Monday, November 15, 2010

Ayo Pulang

Masih berhubungan dengan Merapi.
Kalo' ditanya siapa yang pengen tinggal di sekitar bencana? Pasti gak ada kan?
Kalo' ditanya siapa yang pengen mengungsi? Pasti gak ada kan?
Dan apesnya kalo' pas pengen mengungsi gak ada kendaraan.
Tetangga udah pada ngungsi pake motor, pake mobil. Eh ada yang masih bingung pake transportasi apa, soalnya jarang banget ada kendaraan.
Apakah mungkin menggunakan pintu kemana saja? Baling-baling bambu? Kita tanya saja pada Doraemon yang bergoyang.

Nah itu juga pernah terjadi pas gue kelas 7 (1 SMP).
Walaupun sama sekali gak mirip tapi ada kesamaannya, yaitu kesulitan kendaraan.
Waktu itu hari Sabtu, 27 Mei 2006, atau tepatnya waktu terjadi gempa di Jogja itu.
Semua murid diinstruksikan untuk pulang ke rumahnya masing masing karena beredar isu akan terjadi gempa susulan pada sekitar pukul 10.00.
Alhasil, gue dan beberapa rekan langsung pulang dan transit di Bopkri untuk pulang ke rumah masing-masing.

Waktu itu bareng Ibnu, Bos Heru, Yuda dan Tinton.
Kita menanti tiap kendaraan yang lewat dengan mata melotot penuh harap-harap cemas.
Kadang ada bus, tapi jurusan Kokap atau Sribit.
Kadang pas jurusan Wates-Jogja malah kernetnya dada-dada tanda tidak menyediakan jasa angkut gembel.
Coba deh bayangin kalo kita udah mau naik bus ternyata sama kernetnya ditolak?
Ibarat nembak cewek ternyata cewek itu lesbian, kecewa banget kan?

Akhirnya kita memutuskan untuk ke Gadingan (selatan) berharap probabilitas mendapatkan kendaraan bisa lebih besar.
Yang tololnya adalah Yuda ikut kita ke Gadingan, padahal rumahnya cuma dareh Dayakan (timur) atau sekitar 2 km dari tempat kita nunggu bus tadi.
(Udah salah arah buang buang waktu pula).

Akhirnya gue bilangin ke dia buat pulang jalan kaki aja dan kita lanjutkan perjalanan mencari bus.
Waktu itu kita kayak film Kera Sakti.
Gue kayak Tong Sam Cong, Ibnu kayak si Wucing, Tinton si kera sakti dan bos Heru jadi ci Patkay.

Tuhan pun menunjukkan keberadaannya.
Dia mengirimkan sebuah bus biru berjudul BK Sakti untuk kita tumpangi walaupun penuh sesak dengan keringat dan cerita tentang gempa.
Dengan diawali dengan basmalah dan diakhiri dengan hamdalah, kita semua pulang sampai ke rumah dengan keadaan dan keedanan sehat wal afiat.

No comments: