Friday, December 17, 2010

Garuda Di Angkasa #1

Salam Olahraga!!
Yak, tampaknya negeri kita tercinta ini dialihkan perhatiannya dari kasus Gayus ke kasus Nurdin Halid, eh maksudnya keberhasilan Timnas Garuda ke babak semifinal dengan hasil yang cukup meyakinkan.
Betapa tidak, Malaysia dihajar 5-1, Laos dimasak dengan skor 6-0, dan Bryan 'Robo' Robson dan Thailand-nya pun dipaksa pulang lebih awal.
Di dalam lapangan Alfred Riedl, Wolfgang Pikal, Widodo C Putro, Andi Darussalam, dkk. telah berhasil membangun timnas yang kuat secara fisik dan mental.
Khusus Alfred Riedl, beliau memang spesial.
Ia sangat disiplin dalam membangun tim, dari Boas yang tidak dipanggil karena mangkir, jadwal wawancara yang hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu sesuai jadwal hingga berpantang senang sampai benar-benar menang (lihat ekspresi wajahnya).
Sedangkan Wolfgang Pikal bertugas sebagai 'kamus' bagi pemain timnas yang (maaf) kurang ngerti instruksi pelatih dengan bahasa Inggris, hehe.

Dari segi pemain, semua lini bisa dibilang layak.
Markus layak menjaga gawang karena Ia juga berhasil menjaga Kiki Amalia (lho?).
Hamka Hamzah juga seperti 'terlahir kembali'.
Tentu kita ingat dulu Ia suka maju ke depan dan lupa balik ke belakang, bahkan waktu di Persisam Ia pernah jadi striker.
Namun di Persipura Ia menemukan kedisiplinannya kembali bersama Jackson F Tiago.
Dua bek sayap juga lumayan walaupun tusukan dari Zulkifli belum sebaik waktu memperkuat Arema Indonesia.

Ahmad Bustomi juga mempu jadi konektor lini belakang ke lini depan bersama jendral lapangan tengah sekaligus kapten Firman Utina.
Dua gelandang sayap juga dibilang cukup istimewa.
Ridwan yang gue anggap 'sudah berumur' justru kembali menampilkan permainan prima.
Okto Maniani juga bisa dibilang 'The New Elie Aiboy' meski belum banyak melakukan tusukan dengan gocekannya.
Kita juga punya Arif Suyono yang menjadi super-sub yang selalu menghidupkan permainan.

Yang paling menarik perhatian tentu saja duo striker baru kita, Irfan Haarys Bachdim dan Cristian 'El Loco' Gonzales.
Irfan sebenarnya memiliki kemampuan yang terlalu super, namun grafik permainan di Persema yang terus meningkat dan profesionalitas ala Belanda lah yang mampu mengangkatnya.
Gonzalez tidak perlu diragukan lagi, namanya saja El Loco (latin : si Gila), meski tambun Ia cepat dan pintar memanfaatkan peluang yang ada, awesome!!
Bambang Pamungkas juga terkadang dimainkan dan dianggap sebagai pemain paling senior dan juga panutan pemain muda lainnya.
Namun jujur, gue pengen liat Yongki Aribowo main, gak Bambang Pamungkas melulu.

No comments: