Monday, September 9, 2013

Pahlawan di Udara



Sebuah kotak kecil berisi suara yang mampu merubah suasana hati seseorang. Terima kasih Tuhan telah menciptakan sosok Guglielmo Marconi dan kreasinya. Yap, radio!
Entah berapa tahun yang lalu sejak pertama kali mendengarkan radio. Sering tidak disengaja mendengarkan radio waktu kecil karena simbah saya suka mendengarkan informasi harga sayuran tiap pagi di RRI, atau siang hari mendengarkan lagu campursari atau malam hari sekedar mendengarkan wayang. Namun ya itu, cuma sekilas saja, tidak jatuh cinta.
Waktu sudah pindah rumah, beberapa kali saya coba mendengarkan radio dengan frekuensi yang random. Beberapa lagu Nugie macam Pelukis Malam, Pembuat Teh dan Burung Gereja paling sering ‘ketemu’ di pencarian random di radio, kemudian juga Wayang dengan lagu Dongeng Sebelum Tidur-nya, Air dengan Bintang-nya, dan yang paling saya suka waktu itu adalah Kuldesak-nya Ahmad Dhani dan Andra Ramadhan dengan liriknya yang saya anggap bagus waktu itu.

Ketika kemunculan kembali MTV ke layar kaca Indonesia (waktu itu Global TV-red), saya sangat gembira, karena informasi dan update musik Indonesia maupun luar negeri akan selalu didapat dengan mudah, apalagi dengan video klipnya. Meski demikian masih beberapa waktu saya sempatkan untuk mendengarkan radio. Namun hal tersebut menjadi lebih intens ketika siaran MTV sudah tidak ada lagi alias diambil alih penuh oleh Global TV dengan siaran regulernya.

Dari sekian tahun saya mendengarkan radio, saya punya beberapa program acara yang mungkin bisa dibilang favorit. Dari beberapa program tersebut ada juga beberapa DJ/ penyiar radio yang bisa dibilang ‘jagoan’ saya yang selalu saya tunggu tunggu.

1.      Dagienkz dan Dedi
Saya lupa tahun berapa, tapi yang jelas saya masih SMP. Ketika libur sekolah (entah libur semesteran atau sekedar tanggal merah di antara hari Senin-Jumat) saya selalu sempatkan untuk mendengarkan Prambors FM (Jogja channel 95,8 FM dan merupakan ‘cabang’ dari Prambors Jakarta). Acaranya bernama: Putuss (sebenarnya sampai sekarang arti kata atau kepanjangan Putuss itu apa saya juga lupa)
Dengan jingle yang dinyanyikan tiap sebelum siaran:

“bangun pagi-pagi, ke sekolah, ke kampus, ke kantor kita pergi…
tapi oh my God traffic jam lagi…
but you don’t have to worry…
ada Dagienkz dan Dedi, yang selalu menemani…
di Putuss! ayo main yang bagus…
ayo main yang bagus….”

Kalo yang dulu sering nonton H2C (Harap Harap Cemas) di SCTV dulu pasti kenal siapa Dagienkz. Tapi siapa Dedi? Yaa sebenernya temennya Dagienkz di H2C juga sih, Dedi alias Deddy Mahendra Desta alias Desta Club 80’s.

Dedi dan Dagienkz
Acara ini selalu berhasil mengocok perut saya tiap pagi. Tapi kadang juga pernah beberapa kali siaran berubah suasana menjadi seperti terkesan mistis. Yang paling terkesan dari acara ini adalah kedua penyiar ini memiliki attitude yang ‘ngawur’. Waktu itu pernah ada pendengar (yang rata rata juga gila-mengikuti penyiarnya), pendengar tersebut mengirim sms dengan menulis, misal: dari Ratna di Perkosa. Dan itu dibacakan oleh Desta seperti itu adanya dengan tanpa sadar, walhasil ngakak semua, termasuk semua crew di studio tersebut.
Selain itu juga, kedua penyiar disuruh bercerita masa kecil dan asal usulnya. Dan yang paling saya kaget adalah Dagienkz yang mengatakan bahwa kakek (atau neneknya) adalah orang Wates. Dengan ngibul-nya dia bercerita arti nama Wates itu dari mana. Kata dia nama Wates diambil ketika ada kompeni (Belanda) yang dateng ke daerah tersebut lalu kebelet pipis. Tapi gegara lama, sama temen temennya ditinggal, terus yang pipis tadi teriak ‘Waits.. Waits…’ alhasil jadilah nama Wates. Kocak! Ngakak bener XD

2.      Rian Pelor
Orang ini adalah orang yang membawakan sebuah scene paling keren di radio sepanjang masa: Riot on Air!

Acara yang saya selalu dengar waktu kelas 3 SMP akhir, tiap kamis malam di radio Prambors (juga). Acara yang selalu menghadirkan musisi cutting edge disertai dengan interview serta live performance. Band macam The Trees and The Wild, Ghaust, Holy City Rollers, Innocenti, Amazing in Bed, dsb. Pertama kali saya kenal dari acara ini. Bahkan Tatiana-nya Pee Wee Gaskins pun bisa dibilang ngetop lewat acara ini.
Pembawaannya yang cool dan bisa dibilang bahasanya cukup intelek membuat saya betah mendengarkannya. Apalagi terdapat ke-khas-an ketika dia sudah menambahkan kata ‘Saudaraku’ di akhir kalimat. Misal, “Oke, langsung kita dengar, Saudaraku”.
Sayang sekali, acara yang dibawakan vokalis band Daggerstab dan ((AUMAN))  ini hanya tinggal kenangan. Begitu juga Rian sendiri yang kini ‘pulang kampung’ ke Palembang dan bersiaran di sana.

3.      Panda
Sekarang, hampir setiap orang kenal siapa itu Cici Panda. Yap, dari acara Ceriwis orang jadi banyak kenal siapa itu Panda. Tapi jauh sebelum itu, saya mengenal Panda dari acara (yang lagi-lagi adalah) Prambors FM. Nama acara yang dia bawakan adalah ‘Panda Berkokok’. Acara yang selalu saya dengar sebelum berangkat sekolah waktu SMP (kelas 3-an lah). Jika kalian ingat lagu Sindentosca yang “Persahabatan bagai kepompong…”, nah! Itu adalah salah satu lagu yang paling sering diputar di acara tersebut. Kenapa? Karena waktu itu masih dalam masa voting program Prambors NuBuzz, bersama Mizta D, Dubyouth, Coffee and Cream, dsb. Bahkan ketika saya bergumam menyanyikan lagu tersebut di kelas waktu itu, saya seperti orang tolol (yang mungkin orang yang mendengar akan berkata dalam hati ‘lagu opo kuwi?’). Dan sayangnya… lagu tersebut akhirnya populer dan meledak di pasaran dan lebih dikenal sebagai soundtrack sebuah sinetron di SCTV. Dafuq.

Cici Panda
Panda sendiri selalu membawakan acaranya dengan baik, bisa dibilang lucu. Namun sayang, ketika dia hamil dan melahirkan, akhirnya harus digantikan.

4.      Tika Yusuf
Merupakan penyiar radio lokal Yogyakarta, Swaragama FM (101,7). Pertama kali saya kenal lewat program Rock of Fame dan pindah ke Tika and Friends (in the morning). Yap, lagi lagi acara radio pagi pagi memang paling ampuh untuk menemani saya memulai hari. Saya ‘menilai’ Tika Yusuf sebagai orang yang inspiratif, smart dan sering membawa keceriaan. 
Tika & Friends
Hal yang paling saya ingat dan menyedihkan tentu saja adalah siaran terakhir Tika Yusuf di Swaragama karena dia akan memutuskan untuk mengabdikan dirinya untuk Indonesia Mengajar. Waktu itu, yang kebetulan saya lagi libur kuliah, dan untungnya tahu kalo itu adalah siaran terakhir dia. Mungkin bisa dibilang waktu itu Twitter saya, saya penuhi dengan tweet yang menyatakan kesedihan, pertanyaan, dsb. Kenapa harus pergi. Apalagi ketika saya streaming live video dari ruang siarannya. Terlihat di sana suasana sangat mengharukan. Entah, mungkin itu adalah salah satu perpisahan paling mengharukan yang pernah saya lihat secara live. Lebay? Mungkin anda bisa bilang seperti itu. Tapi tidak bagi saya, orang yang selalu menemani tiap pagi hari saya dengan segala inspirasi dan moodbooster-nya harus meninggalkan kita semua.

5.      Gaby Stephanie
Salah satu penyiar Geronimo FM (106,1 FM) favorit saya saat ini. Kenapa? Dari program yang dibawakannya saja itu sudah sangat keren menurut saya, Recycle Jam (memperdengarkan lagu lagu cover version), Ajang Musikal (memperdengarkan band band Indie), Indiana Zones (yang satu ini sebenarnya merupakan program yang memutar lagi International Hits biasa, tapi pilihan lagu dari dia selalu menjadi penyemangat karena lain dari yang lain, seperti SoKo, The Cardigans, Camera Obscura, She & Him, dan musisi musisi lain yang bisa dibilang ‘gak biasa’ bagi orang ‘biasa’). Itu yang paling saya favoritkan, pilihan lagu yang satu selera dengan saya, yang bagi sebagian (besar) orang akan menganggap ‘iki lagu opo sih caaah…’ Dan mungkin itu adalah salah satu alasan kenapa followers-nya gak sebanyak Komang Metri atau Prita hehehe :p (tapi santai wae mbak, aku follower mu kok haha)


Memang ketika siaran terkadang selalu belibet, tapi justru kadang itu yang menjadi lucu. Bahkan ketika saya membaca blog-nya, saya merasa tidak sendirian. Ada beberapa idealisme dan sikap yang kurang lebih sama. Dan salah satunya idealisme memutar lagu lagu cutting edge itu tadi hehehe.

Sekian dari saya. Masih berpikir acara musik pagi adalah opsi terbaik untuk mengetahui perkembangan musik dunia? Radio lokal daerah anda mungkin jauh lebih baik!

1 comment:

TikaYusuf Blog said...

halo eric,
trimakasih sudah menulisa sesuatu tentang saya, bahkan tulisan ini dibuat ketika sy sudah ngga siaran lagi

i'm pleased to know ur opinion about me ;)

have a super great day, semoga harimu menyenangkan

regards,
@tikayusuf