhesa di luar acara nyanyi-menyanyi.
Dan saat itu baru tahu bahwa Endah N Rhesa adalah suami-istri *bodohnya gue baru tahu sekarang*
Dan Endah pun menceritakan manis pahitnya percintaan dalam suatu pekerjaan.

Di blog tersebut dituliskan bahwa setelah 6 tahun pacaran, Endah dan Rhesa memutuskan untuk menikah.
Endah mengatakan bahwa Ia bersyukur menikahi seorang seniman seperti Rhesa, yang selalu mengerti yang Endah bicarakan dan ingin ceritakan.
Ya, di luar bermusik mereka menjalani kehidupan rumah tangga dengan sangat mengasyikkan.
Mereka berdiskusi tentang album yang baru mereka beli, film yang baru mereka tonton, mereka ngobrol dengan bebas tanpa takut ada yang tersinggung dan salah paham, yah.. mengasyikkan bukan?
Bahkan Endah merasa sudah menikah secara batin sejak Endah N Rhesa terbentuk.

Endah mendengarkan Rhesa yang sangat gemar dengan gadget dan interior.
Begitu pula Rhesa, yang tulus mendengarkan Endah bercerita tentang politik dan lingkungan yang menjadi topik favoritnya.
Namun mereka juga bisa saling menekan ego masing masing.
Ketika salah satu ingin jalan-jalan keluar atau justru malas-malasan di rumah seharian.

Setelah menikah, Endah pun baru merasakan betapa sedihnya ketika ditinggalkan orang terkasih, terutama suami atau istri.
Setidaknya itulah yang dialami ayahnya.
Ya, ibunya meninggal pada tahun 2004.
Dan Endah sering memergoki ayahnya yang menangis seusai sholat, tidur bahkan dalam malam-malam pengajian di tahun pertama.
(baca selengkapnya di sini)

Sebenarnya betapa beruntungnya Endah yang memiliki Rhesa, yang bisa selalu kompak di dunia musik maupun dalam rumah tangga.
Kita tentu iri dengan hubungan yang telah mereka jalani.
Tentu yang bisa kita lakukan adalah dengan mengambil hal-hal baik yang mereka lakukan.
Terutama jika kita selalu menjaga hubungan yang telah lama kita bina dengan hal-hal positif.
Kita juga selalu mendoakan pasangan kita agar selalu diberi kesehatan dan petunjuk agar selalu di jalan yang benar.
Agar kelak hubungan yang dibina dapat kekal abadi :)

Lady Gaga : Sang Fenomena

Dari awal kemunculannya, wanita keturunan Italia ini memang menghadirkan sensasi dan meledakkan industri musik, terutama di Amerika sana.
Ya, dialah Lady Gaga (bukan Lady Gagap ya, hehe)
Wanita berambut putih ini muncul dengan lagu 'Just Dance'-nya.
Kalau kita menoleh ke belakang, kita m
ungkin akan mengingat kemunculan Britney Spears dengan 'Baby One More Time'-nya.
Namun bedanya, Lady Gaga merupakan transplantasi antara 'gebrakan' Britney dengan gaya berbusana ala-ala Bjork yang sangat nyentrik.

rambut dan kaca mata yang khas

Gue, cukup menikmati musik yang dikeluarkan oleh Lady Gaga yang terdengar upbeat.
Favorit gue adalah 'Paparazzi' dan 'Monst
er'.
Menurut gue, Lady Gaga bukanlah sosok penyanyi yang cantik dan gue murni suka lagunya.
Namun dari situ gue berpikir, apa iya Lady Gaga bisa terkenal kayak sekarang cuma bermodal lagu-lagunya?


Kalo' cuma bermodal lagu saja, mungkin strata Lad
y Gaga tidak akan terdongkel secara melejit seperti sekarang ini.
Lalu apa katalis yang membuat Lady Gaga bisa setenar ini dan dikagumi masyarakat kolong jagad?

Dan sekedar info dari sekian banyak wishlist yang menginginkan artis siapa yang didatangkan ke Indonesia, salah satu jawabannya adalah Lady Gaga.

Dari situ kita bisa tahu jawabannya.
Ya, pakaian atau kostum yang dipakai Gaga selalu aneh dan nyentrik merupakan daya tarik tersendiri.
Begitu juga penampilannya di atas panggung.

Katy Perry sendiri bahkan mengatakan bahwa penampilan adalah salah satu hal yang membuat Lady Gaga di puncak karirnya.
Gaya Lady Gaga ini memang mengundang inspirasi dan kontroversi.

show pasti heboh

Lady Gaga tentu mendobrak tatanan fashion yang ada.
Dianggap seperti salmon yang melawan arus.

Namun dari situ muncul ide ide yang dikembangkan dari gaya berpakaian Gaga.
Lalu juga muncul sosok Mini Lady Gaga yaitu versi 'bonsai'-nya Lady Gaga.
Di tanah air ada juga Shanty yang meniru gaya rambut dan kacamata Gaga di video klipnya yang judulnya gue lupa.
Di majalah juga sering gue lihat anjing peliharaan yang diberi pakaian seperti Lady Gaga, ckck.

Bahkan barbie pun di lengkapi aksesoris pakaian ala Lady Gaga.
Gaya dance Lady Gaga di video klip 'Poker Face' juga banyak ditirukan.

Anjing pun tak mau ketinggalan

Lady Gaga Barbie

Namun gaya yang ditampilkan Lady Gaga tidak melulu meraih respon positif.
Banyak yang menganggap penampilan Lady Gaga sudah terlalu berlebihan dan tidak layak untuk dikenakan.
Yang terakhir adalah pemakaian daging di sekujur tubuhnya.
Hal tersebut memicu kemarahan beberapa pihak te
rmasuk organisasi pecinta binatang.
Mereka bahkan mengancam tidak akan membeli album Lady Gaga lagi.
Nah lho!?

Ini dia yang bikin heboh

Well, bagaimana pun Lady Gaga adalah sebuah fenomena.
Yang dinamikanya tidak bisa kita duga.
Suka atau tidak, dia lah Lady Gaga, sang Fenomena.

Java Rocking Land 2010

Can You Handle It?
Ya, itulah slogan yang akhir-akhir ini sering kita lihat di tv.
Itulah slogan Java Rocking Land yang kembali hadir di tahun ini.
Kalo' tahun lalu kita kedatangan band kayak Mew, Secondhand Serenade, Vertical Horizon, Third Eye Blind, dsb., maka tahun ini bakalan lebih mantap.
Bukan cuma dari musisi luar aja yang tambah mantap, tapi local heroes juga cukup banyak untuk menggebrak selama 3 hari.

Festival musik terbesar di Asia Tenggara ini akan diselenggarakan selama 3 hari, yaitu dari 8-10 Oktober 2010.
Dan ini dia jadwalnya (yang bisa berubah sewaktu-waktu bisa di lihat di sini)

8 Oktober 2010
- The Smashing Pumpkins
- Datarock
- Galaxy 7
- Steve Fister
- Living Things
- /Rif
- BIP
- Pas Band
- Audio Jet
- Saint Loco
- Rocket Rockers
- The Flowers
- Stonation
- Gugun Blues Shelter
- The Brandals
- Paper Gangster
- Pure Saturday
- Polyester Embassy
- Shark on the Move
- Mobilderek
- Alexa
- Respect
- Define : Devine
- Raksasa
- Amazing in Bed
- Strangers
- Kripikpeudeus
- Aksiteror
- Bagaikan
- Jeruji
- Sweet as Revenge
- Thirteen
- Friends of Mine
- Cemetary Dance Club
- Anda with The Joints
- Montecristo
- Little Space Donkey
- Everybody Loves Irine

9 Oktober 2010
- Stereophonics
- Dashboard Confessional
- Social Code
- Arkarna
- Slank
- Boomerang
- Burgerkill
- The S.I.G.I.T
- The Bohemians feat. Budi Arab
- Indonesia Progressive feat Andi /Rif, Candil & Arian13
- The Experience Brothers
- Jikunsprain
- Nadya Fatira
- Kikan & Female Stars (Tribute to Alanis & The Cranberries)
- Oppie Andaresta
- Gecko
- Alastairs
- Stereocase
- Stereomantic
- Heyho
- Bite
- Morfem
- Superglad
- Aftercoma
- Beside
- Roxx
- Hyder
- Something About Lola
- Yes It's You
- Killed By Butterfly
- In Hurricane Rhythm
- Matterhalo
- Endah N Rhesa
- Zeke Khaseli
- Suri

10 Oktober 2010
- Wolfmother
- The Vines
- Mutemath
- Di-Rect
- Not Called Jinx
- Andra & the Backbone
- Superman is Dead
- Seringai
- Netral
- Casual Sunday
- Black Out
- DeadSquad
- Koil
- Kotak
- Speaker First
- Renny Djayusman & Merah Putih Band
- EGRV
- Mike's
- The You Know Who
- Cleo
- Monday Math Class
- The Authentic
- The Trees and The Wild
- Royal Ego
- Besok Bubar
- Konspirasi
- Getah
- Last Child
- Purgatory
- Jolly Jumper
- Goodboy Badminton
- Tjahyo Wisanggeni
- Silent Farewell
- Alien Sick
- Bangku Taman
- Gribs
- Lull

Untuk info dan pemesanan tiket lebih lanjut bisa check di Javarockingland.com

Tuesday, September 7, 2010

Keong Racun Effect

Pernah tahu judul film 'Butterfly Effect'?
Kalo' di Indonesia yang ngetren adalah 'Keong Racun Effect'.

Sumpret deh, sebenarnya apa yang ada di pikiran rata-rata masyarakat Indonesia sehingga sangat terbius dengan Keong Racun?
Pertama kali gue tahu Keong Racun adalah lewat twitter.
Gue bertanya dalam hati, 'Kok di peringkat 1 ada Keong Racun? Apaan lagi ini? Pasti bikinan orang Indonesia'
Setelah gue selidik keong racun adalah sebuah lagu yang di-lipsync oleh Shinta dan Jojo.

Gue belum liat videonya waktu itu.

Dan pagi harinya gue nanya Supreks, lagu keong racun tuh kayak gimana.
Dia malah jawab 'sopo sing ngerti? sing ngomong we kowe kok'.

Nah, tidak lama berselang, biasa lah, infotainment Indonesia pasti langsung meledak.
Videonya ditampilkan, Jojo terlihat aneh, Shinta terlihat edan.
Keong Racun jadi heboh, geger, rebutan hak cipta, aji mumpung, dan sebagainya.
Tidak terkecuali adalah para pemirsanya yang terobsesi menjadi 'the next Keong Racun'.




Bahkan ada cewek bule yang ikut-ikutan lipsync lagu keong racun.
Dan akhirnya merebak di temen-temen sekelas gue.
Ada sebagian cewek cewek yang Geje bikin video lipsync lagunya Vierra yang Seandainya.
Kemudian Wiwin dan Mega yang bikin video lipsync Tik Tok-nya Kesha.
Yang paling parah, temen temen sekelas di kasih liat video lipsync adeknya Mega yang masih kecil banget niruin gayanya Shinta dan Jojo.
Hadeeeeh...
Anak-anak jaman sekarang -,-

Hardcore Abal Abal

Gue kembali lagi dengan problema di dalam kepala yang membuat gue merasa terganggu *bukan gangguan jiwa lho*
Kali ini masalah hardcore, anak skate dan facebook.
Kira-kira apa kaitannya ketiga pokok pikiran tersebut?
Gak tau ya?
Sebenernya sama, gue juga gak tau.
Tapi itu bakalan ada jalan ceritanya kalo' tanya sama 2 cewek ABG yang jadi friend gue di Facebook.

Oke, pertamanya gue liat status di timeline dari si A.
Dia bilang 'EMANGNYA HARDCORD TULISANNYA HARUS GEDE GEDE YA?'
Gue langsung mikir dalam hati, 'ini nulis Hardcore aja udah salah, jangan-jangan gak tau hardcore itu apa'
Terus ada temen gue, si Nanda Mahardhika yang komen dan membenarkan bahwa harusnya 'Hardcore' bukan 'Hardcord'.

Nah, hal kedua yang membuat gue terganggu adalah tiap kali si A membuat status atau wall-to-wall dia selalu menggunakan tulisan GEDE-GEDE.
Gue cuma mikir, ada 2 kemungkinan.
Pertama, dia merasa anak Hardcore sehingga selalu menggunakan huruf GEDE yang diyakini sebagai identitas anak Hardcore (?)
Kedua, tombol Caps Lock di keyboard dia mentok, jadinya kagak bisa huruf kecil, hahaha.

Hal ketiga adalah munculnya si B yang sukanya Wall-to-wall dengan si A yang notabene juga suka make huruf GEDE GEDE.
Parahnya lagi, Si A dan B suka perang kata-kata di timeline Facebook *baik wall maupun status*
Si A suka pamer kalo pacarnya tuh anak Hardcore.
Dan si B suka pamer kalo pacarnya anak Skate.

Begitu seterusnya, yang mereka ributkan adalah Hardcore dan Skateboard.
Dan gue merasa sangat terganggu oleh kejadian itu.
Tapi yang masih jadi pertanyaan buat gue adalah, 'Sebenernya definisi Hardcore menurut si A itu kayak apa sih? Hardcore musik apa Hardcore gaya? haha'.
Apakah dia sangat HARDCORE sehingga tulisannya gede gede?
I don't know, We don't know, hanya dia dan Tuhan yang tahu, hahahaha.

Bad Week

Minggu ini gue merasa sial yang kebangetan.
Gak tau kenapa bisa ampe kebangetan kayak gini.
Awalnya sih cuma gara-gara mau ngeluarin motor dengan jalan mundur.
Tiba-tiba di depan gue ada anak eksekutif sekolah yang mukanya tampak 'nyusok-nyusokke' buat cepet keluar.
Walhasil, gue merasa kurang comfort dan gue tergesa gesa.
Ternyata gue ampe kejepit di belakang dan syukur Yasin nolongin gue.

Dan lanjutannya, gue ke Jogja buat beli majalah Babyboss ama CD Teenage Dream-nya Katy Perry.
First Destination gue ke Gramedia Sudirman, gue celingak celinguk kagak ada tuh majalah yang tampaknya belum terbit.
Karena gak ada, langsung cari Teengae Dream ke Malioboro Mall.
Pas parkir, kaki gue kena knalpot motor sebelah, sumpah panas banget!!
Nah, celingak celinguk lagi di dalem, masuk Bulletin sama Disc Tarra katanya belum ada.
Sial, pulang deh.

Hari Jumat, scanner gue kagak bisa buat scan gambar, terus katrider printer juga ikutan ngadat.
Gue panik, harus ngapain.
Tapi alhamdulillah, setelah gue berusaha semuanya normal.

Hari Minggu, gue ikut Try Out STAN di SMA gue.
Di tiket tulisannya 08.00-12.00, ternyata ujiannya cuma ampe jam 11.00, hadeeeh...
Apalagi si pengawasnya gak bilang kalo' salah nilainya (-1).
Gue kira kalo salah nilainya nol, jadinya banyak yang gue gambling, -,-
Nyesel dah gue.
Pulangnya, gue mau jahitin celana panjang sama 1/2 panjang gue.
Ke tempat biasanya, si tukangnya bilang gak bisa, mau pulang kampung.
Ke tempat pak Ceno bilang kalo celana Lepis kagak bisa.
Ke tempatnya Dani yang tau tempat penjahit di Salamrejo, eh kata Bapaknya dia lagi ke Sedayu.
Huwalaaah....
Sialnya minggu lalu.

Dying Fetus : SouthEast Asia Tour

Yap, band yang satu ini lagi jadi bahan pembicaraan metalhead seantero Indonesia.
Pasalnya mereka akan menyambangi 3 kota sekaligus di Indonesia, yaitu Bali, Solo dan Jakarta pastinya.
Mereka adalah Dying Fetus.
Sebelum kita bahas konser mereka di Indonesia, kita bahas dulu siapa mereka.

Dying Fetus merupakan band Death Metal yang berasal dari Maryland, Amerika Serikat yang juga hobi menyuarakan tentang hal politik.
Band ini terbentuk pada akhir 1993 dengan personil John Gallagher (gitar dan vokal) serta Jason Netherton (bass dan vokal).
Kemudian bergabung Nick Speleos pada 1992, dengan demikian Gallagher mengisi posisi drum sampai akhirnya menemukan drummer yang sebenarnya.Lalu mereka merilis demo Bathe in Entrails di akhir 1993 yang juga menandai masuknya Rob Belton sebagai drummer dan gitaris Brian Latta.Hal tersebut berakibat pada keluarnya Speleos dan kembalinya Gallagher pada posisi gitaris.
4 serangkai ini kemudian merilis album Infatuation with Malevolence demo di awal 1994.
Kemudian pada 1995 mereka merilis album kompilasi di bawah Wild Rags Records.
Pada tahun 1996 mereka merilis album pertama mereka, Purification through Violence di bawah Pulverizer Records.
Album ini menampilkan nuansa death metal yang luas dicampur dengan nuansa glam yang berat.
Album ini berisi 7 lagu termasuk satu lagu cover Napalm Death, 'Scum'.

Pada 1995, Rob Belton keluar dan digantikan Mike Rutherford.
Dengan tidak adanya tour dan label, job untuk manggung Dying Fetus pun angin-anginan selama 4 tahun hingga tahun 2000.
Kemudian masuk Erik Sayenga menggantikan Casey Buckler pada drum.
Namun pada 1997 Erik Sayenga keluar dan digantikan Kevin Talley.

Kemudian penampilan mereka menarik perhatian label Jerman, Morbid Records.
Yang akhirnya berhasil menelurkan album kedua, Killing on Adrenaline.
Morbid Records menyediakan tempat bagi Dying Fetus untuk berkarya di jalur underground.
Dan musik mereka semakin banyak dikenal.
Namun demikian, Brian Latta justru keluar pada 1998 dan masuk 'Sparky' Voyles pada 1999.
Hal tersebut diikuti tour Amerika pertama mereka yang diberi tajuk 'Underground Terrorism'.
Kemudian diikuti EP, Grotesque Impalement.

Pada tahun 2000, Dying Fetus menarik perhatian Relapse Records untuk mengontrak mereka.
Mereka kemudian merilis album Destroy the Opposition dengan menampilkan pandangan politik yang keras.
Jason Netherton pun keluar dengan alasan pribadi, kemudian menyusul Voyles dan Talley.Kemudian Gallagher merekrut beberapa anggota baru seperti Mike Kimball pada gitar, Vince Matthews pada vokal, Sean Beasley pada bass dan Erik Sayenga kembali pada drum.
Dengan formasi ini mereka merilis album keempat, Stop at Nothing pada 2003.

Kemudian mereka melakukan tour secara luas.
Mereka melakukan tour bersama Mastodon dan GWAR.
Namun anggota band seperti Erik Sayenga dan Vince Matthews justru keluar.
Akhirnya keadaan ini memaksa sang basis, Beasley mengisi posisi vokal dan Duane Timlin mengisi posisi drum.
Dengan formasi tersebut mereka merilis War of Attrition pada Maret 2007.

Namun setelah itu masih terjadi pergantian dengan keluarnya Duane Timlin dan digantikan Trey Williams.
Kemudian Mike Kimball menyusul keluar.
Dan pada 4 Juni 2009 mereka menggarap album Descend into Depravity yang rilis pada 15 September 2009.

Discography Albums :
- Puirification through Violence (1996)
- Killing on Adrenaline (1998)
- Destroy the Opposition (2000)
- Stop at Nothing (2003)
- War of Attrition (2007)
- Descend into Depravity (2009)
Compilations :
- Infatuation with Malevolence (1995)

EP :
- Grotesque Impalement (1999)
- Split 7" with Deep Red (2001)

---------


Dying Fetus sendiri akan tampil di 3 tempat di Indonesia, yaitu Bali, Solo dan Jakarta.
Di kota Solo, Dying Fetus akan tampil di Summer Metal Fest pada Jumat, 17 September 2010 di Stadion Sriwedari, Solo dari jam 13.00-22.00.
Bukan hanya Dying Fetus yang akan membakar Solo, namun juga ada beberapa band yang sudah terkemuka di Singapura dan Indonesia.
Seperti Falls of Mira (Singapura), Siksa Kubur (Jakarta), Valerian (Surabaya), Cranial Incisored (Yogyakarta), Down For Life, Bandoso, Take and Awake (Solo), Komunal serta Opium (Bandung).
Harga tiket :
- Pre sale #1 10 Agustus - 20 Agustus Rp 30.000,- (1000 tiket)
- Pre sale #2 21 Agustus - 11 September Rp 50.000,-
- Pre sale #3 12 September - 16 September Rp 75.000,-
- On the Spot/ Hari H/ 17 September Rp 100.000,-

Untuk Ticket Box bisa didapatkan di :
- Solo : Belukar Rockshop (0271-648079, 085725 191 666, 081 904 768 349)
- Delanggu : Holyflesh (085 642 025 986)
- Klaten : RWK FM
- Jogja : Sastrawan Indogrind (0818256725 / 0274 7866578)
- Malang : Sinergi
- Surabaya : Metal Militia (031 - 5037333)
Das Rock (081938556555)

Sedangkan di Jakarta sendiri, Dying Fetus tampil pada 18 September 2010 di Outdoor Bulungan, Jakarta Selatan.
Dying Fetus akan dibuka oleh DeadSquad dan NOXA.
Harga tiket :
- Pre Sale : Rp 100.000,- (hingga 16 September 2010)
- On the spot : Rp 125.000,-

Ticket Box :
- Erma Sani Solucites (021-93386006)
- Ukuy W.O.C.P (08151910056 / 021-91857850)
- Dapurletter (085692336522)
- Rins Dark (085716928151 / 081892717)
- Undying Music Patiunus (085782095227)

Sumber : Deathrockstar.info dan Speedytrek.telkomspeedy.com

Exodus Live in Jakarta

Ini satu lagi band metal yang bakal menyambangi Indonesia untuk melakukan terror.
Ya, mereka adalah Exodus.
Sebuah band thrash metal yang terbentuk pada 1980 di San Francisco Bay Area, California oleh gitaris Gary Holt, gitaris Metallica saat ini Kairk Hammet dan drummer Tom Hunting.
Sepanjang 30 tahun karirnya, Exodus mengalami banyak perubahan personel dan sempat mengalami 2 kali vakum, yaitu pada 1994-1996 dan 1999-2000.Exodus memiliki sejarah panjang dalam dunia metal dengan menghasilkan karya-karya yang cukup apik.
Meski nama mereka sulit dibandingkan dengan Metallica dan Slayer, namun Exodus memiliki tempat di hati para metalhead.

Sedangkan anggota band mereka yang sekarang adalah :
- Rob Dukes - Lead vocals (2005-sekarang)
- Gary Holt - Guitar (1980-1993, 1997-1998, 2001-sekarang)
- Lee Altus - Guitar (2005-sekarang)
- Jack Gibson - Bass (1997-1998, 2001-sekarang)
- Tom Hunting - Drums (1980-1993, 1997-1998, 2001-2004, 2007-sekarang)

Sedangkan daftar mantan anggota Exodus antara lain :
- Paul Baloff - Lead vocals (1982-1986, 1997-1998, 2001-2002)
- Steve Souza - Lead vocals (1986-1993, 2002-2004)
- Kirk Hammet - Guitar (1980-1983)
- Evan McCaskey - Guitar (1993)
- Rick Hunolt - Guitar (1983-1993, 1997-1998, 2001-2005)
- Rob McKillop - Bass (1983-1991)
- Michael Butler - Bass (1992-1993)
- John Tempesta - Drums (1989-1993)
- Paul Bostaph - Drums (2005-2007)
- Steev Esquivel - Lead vocals (2004)
- Chris Kontos - Drums (1993)
- Keith Stewart - Lead vocals (1980-1981)
- Matt Harvey - Lead vocals (2004)
- Tim Agnello - Guitar (1980-1981)
- Mike Maung - Guitar (1983)
- Carlton Nelson - Bass (1980-1981)
- Geoff Andrews - Bass (1981-1983)
- Perry Strickland - Drums (1989)
- Gannon Hall - Drums (1993)

Discography Exodus :
- Bonded by Blood (1985)
- Pleasures of the Flesh (1987)
- Fabulous Disaster (1988 & 1989)
- Impact is Imminent (1990)
- Force of Habit (1992)
- Tempo of the Damned (2004)
- Shovel Headed Kill Machine (2005)
- The Atrocity Exhibition... Exhibit A (2007)
- Exhibit B : The Human Condition (2010)

---------------

Exodus sendiri akan tampil di Jakarta pada Rabu, 29 September 2010 di Plaza Selatan Senayan, Gelora Bung Karno dengan band pembuka Oracle dan Down For Life.
Harga tiket :
- Pre Sale : Rp 120.000,- (hingga 25 September 2010)
- Normal Price : Rp 150.000,-

Ticket Box :
- Erma Sani Solucites (021-93386006)
- Raja Karcis (021-8282137)
- Music Klub PIM 2 (021-75920443)
- Ukuy W.O.C.P (08151910056 / 021-91857850)
- Dapurletter (085692336522)
- Rins Dark (085716928151 / 081892717)
- Undying Music Patiunus (085782095227)

Friday, September 3, 2010

Che Freaky Family Bubar #3

Alrite teman teman, minggu lalu, tepatnya Sabtu 21 Agustus 2010 kelas IX C angkatan 2008 melakukan buka bareng alias bubar.
Tempat kumpul direncanakan di SMP N 1 Wates unit 2 pukul 16.00.
Oke, jujur, di setiap ada acara beginian awalnya gue ngerasa banget males *virus ini kembali menjangkit*
Namun kalo' dipikir keuntungannya bisa melebihi rasa malesnya.
KATANYA sih Tiara alias Azi bakal 'rela' pulang KAMPUNG buat bubar, gue lumayan interest karena sejak lulus gue belum ketemu lagi sama dia.

Reuni kimpul


Terus temen kayak Dimun, Nanda Mahardika, Muna, Rahmat, Galih, dsb. pokoknya yang lama gak ketemu.
Gue pun melobi Bos Heru agar mau ikut buka bersama kali ini yang dijamin menyenangkan.
Dengan 'sedikit' paksaan Bos Heru pun mengiyakan untuk ikut.
Pukul 16.30 gue sampe' di unit 2.
Di sana udah nongkrong anak-anak Ex-Kimpul kayak Bos Heru, Yan, Rahmat dan Nanda Mahardika.
Ada juga Bima dan vespanya serta Muna dengan jerawatnya.

Yang mengejutkan adalah hadirnya Suzuki Ryo yang sempet-sempetnya dateng *walaupun bukan murid*
Kemudian muncul nama-nama kayak Galih, Tike, Yuda, Bella, Nadya, dll.Yang 'wagunya' adalah Widi yang cuma lewat dengan menyapa 'halo teman-teman...'
Ternyata dia harus menunaikan tugas pesantren kilat.
Dan sesuai perkiraan gue, Tiara gak datang lagi.
Begitu juga Dimun, juga Tinton dan Dian.

Namun buka bersama kali ini menjadi ajang reuni gank Kimpul kayak Yan, Bos Heru, Whisnu, Rahmat dan Nanda Mahardhika.
Ini juga menjadi temu kangen dengan Suzuki Ryo yang sudah mengelana keliling Indonesia + boalk balik ke Jepang.
Ada juga Herti yang dateng.

Foto bareng Suzuki Ryo

Yang pasti reuni bos dan anak buah terjadi saat itu (baca : Galih dan Nanda Mahardika).
Gue juga 'bereuni' dengan Double-D, Dlaban-Dayakan, yaitu Yuda yang tambah edan saja.
Saking edannya ternyata dia belum booking tempat buat buka bersama.

Nah, 'terpaksanya' kita buka bersama di warung Pecel lele yang lumayan cozy *ceilah bahasane*
Setelah semua kumpul dan hampir buka, tiba tiba dateng si Takdir dan si Latifah, kemudian menyusul juga Mbah Endog alias Adit yang sudah mengepul sambil naik motor.

Setelah berbuka bersama, kita 'merayakan' kondisi yang ada.
Termasuk Sholat Maghrib di Masjid Agung ketika gempa terjadi *herannya kenapa kita gak kerasa ya?*
Nah, karena waktu itu gue lagi flu rada berat, gue memilih buat pulang sekaligus nemenin Tike pulang.

But Overall Guys, You're Rock!!!
Kita nantikan acara selanjutnya dari Freaky Family.