Monday, December 31, 2012

Palu Squad (Part 1)



Kali ini gue bakal membahas request dari temen temen sekelas yang minta dibahas karena mereka sendiri merasa bahwa aib mereka adalah konsumsi dunia. Jadi karena mereka minta, jadi inilah kelas gue, XI IA3 // XII IA3 (2009-2011). Ada banyak orang di dalam kelas ini yang memiliki karakter berbeda beda (agak kurang sopan kalo menyebut mereka ‘gila’). Yang parah adalah populasi laki laki adalah hanya sekitar ¼ dari jumlah siswa sekelas (10 dari 38). What a class! Di kelas ini akan dijumpai istilah Pagoda Palu: Pasukan Goyang Dangdut Ipa Telu dan beberapa kelompok separatis lain yang belum teridentifikasi oleh PBB maupun PSSI. Dan inilah mereka:

1. Heru Setyana
Alias Heru alias Bos Heru alias Bos Beruang alias Bos Ganteng
Sedikit menyesal harus membahas satu orang ini, karena sesungguhnya sudah sering menjadi obyek dalam blog gue ini. Ibarat 2 sisi mata kaki (mata uang woy!), di satu sisi orang normal menganggapnya sebagai orang aneh. Sisi lain, orang katarak memanggilnya ganteng. Dan dia masih setia suka sama …
Dulu dia memiliki geng bernama Qympul yang harus bubar jalan karena masalah finansial dan ketua umum yang korup.
Ia dikenal memiliki tingkah tingkah absurd yang sulit dicerna manusia abad 21, seperti memanjat tembok ala Ninja Warrior, masuk ke dalam mimbar upacara dan jedotin kepala sendiri ke tembok. Amazing.
Konon dia tinggal di gua dan memiliki peliharaan beruang. Konon juga dia tidak begitu mengenal tetangganya.
Dia memiliki hobi dalam hal pipis. Bahkan dia pernah masuk nominasi “Yang paling sering pipis di WC sekolah”, dia hanya kalah poin dengan Pak Sarpun.
Soulmate: Bowo

2. Ibnu Aji Setyawan
Alias Ibnu alias Ustadz Ibnu
Seorang Liverpudlian berkacamata dan satu satunya anggota kelas ini yang berasal dari luar Kulon Progo (huuuuu….). Adalah temen naik bus gue, bersama Bos Heru jurusan Jogja-Wates (aah.. waktu itu, jaman belum mengenal motor, ketika pulang sore kita bertiga harus jalan sampai gadingan, belum lagi kalo turun hujan, aah.. masa masa sulit itu~) Ett.. dah.. kenapa malah nostalgia coy?
Pas jaman udah naik motor sering gue bonceng kalo gue pas gak ada motor hehe.
Soulmate: Nico

3. Iin Marsita
Alias Iin alias Iik.
Tidak banyak yang bisa dikuak dari Iik yang hidupnya penuh dengan misteri Ilahi, atau malah misteri gunung merapi? Pernah sok sokan main catur lawan gue, tapi selalu kalah. Hahaha kau masih terlalu cepat 10 tahun nak untuk mengalahkanku.
Tapi satu hal yang pasti, dia dikenal sebagai cewek yang tomboy kalo pas gak pake jilbab.
Soulmate: Acun

4. Itna Sari
Alias Itna
Adalah cewek yang gue kenal dari SMP. Pertama karena dia temennya Sovi, yang kedua karena mantannya Dhana yang sering ketemu mereka di warnet (If you know what I mean, buahahaha). Memiliki perwajahan yang seperti orang tionghoa meskipun asli wong Wates.
Memiliki tubuh yang mungil meskipun ada bagian yang tidak mungil (mungkin kempolnya atau otaknya, hehe).
Dia merasa bahwa dia tidak pernah ‘menggoda’ bagi para laki laki, meskipun para lelaki merasakannya. Adalah fans berat dari Fito (sepertinya untuk hal ini, hanya Tuhan, Itna dan Pak Seno yang tahu).
Soulmate: Opil

5. Kanita Galih Julia Rakasivi
Alias Vivi alias Mbak Vik alias Sista
Juga adalah cewek yang gue kenal dari SMP. Adalah salah satu temen yang paling ngerti gue luar dalam karena jadi tempat curhat dari dulu. Sejak jaman jadi pacarnya anak tukang bakso sampai yang terakhir akhir masih terus update dan di-install (iki antivirus po opo ceritane?).
Gampang banget suka sama cowok dengan mengatakan “kae ganteng yo”, “ih cakep yo” bla bla bla, meskipun menurut orang normal enggak ganteng. Memiliki mata sipit meskipun kulitnya tidak seperti orang tionghoa :p
Selain itu dia juga gampang banget dibohongin, padahal untuk seperti hal hal yang sepele, misalnya “eh, mosok pak SBY arep teko nang Casello” dia pasti langsung menjawab “weh, ho’o po? Ciyus? Miapah? Mikirin kamu?” dilanjutkan dengan respon respon yang absurd “wah, iso salaman ora yo”.
Memiliki kembaran yang sejak lulus SD mereka gak pernah ketemu selain di rumah (kok koyone dramatis banget, padahal cuma enggak sekelas)
Waktu SMP dia dikenal sebagai ketua OSIS yang karismatik (terus kenapa sekarang jadi kayak gitu?), sedangkan pas SMA dia lebih dikenal sebagai ‘cucunya’ Pak Basuki guru Biologi XD
Soulmate: Nia

6. Mega Puspitasari
Alias Mega alias Mama alias Si Tukang Antop
Salah satu andalan dalam hal tonti dan paskib kebanggaan kelas kita. Baru kenal waktu kelas 2 dan langsung klop dalam beberapa hal. Seperti dalam selera musik seperti Katy Perry dan Taylor Swift. Hal ini mungkin karena zodiak kita sama (njuk ngopo?) dan kesamaan nasib yang hanya mendapatkan ASI eksklusif sebentar saja (jadi mohon dimaklumi kalo ada syaraf yang kurang nyambung sedikit). Satu kelompok pas drama sama kelompok Yearbook. Beberapa hal yang gue respect adalah dia gak suka Justin Bieber dan boyband boyband maho (meskipun dia akhirnya muntir dan ngefans sama Maho Junior).
Memiliki beberapa (banyak) kebiasaan aneh, seperti antop (sendawa), sering kentut, tidur di kelas, menjahili teman lain. Untuk ukuran cewek, hal tersebut sudah dianggap terlalu mengerikan dan perlu penganganan khusus dari dinas kesehatan setempat meskipun sepertinya sudah terlambat.
Sering galau masalah cowok. Pernah hampir nangis gara gara gue sama Bayu menyinggung masalah cowok.
Satu hal yang mungkin teman teman sekelas gak pernah tau adalah gue pernah jaga jarak sama dia dengan sama sekali gak ngomong dalam waktu yang lama gara gara kita gak pengen gue dituduh sebagai orang yang mengganggu hubungan.
Well, she’s fun, teman bercerita yang menyenangkan meskipun sering juga menyebalkan :))
Soulmate: Rina R

7. Niko Tesni Saputro
Alias Niko alias Niko Cantik (kalo kata temen temen cewek)
Adalah juga termasuk temen satu SMP yang meskipun gak terlalu kenal. Baru kenal juga pas udah kelas 2. Kayaknya sih dia lumayan pinter dalam bahasa Inggris.
Cukup sulit untuk menjelaskan tentang teman yang satu ini karena tidak terlalu semengenal teman teman cowok yang lain.
Pernah beredar foto hasil jepretan yang ada di hapenya Mega yang entah masih disimpan atau tidak. Hahahaha.
Soulmate: Ibnu

8. Nurma Yuli Winarni
Alias Nurma alias Wiwin
Salah satu temen yang juga udah kenal waktu SMP meskipun juga gak terlalu kenal (FYI: Nurma, Vivik + Olip dan Puspa adalah satu kelas, tapi gak semua gue kenal). Waktu SMP, Nurma (dan Vivik) adalah partner gue di OSIS. Kalo gak salah dulu tuh Vivik ketua terus wakilnya Nurma. Kalo inget jaman itu, gue jadi ragu “kerja gue dulu ngapain ya?”
Menurut pengakuannya, dulu pas SMP dia ngefans sama Bos Heru (what a nightmare), tapi menurut Bos Heru (sekarang), Nurma tuh gak cocok sama dia, soalnya lahirnya Juli katanya (terus kenapaaa Bos??)
Dan pas SMP dia punya penggemar yang bernama R*hmat. Dulu gue inget, temen2 pada suka pake nomer palsu buat ngerjain R*hmat dengan ngaku2 jadi Nurma dan ngajak ketemuan :p
Secara pribadi, gue mengagumi Nurma atas usahanya menurunkan berat badan. Tapi gue masih bertanya Tanya, apa dia sudah move on sepenuhnya? 3 tahun lebih lho :p *ampuuuun*
Soulmate: Olip

9.  Oliyvia Devi Astiti
Alias Oliv alias Olip alias Mbak Ple
Juga temen sekelas Vivik sekaligus temen SD-nya Tinton (temen sekelas gue pas SMP).
Jadi gue tahu ‘keadaan’ dia sebelum jadi kayak sekarang ini hahahaha. Adalah salah seorang teman yang menyukai lagu lagu cadas, meskipun juga katanya sekarang mulai rajin mendengarkan Tame Impala. Mengaku sebagai fan dari The Beatles.
Pernah ada kejadian, dia lagi ‘dapet’ terus bochor bochor.. ampe tupeh tumpeh.. :p
Untuk julukan ‘Mbak Ple’ berasal dari kata ‘K*ple’, sebuah julukan yang tampaknya diperolehnya waktu masih kelas 1. Kemudian julukan itu terbawa sampai kelas 2 dan 3. Jadi wajar kalo sering ada yang nanya “semalem dapat berapa?” dsb. Haha
Dia juga salah satu siswa yang paling sering terlambat, mungkin karena malemnya mangkal hahaha. Dulu dia juga pernah punya tirai (baca: poni yang menutupi wajah & jerawat) yang pernah dikritik oleh Mrs. Cama.
Soulmate: Nurma

10. Purbowo Adi Nugroho
Alias Bowok
Adalah seorang Manchunian sejati yang seolah olah hidupnya hanyalah untuk MU. Dia sangat menggilai sepakbola dan menjadi salah satu tumpuan tim futsal kita (yaiyalah muridnya aja cuma 10, yang bisa main futsal cuma berapa). Hampir sama seperti Niko sih sebenernya, gak terlalu mengenal lebih jauh. Tapi satu hal yang pasti, dia telah menjadi penjinak Bos Heru dan setia dalam menuntun Bos Heru dalam keadaan waras maupun somplak.
Dia juga hobi banget sama yang namanya nge-game (terutama yang ada hubungannya sama sepakbola – lagi). Dan hape Bos Heru yang jadi korban paling sering.
Soulmate: Heru


11. Puspitasari Apriyani
Alias Sarik
Adalah temen sekelas SMP gue dulu. Dia telah berubah dari sosok anak SMP yang lugu dan suka naik sepeda sambil dadah dadah waktu pulang sekolah menjadi remaja putri yang gahol yang ngerti cinta.
Punya pacar yang namanya Rama yang sekarang gak tau masih jalan apa enggak dan suka pacaran dimana aja, di tempat apa aja, dari mulai ruang kelas, lobi SMA, warnet, wartel sampai war-u doyong.
(Ngomong ngomong, wartel ki boso Inggris e Payphone udu e? Jajal bayangke nek Adam Levine nyanyi Payphone diganti dadi wartel. Terus video klip e Adam Levine ngantri wartel terus mbayar nganggo kertas struk sek metu kae. Hmmm…) Abaikan coy!
Soulmate: Ratri

12. Puspa Sepriyantari
Alias Puspa alias Mpus
Adalah temen SMP juga (walaupun cuma setahun terakhir) karena dia adalah murid pindahan dari Kalimantan kalo gak salah.
Dia juga adalah salah satu korban yang gagal dibribik oleh temen temen SMP dulu (maklum, kalo ada yang baru dan bening, siapkan diri, siapkan pulsa dan siapkan mental untuk membribik).
Salah satu yang terpintar di dalam kelas ini dan aset berharga bagi masa depan bangsa dan semoga menjadi orang yang jujur dan tidak mengikuti kakak2 angkatannya yang berbuat tidak baik.
Harus segera move on dan mendapatkan jodoh karena segera memasuki dunia kerja. Satu satunya orang yang manggil gue Eric si Sapi dan dia sendiri tidak tau apa maksudnya -_-
Soulmate: Delicia

13. Ratri Esti Wisnu Aji
Alias Ratri
Tidak banyak hal dan data yang gue peroleh dari orang yang satu ini. Satu hal yang pasti adalah dia memiliki kemampuan di atas rata rata di bidang matematika. Terus dia jadi server pas ulangan, lewat perantara Sarik. Curiga, jangan jangan dia masih ada hubungan satu klan dengan Bu Sri? Atau dia adalah guru matematika yang nyamar jadi murid buat mencari bakat bakat terpendam di kelas gue? :O
Soulmate: Sarik

14. Renny Intan Kartika
Alias Reni alias Mbak Tika alias Toa alias Tonil
Manusia paling berbahaya bagi kesehatan telinga. Sudah sangat jelas dan gamblang disebutkan bahwa julukannya adalah toa, alias pengeras suara masjid. Suaranya yang keras namun tidak diimbangi kemerduan adalah perpaduan yang luar biasa memekakkan telinga dan perasaan. Ditambah sangat suka menyanyikan lagu lagu Disney, ala ala Demi Lovato dan Jonas Brothers. “This is real, this is bla bla bla” yang ternyata nada yang dia nyanyikan dengan lagu aslinya beda jauh -_- Hobinya juga sangat jelas, suka mengsiruh suasana yang nyaman dan damai.
Dalam beberapa kasus, dia belum cukup dewasa untuk mengerti hal hal tertentu seperti yang dijelaskan oleh mbah Irwan.
Kalo gak salah dulu bapaknya Reni sempet nyalon jadi kepala desa Sentolo. Kalo gak salah lho ya, kalo salah ya gak bener :)
Soulmate: Tarmi

15. Rina Rantiasih
Alias Rina R alias Rina Rantingpohon
11:12 dengan Reni. Sering menyanyikan lagu lagu Disney dan juga fans berat Justin Bubur. Hal absurd tentang dirinya antara lain adalah ketika diajak ngobrol suka gak nyambung. Singkat kata, kupingnya rada soak kayaknya, atau otaknya yang gak nyampe? Who knows?
Hal absurd lain: ketika hujan deras/ hampir banjir, dia memilih untuk tidak berangkat sekolah. Waktu ada Idola Cilik, dia juga memilih tidak berangkat sekolah. Anak sekolah macam apa ini? -_-
Bapaknya punya usaha batik ‘Lumintu’ (Lumintu gue kasih dah). Bapaknya namanya Semiran. Apakah sejak lahir rambutnya udah semiran? :/
Soulmate: Mega

16. Rizki Nur Hanifah
Alias Rizki
Tidak banyak data yang dimiliki oleh Wikipedia maupun IMDB. Satu hal yang pasti adalah dia adalah konco kenthel-nya Maisaroh. Dan mereka berdua sering berbincang bincang dengan bahasa Indonesah getoh.
Soulmate: Maisaroh

Lanjuuuutt?? Kalian luar biasa...
(Part 2)

Sunday, November 18, 2012

Silence of the Wolf



Beruntunglah wahai para pemuda yang masih setia membaca blog saya ini *bersihin dari debu debu*.
Ada lebih dari seribu satu alasan kenapa blog ini jarang diupdate. Kalo dulu mungkin gue terlalu disibukkan dengan berbagai tugas dan laporan praktikum maupun kuliah, sekarang di waktu yang cukup luang ini, gue pun masih tidak aktif untuk menghidupkan kembali ‘makhluk setengah mati’ ini.

Sebenarnya ada beberapa draft yang sudah dibuat, dan tinggal meng-klik ‘publish’.
Ada begitu banyak pertimbangan ketika menyangkut hal hal yang sebenarnya gue sendiri begitu takut untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah gue tulis.
Gue kuliah mungkin dibilang sudah lebih dari setahun. Banyak hal lucu dan menarik untuk dapat ditulis di altar ini.
Tapi, man, ini bukan lagi sekolah putih abu-abu gue lagi. Bukan teman teman yang selalu mengerti candaan gue, bukan teman teman yang selalu menunggu cerita apa yang bakal gue bahas, apa yang lucu, apa aksi Bos Heru, dsb.
Ini tempat perkuliahan. Peduli setan apa nama universitas-mu. Tapi yakinlah, bahwa ada begitu banyak latar belakang dari setiap kepala yang akan kamu kenal. Mereka bukan dari Jawa saja, bukan Sumatera saja, bukan daerahmu saja.
Alasan mendasar gue adalah: cara bercanda gue bisa jadi (atau bahkan pasti) berbeda dengan orang-orang baru ini. Bisa jadi mereka akan sangat tersinggung dengan cara gue bercanda.
Masih teringat jelas di ingatan gue, ketika ada seorang rekan yang melayangkan bogem mentah ke arah gue ketika gue ‘membalas’ candaan dia. Beruntung tidak mengenai gue secara fatal.
Atau ketika ada teman lain, gue bercanda membahas celana. Iya, celana. Dia terlihat tersinggung. Entah bagian mananya.

Dari hal hal itu, gue harus menempatkan diri sebagai orang yang harus pandai memilih kata kata.
Selama kuliah, gue tidak pernah menempatkan diri gue sebagai mahasiswa. Gue adalah anak kuliah cupu. Gue anak kuliah, bukan mahasiswa.
Gue akui, I’m a changed man kalo kata Red di film Shawshank Redemption.
Gue bukan lagi orang yang terlalu terbuka seperti dulu. Orang yang mau berbagi canda tanpa tedeng aling aling. Ada jutaan orang serius di sini yang kemudian berusaha membalas dengan lawakan garingnya.
Ada ribuan orang yang mengagung agungkan menjadi ‘anak kos’ di sini. Dengan alasan lebih hemat, lebih mandiri, dsb. Keep talking, bitches!
Mungkin mereka lupa bahwa harga makan di kantin kampus, di KFC, di Kalimilk memiliki harga yang terlalu ‘biadab’ untuk dibilang ‘harga anak kos’.
Menonton film yang selalu ‘dianggarkan’ biayanya ketika film baru rilis. Atau ketika ada konser penyanyi ibukota yang diadakan fakultas atau kampus tertentu, padahal gak ngefans ngefans amat, ngerti lagunya cuma satu dua, tapi selalu datang biar keliatan bergengsi.
Itulah: (yang ngakunya) anak kos.

Extrovert adalah pilihan gue ketika gue sekolah dulu. Saat ini, itu bukanlah pilihan bijak. Mungkin gue adalah orang yang banyak bacot di twitter. Talking shits, menulis #NowPlaying yang mungkin terlalu sampah bagi kebanyakan orang, menggoda beberapa teman lain. Untuk hal terakhir, terkadang memicu praduga dari para stalkers temen kampus. Mereka membuat konklusi sendiri tentang apa yang aku sampaikan (meskipun itu cuma conversations biasa). Kalo pun aku mau, twitter bukan tempatnya. Terlalu diumbar. Ada fasilitas yang namanya telepon yang dimana jauh lebih privasi kecuali nomermu disadap FBI. Yang lebih hemat, ada yang namanya sms, juga masih menjaga privasi, kecuali hapemu dikepoin temenmu.
Konklusi tak berdasar. Twitter is not my refelction.

Entah, hal ini terbawa ke kehidupan lama. Gue gak pernah lagi bercerita ke temen temen yang ketika sekolah dulu sudah seperti bak penampungan cerita gue.
Tentu saja gue terlalu naif. Mereka punya kehidupan sendiri. Segalanya berubah, setahun lebih berlalu mungkin juga waktu yang cukup untuk lupa akan cara kita ‘bermain’. Entah.

Gue terlalu banyak bicara untuk ukuran judul di atas. Satu hal yang bisa disimpulkan. Diamonds are forever, Friends aren’t.

Saturday, September 15, 2012

Not Sure If It's My Bad Week or...



Well guys, it’s me again. Gue sekarang lagi berusaha buat tetap meng-update blog gue kayak semasa SMA dulu.
Tapi karena kali ini gue udah kuliah, mungkin bahannya bakalan beda, ceritanya juga.

Oke guys, kali ini gue bakalan cerita tentang minggu ini. Dan mungkin ini adalah minggu sialku (yang ke sekian kali dalam sejarah hidup gue).
Minggu ini adalah minggu yang cukup, atau mungkin sangat, sangat berat. Kenapa? Di minggu ini bakalan ada 3 praktikum in a row! 3 hari berturut turut!
Belum lagi masih ada tutorial (semacam diskusi) + laporannya.


Hari Senin, a big week had to be started. Tutorial, terlihat bakalan lancar. Namun, ketika dosen yang masuk adalah dosen farmakologi, dimana yang dibahas kali ini adalah tentang obat obatan. Mati kutu udah. Mau ngomongin tentang ini takut salah, mau ngarang ngarang, bakalan ketahuan. Alhasil tutorial berasa krik krik krik banget, sepi, gak jalan.

Masih di hari yang sama, ada praktikum hari pertama. Tapi kita dapat gelombang ketiga, dimana itu adalah gelombang terakhir.
Entah salah siapa, apakah salah bunda mengandung gue juga gak tau, jadwal yang harusnya tiap gelombang itu cuma 1,5 jam kenapa jadi molor. Alhasil tempat gue yang harusnya mulai jam setengah 4 mundur, mulainya jam setengah 5! Alhasil gelombang gue selesai pas adzan Maghrib, dan gue sampai rumah udah mau adzan Isya’, astaghfirullah -_-

Hari kedua. Kali ini praktikum tentang pengaruh obat ke hewan, dan hewannya adalah mencit. Kita harus pegang sendiri mencitnya, nyuntik sendiri, dst.
Nah, sialnya mulai lagi. Gue salah megang mencit, pas gue pegang, mencitnya berbalik dan gigit jari gue -___- dan untungnya (aduh, walaupun untung tetep aja sial) gue ada temennya, si Galih dari kelompok lain juga digigit. Untungnya lagi itu bukan tikus rumah, kalo iya gue gak bakalan bisa ngetik postingan ini -_-
Terus lagi, ada mencit yang harusnya mati tapi gak mati. Pas Tanya ke salah satu (oknum) asisten. “mas, ini kira kira kenapa yak kok gak mati?” tau gak dia jawab apaan? Dia jawab “Coba diajak ngobrol, kenapa kok nggak mati”
YA ALLAH~ ini niatnya mau ngelucu atau ngapain? Gue harus bilang MOM gitu? Pelit amat sih. Belum lagi ditanyain hal hal yang lain lagi, pasti jawab “coba dicari di buku”. Whaaaat… asisten kan tugasnya ngebantu mahasiswa biar bisa, kok malah dipersulit gitu sih -_-

Hari ketiga seinget gue lancar lancar aja, malah pas gelombang gue cepet banget praktikumnya, cuma sejam.

Nah ini, hari keempat, gue abis abisan. Tutorial kedua (diskusi pembahasan dari apa yang didiskusiin hari Senin). Dosen yang mendampingi tutorial adalah dosen yang ngasih materi kuliah. Dan ketika gue menyampaikan pendapat gue, langsung. TKO. “Itu kan salah satunya, tapi harusnya kan bukan cuma itu. Berarti pemahamannya masih kurang! Kamu kuliahnya di ruang atas apa bawah?” “Bawah, dok” “Itu kan yang ngasih materi kuliah saya”
Mati -______-
Padahal ada dosen yang bilang kalo laopran tutorial itu gak boleh pake slide dosen sebagai rujukan, terutama daftar pustaka, dan gue berusaha buat itu. Tapi tetep, abisssssss -_-

Hari Jum’at biasa aja, karena biasanya udah gak sesibuk hari Senin – Kamis. Tapi ya itu, kok kayaknya sial banget gitu hahaha.

Saturday, September 8, 2012

Vote for Serigalatanah (The Vaccines)


Saya, beberapa waktu lalu ikut kontes poster salah satu band favorit saya, The Vaccines.


Nah, ajang ini selain dipilih juri, bisa juga dipilih oleh pengguna Facebook dengan mem-vote poster yang ada.
Jadi, jika teman teman berkenan membantu saya untuk mem-vote poster saya, terima kasih.
Caranya sebagai berikut:

Ada dua cara pemilihan yang bisa dilakukan,

Yang pertama:
Masuk ke link milik Creative Allies dan langsung terhubung ke poster bikinan saya.
Nanti tampilannya akan sebagai berikut ini:


Nah, kemudian, setelah berhasil masuk, kemudian klik bagian ‘Facebook Vote for this Creation’ yang ada di atas gambar/ poster.
Nanti secara otomatis dengan menggunakan akun Facebook anda, anda dapat memilih poster saya.

Yang kedua:
Bisa masuk ke Fans Page-nya The Vaccines yang sudah saya sediakan link-nya.
Kemudian, cari gambar yang seperti ditunjukkan gambar di bawah ini.


Nah, setelah itu anda juga otomatis memilih karya saya.

Terima kasih jika teman teman bersedia membantu. Terima kasih banyak :)