Friday, August 24, 2012

MxPx: Indonesian Tour 2012


Kabar baik bagi pecinta musik punk, terutama pop punk. Lebih utama lagi buat penggemar yang ada di Indonesia.
Yaitu, MxPx akan datang ke Indonesia dan mengunjungi 3 kota/ daerah di Indonesia, yaitu Jakarta, Yogyakarta, dan  Bali.


Menurut official website mereka, untuk Jakarta, akan dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2012 (Viky Sianipar), sedangkan Yogyakarta 12 Oktober 2012 (Bosche Club VVIP Jogja) dan Bali 14 Oktober 2012 (Bosche VVIP Club Bali).

jadwal konser
Band yang digawangi oleh Mike Herrera (bass/ vocal), Tom Wisniewski (guitar, backing vocal) dan Yuri Ruley (drum) ini memang melakukan tour ke Asia setelah menyelesaikan beberapa tour di kota kota di Amerika Serikat.
Tour ini juga dalam rangka sebagai tour album baru mereka, ‘Plans within Plans’ yang dirilis 3 April 2012 lalu.
Mengingat ini adalah studio album mereka setelah 5 tahun lalu (Secret Weapon, 2007), pastinya konser mereka ini bakal ditunggu oleh banyak penggemar mereka di Indonesia.

Plans within Plans

Jadi, wajib hukumnya bagi para penggemar musik pop punk yang ada di Indonesia. Masih ada waktu buat mengumpulkan Rupiah.

Event : Trah Mangundinomo


Well, di postingan sebelumnya gue udah menampilkan behind the scene-nya, sekarang gue bakal memposting event pertemuan trah Mangundinomo.
Yap, acara mulai sekitar jam 9, dimana keluargatuan rumah berkumpul lebih dulu.
Jam 10 an baru dimulai, keluarga yang dulu dulu jarang ketemu jadi ketemu lagi, karena ini pertemuan pertama sejak tahun berapa gue lupa.
Daripada banyak bacot, mending langsung ke tiap kejadiannya, here it goes :))

para tetua yang mewakili tiap putra Mangundinomo

Ales diwawancarai Pakde Jojok soal Geblek Renteng
Naya dan Arya



Halal bihalal

Sebenarnya masih banyak fotonya, tapi malah bingung milih yang mana hehehe
sekian dulu, see ya :D

Thursday, August 23, 2012

Behind the Scene : Trah Mangundinomo


Yeah, gue balik lagi, dari sekian lama enggak posting, ya palingan posting beberapa kalo lagi mood, sekarang moodnya banyakan lagi ngilang.

Oke, langsung aja, kali ini gue bakalan cerita tentang trah keluarga gue. Bahasa Indonesia yang baik dan benar ada gak sih istilah ‘trah’? Yaah pokoknya kalo gue ngartiin ya semacam kumpul keluarga gitu hehe. Tapi kalo kata Wikipedia sih kayak gini.

Sebenernya pertemuan kayak gini tuh sering diadain waktu gue masih SD dulu, tapi gak tau kenapa tradisi tiap lebaran ini jadi jarang diadain, apalagi tahun ini rumah nenek gue yang jadi tuan rumah :))

Tapi, sebelum itu, kita lihat dulu behind the scene dalam persiapan trah ‘Mangundinomo’ kali ini.
Yak, malam harinya sih pada geser geser barang barang gitu, tapi gue datangnya agak telat jadinya cuma kebagian pas nge-cat doang. Sebeleum ngecat pada stop dulu, pada laper katanya, lagi pada pesen Mie Jawa. Gue ditawarin, tapi apa mau dikata, dari rumah udah makan, masak gue makan lagi di sana, apa kata perut gue? Udah segede gini, jadi apa ntar? Haha
Naya, bulik Hesti, Om Pethuk, Om Gi'
Terus lanjut, ngecat, gue gak tau apa yang ada di pikiran pakde gue, dia ngecat udah dapet seperempat tembok, dia baru nanya ‘kira kira catnya cukup gak ya?’ -_-
Alhasil, cat sisanya dicampur lagi biar lebih encer dan jadi cukup, tapi kayaknya hasilnya jadi belang gitu, kayak orang pake produk kosmetik, mukanya putih tapi badannya gelap (gak se-ekstrim itu juga sih).

kenapa banyak Orbs-nya ya? Btw, pakde gue paling kiri, yang udah mulai duluan -_-
Nah, lagi lagi pakde gue ini lanjut ngecat. Gak ada mendung, gak ada hujan, tiba tiba pakde gue batuk batuk sendiri, gak ajak ajak orang lain. Dia batuk parah gitu, padahal gak pernah ngerokok. Disuruh berhenti ngecat gak mau. Alhasil batuknya tambah jadi jadian. Tapi terus disuruh berhenti ngecat, walaupun batuknya tahan lama. Katanya sih di rumah udah biasa ngecat, tapi kok di sini batuk. Dia heran. Gue heran. Kita semua heran. Dia heran karena biasanya gak batuk, kok ini batuk. Gue heran ternyata pakde gue tukang cat -_-


Setelah sekian waktu, pekerjaan kita hampir selesai, bareng sama Om Dodo yang baru pulang dari pantai Parangtritis, yang katanya macet parah gara gara libur lebaran gini. Apalagi malem, pulang kalo naik bus udah gak ada, akhirnya naik taksi dan keluar duit 150rb, lumayan. Lumayan bikin kere.

Om Dodo and Kids (the red one is not)
 Yah, gue berusaha mengabadikan momen momen yang ada di sana, tapi ada satu hal yang cukup mengganggu. Yaitu: Kakak gue, Erin (yaah, gue harus mengakui bahwa dia adalah kakak gue walaupun dia baru kelas 3, karena dia anaknya pakde gue).
Dia sukanya mendominasi. Apa apa pengen diperhatiin. Hobinya nge-bully, tiap gue kritik, dia pasti langsung ambil kepalan tangan ala ala Chris John siap memukul lawannya.
Apalagi waktu dia liat gigi taring gue yang lumayan tajem tajem, dia penasaran pengen liat, ampe mulut gue berusaha dibongkar sama dia (u,u)

The Troublemaker, Erin -_-
But that night was awesome, apalagi menyadari bahwa ketika pulang jalanan macetnya minta ampun yang lagi pada mau balik ke Jakarta.

Friday, August 17, 2012

Dirgahayu Negaraku, Indonesia


67 tahun, tidak terasa satu tahun itu bertambah lagi bagi negara ini, negara Indonesia tercinta.
Yap, Indonesia merdeka sudah 67 tahun, entah ini usia muda atau tua. Terlepas dari itu semua, ada yang spesial pada perayaan HUT RI pada tahun ini. Yaitu pelaksanaannya bertepatan pada bulan Ramadhan dan tepat di hari Jumat seperti waktu kemerdekaan pada tahun 1945 dulu.

Tapi, jika disimak lagi, apa se-spesial itu? Terutama di jaman sekarang, dimana nasionalisme anak muda sering kali masih dipertanyakan.
Jika kita perhatikan dan kita hayati lebih jauh, bangsa kita justru memperoleh kemerdekaannya ketika bulan Ramadhan, dan proklamasinya dilakakuan ketika sebagian besar rakyat di negeri ini sedang menjalankan ibadah puasa. Mereka bersemangat, mereka tanpa mengeluh dan justru bangga ketika mengikuti dan menjadi bagian tonggak sejarah negara ini.
Bandingkan dengan masa sekarang, dimana anak anak sekolah yang (sebagian besar) peran aktifnya untuk negara ini belum terlihat. Bukankah upacara bendera peringatan 17 Agustus adalah salah satu cara untuk mengabdi pada negeri ini?
Tapi boro boro bersemangat mengikuti, di waktu tidak puasa saja sebagian besar malas-malasan untuk mengikutinya, apalagi ketika puasa. Akan ada beribu alasan ketika hal ini terjadi, entah haus, entah panas, entah capek, takut pingsan, takut hitam lah, ampun. Apalagi HUT RI kali ini berdekatan dengan hari raya Idul Fitri, dimana ketika mudik adalah suatu tradisi, yang juga mungkin jadi salah satu alasan untuk meninggalkan upacara bendera pada tahun ini.

Selain itu, melihat kondisi negara Indonesia pada saat ini, entah, apa masih ada harapan di hari peringatan kemerdekaan tahun ini.
Mungkin bagi sebagian orang di negeri ini, korupsi sudah menjadi konsumsi sehari hari setelah nasi. Apa juga guna komisi komisi itu jika kerjanya saja seakan akan dibatasi oleh orang orang yang tidak suka dengan adanya badan ini.
Bahkan baru baru ini sang kepala negara yang menjadi inspektur upacara, mengelak bahwa Ia terlibat dalam rapat terbatas Bank Century. Semua orang bisa mengelak, tapi biarkan keterbukaan dan bukti bukti yang menjelaskan semua kebenaran.
Belum lagi kita baru saja dihadapkan pada hasil buruk di Olimpiade London. Konon, sejak 1992, era Susi Susanti, emas adalah barang pasti yang bisa dibawa pulang ke dalam negeri. Lalu sejak itu bergiliran dari cabang yang sama, bulutangkis, ikut menyumbang emas, dari Ricky-Rexy, lalu Tony-Chandra, kemudian di Athena Taufik menang, terakhir 2008 Markis-Hendra yang menjuarainya. 

Di tahun ini, tidak satu pun medali dari cabang yang sudah memenangkan 5 emas itu. Bahkan China yang memborong kesemuanya. Pahitnya lagi, terjadi pengaturan pertandingan pada bagian ganda putrid. Lebih pahit lagi, ganda putrid Indonesia juga terlibat di situ.
Konon, pemain hanya menjalankan apa yang diperintahkan, seperti ketika Mursyid Effendi yang melakukan gol bunuh diri (secara sengaja) ketika menghadapi Thailand, untuk menghindari Vietnam. Ia mengatakan ada atasan yang memerintahkan hal tersebut. Namun tetap saja Ia yang menjadi aktor antagonis, dan sutradara hanya bisa tertawa.
Entah, apa PBSI sudah sama bobroknya dengan PSSI? Siapa yang tahu? Tapi siapa yang bisa membantah ketika kementerian olahraga terlibat berbagai kasus korupsi? Ada Nazarudin di sana, Sondakh juga, kemudian siapa lagi? Inilah yang terjadi ketika orang politik yang ‘menggarap’ olahraga, dimana esensi sportivitas menjadi nomor sekian.


Entahlah, harus berharap apalagi di umur 67 tahun ini. Dirgahayu Negaraku.