Tuesday, June 28, 2011

Akhir: Slam Dunk Contest

kali ini gue bakal membuat semacam serial yang gue beri judul 'Akhir', entah nanti apa part-nya akan ada di belakang kata 'Akhir'.
Apa sih 'Akhir'? ini semacam nostalgia masa masa SMA gue yang tampaknya sedikit mati suri dan segera menemui ajalnya alias BERAKHIR!!!
Nah kali ini gue bakal inget inget waktu kelas X dulu, tepatnya di XE.
Dimana kedamaian selalu terusik di kelas ini.
Di edisi yang pertama ini bakal cerita apa bos??
Sabar bro, mendingan kita provokasi, eh prolog dulu ya.

Anda suka basket? gak suka?
Anda suka kartun? gak suka?
Wah payah nih, gak jadi cerita aja lah -__-

Pernah kan nonton atau paling gak nonton kartun 'Slam Dunk'? Yang ceritanya ada si Hanamichi si bodoh yang ambisius itu?
Maaf, gue gak bakalan cerita tentang Hanamichi atau berapa ukuran kolor si Hanamichi.
Tapi ini lebih ke kata 'Slam Dunk'.

Secara gampangnya, Slam dunk merupakan cara memasukkan bola basket dengan cara menghujamkannya ke dalam ring, entah menggunakan tangan satu atau kedua tangan atau bahkan tanpa tangan kalo si Poconggg yang ngelakuin.
Nah, di Amerika sono kalo kompetisi reguler udah selesai pasti ada semacam eksebisi.
Ada duel para Rookie, duel tukang dribel, duel All-Star dan bahkan ada atraksi dari para maskot.
nah sedangkan yang paling ditunggu adalah Slam Dunk Contest yang disponsori oleh jamu Buyung Upik salah satu minuman bersoda (baca: Sprite).

Oke, waktu itu yang lagi hot hot-nya adalah duel antara Nate Robinson vs Dwight Howard.
Yang paling mengagumkan adalah si 'Superman' dikalahkan sama si Nate Robinson.
Ini menjadi fenomenal karena Howard dikalahkan dengan cara Nate melompati kepala Howard yang berdiri di depan ring, padahal tinggi badan Nate hanya 175 cm, lebih pendek dari Howard yang bertinggi 2,11 meter!!
Akhirnya si Nate diberi julukan sebagai 'Kryptonate' atau plesetannya 'Kryptonite' yang mana dapat melemahkan kekuatan Superman. Amazing.

  Inilah inspirasi kita dalam melakukan Slam Dunk Contest, hahaha


 Nate Robinson menghujamkan bola melewati Dwight Howard





Dampak dari momen itu sangat terasa.
Seakan jarak antara New York dan Ngayogyakarta hanya beberapa meter.
Di kelas gue, terjadi sebuah 'Slam Dunk Contest ala XE'.
Dengan bola seadanya yang dibeli di tempat Mbah semi waktu itu, kita beradu teknik dan gaya.
Dengan ring yang tidak jelas karena sama sekali tidak ada obyek menyerupai ring basket, maka kita tentukan bahwa ring-nya adalah atas ventilasi pintu masuk, hahaha.

Beberapa anak bersiap, ada gue, Bayu, Adhi, mungkin ada juga Toni sama Yoshi, tapi yang pasti ada artis kelas gue yaitu Hanif alias Tejo si raja basket, hahaha.
Kita bergaya dengan gaya masing masing, dari yang sederhana, gaya ala Michael Jordan ampe Michael jackson.
Bukan cuma aksi solo, tapi sebisa mungkin juga meniru ala ala NBA dengan menggunakan passing dari temen yang lain alias assist.
Kadang bola terlalu tinggi dan tidak jarang bola malah mengenai bagian vital, hahaha.



Ini Slam Dunk Contest 2011, Blake Griffin memenangkannya dengan melakukan Slam Dunk melewati mobil keluaran KIA

Memang tidak ada pemenang dalam kontes yang kita adain, tapi paling gak bisa buat hiburan pas jam jam kosong atau pas istirahat.
tapi yang suka bikin ketawa adalah kalo misalnya si Adhi lompat kadang kadang hape-nya yang selalu uptodate itu jatoh di lantai yang tidak bersalah, hahaha.
Ya itu adalah salah satu momen paling unyu dan berkesan selama di SMA.
See you next time di edisi 'Akhir' selanjutnya.
salam Abas Jajan alias 'Anak basket Jadi Jadian'.

No comments: