Monday, September 27, 2010

Endah N Rhesa : Sebuah Inspirasi

Pecinta musik indie pasti kenal sama Endah N Rhesa.
Ya, mungkin kalo' masyarakat Indonesia suka D'Cinnamons harusnya lebih suka dengan grup ini.
Dengan mengandalkan gitar akustik, bass dan suara vokal, mereka menyajikan musik folk, jazz dan bahkan menjurus ke arah rock n roll yang mantap untuk dinikmati.
Menurut website mereka, mereka dipertemukan lewat proyek band rock yang akhirnya berujung pada pembentukan Endah N Rhesa pada 2004.
Juga dikatakan bahwa musik mereka terinspirasi oleh musisi seperti John Mayer, John Butler, Jack Johnson, Dave Matthews, dll.
Karena dinyanyikan oleh seorang Endah Widiastuti, maka menghasilkan musik yang terdengar lebih halus namun tegas.
Sedangkan Rhesa Aditya mengaku bahwa seorang Bondan Prakoso yang akhirnya menuntunnya menjadi seorang bassis.
Paduan antara suara dan skill gitar Endah yang menawan dan diimbangi oleh 'kekuatan' Rhesa dengan bass-nya menghasilkan musik yang pas.

Lagu seperti 'When You Love Someone' memang bener-bener mengena.
Halus, easy listening namun pesannya mudah ditangkap.
Kemudian ada juga 'A Thousand Candles Lighted' dengan medium tempo juga cukup menggugah perasaan kita.
Lagu 'Catch The Windblows' juga menuntun perasaan kita sesuai dengan irama lagu yang dibawakan.
Namun juga terdapat lagu yang lumayan upbeat dengan lirik yang cukup menggelitik seperti di lagu 'Living with Pirates'.
Kemudian lagu 'I Don't Remember' juga pantas untuk disimak.

Namun, buat gue, Endah N Rhesa bukan sekedar 'penyedia' musik yang asik, mereka lebih!
Mereka sangat inspiratif.
Hal tersebut gue dapat setelah gue baca blog di web Endah N Rhesa.
Saat itu gue baca tentang hubungan Endah dan Rhesa di luar acara nyanyi-menyanyi.
Dan saat itu baru tahu bahwa Endah N Rhesa adalah suami-istri *bodohnya gue baru tahu sekarang*
Dan Endah pun menceritakan manis pahitnya percintaan dalam suatu pekerjaan.

Di blog tersebut dituliskan bahwa setelah 6 tahun pacaran, Endah dan Rhesa memutuskan untuk menikah.
Endah mengatakan bahwa Ia bersyukur menikahi seorang seniman seperti Rhesa, yang selalu mengerti yang Endah bicarakan dan ingin ceritakan.
Ya, di luar bermusik mereka menjalani kehidupan rumah tangga dengan sangat mengasyikkan.
Mereka berdiskusi tentang album yang baru mereka beli, film yang baru mereka tonton, mereka ngobrol dengan bebas tanpa takut ada yang tersinggung dan salah paham, yah.. mengasyikkan bukan?
Bahkan Endah merasa sudah menikah secara batin sejak Endah N Rhesa terbentuk.

Endah mendengarkan Rhesa yang sangat gemar dengan gadget dan interior.
Begitu pula Rhesa, yang tulus mendengarkan Endah bercerita tentang politik dan lingkungan yang menjadi topik favoritnya.
Namun mereka juga bisa saling menekan ego masing masing.
Ketika salah satu ingin jalan-jalan keluar atau justru malas-malasan di rumah seharian.

Setelah menikah, Endah pun baru merasakan betapa sedihnya ketika ditinggalkan orang terkasih, terutama suami atau istri.
Setidaknya itulah yang dialami ayahnya.
Ya, ibunya meninggal pada tahun 2004.
Dan Endah sering memergoki ayahnya yang menangis seusai sholat, tidur bahkan dalam malam-malam pengajian di tahun pertama.
(baca selengkapnya di sini)

Sebenarnya betapa beruntungnya Endah yang memiliki Rhesa, yang bisa selalu kompak di dunia musik maupun dalam rumah tangga.
Kita tentu iri dengan hubungan yang telah mereka jalani.
Tentu yang bisa kita lakukan adalah dengan mengambil hal-hal baik yang mereka lakukan.
Terutama jika kita selalu menjaga hubungan yang telah lama kita bina dengan hal-hal positif.
Kita juga selalu mendoakan pasangan kita agar selalu diberi kesehatan dan petunjuk agar selalu di jalan yang benar.
Agar kelak hubungan yang dibina dapat kekal abadi :)

No comments: