Friday, February 21, 2014

Idola Dulu dan Kini



Hello, I’m back again! Kali ini saya bakal bakal sedikit curhat. Bukan curhat tentang cinta cintaan tapinya.
Saya lupa kapan terakhir kali saya ‘menggemari’ ajang pencarian bakat di Indonesia sebelum X Factor. Saya sangat ingat dulu waktu SD saya dan sekeluarga dan mungkin teman teman juga terkena wabah Akademi Fantasi Indonesia (AFI). Saya mengikuti proses eliminasinya tiap minggu, cerita tentang Very AFI yang anak tukang becak, dan jadi juara, dan cerita cerita lain. Entah kenapa, dulu juga sering beli majalah “Gaul” (dan tidak membuat semakin gaul) yang suka ada hadiah posternya dan bahas tentang background para peserta karantina. Dan sejak AFI sudah gak bagus lagi saya gak beli lagi majalah Gaul, yang kata adek saya majalah Gaul sekarang fokusnya bahas Korea-Koreaan.

Tapi di balik hingar binger AFI yang bisa dibilang sukses selama 3 periode, output apa yang bisa ditawarkan? Sekarang saya tanya, berapa orang peserta AFI yang berhasil atau sukses setelah keluar dari AFI? Yang paling terkenal mungkin T2 (Tiwi dan Tika) yang bahkan katanya sekarang udah bubar. Kesalahan terbesar Ind*siar adalah memberikan kontrak yang sifatnya “mengekang” para alumnus AFI. Mengekang? Betapa tidak, para alumnus AFI hanya boleh tempil di acara yang ada di Ind*siar. Misal jumlah 1 season berisi 12 peserta, apakah kesemuanya bakal mendapat jatah tampil yang sama di TV tersebut? Hal tersebut tentu tidak baik untuk karir mereka yang tidak bisa menerima tawaran dari luar dan mau tidak mau menunggu tawaran job dari Ind*siar (saja).
Dan tahukah anda, the awkward moment-nya adalah, Mickey AFI (yang ternyata adalah adiknya Steven dari Steven & the Coconuttreez) pernah ikut audisi (lagi) yaitu The Voice dan tidak lolos. Bahkan Glenn Fredly nanya “kamu Mickey AFI itu kan?”. Apakah sebegitu tidak lakunya alumnus AFI sehingga harus mengikuti ajang lain? Dan kalau anda pernah iseng iseng pindah channel dan tiba tiba menemukan iklan Home Shopping macam Teflon atau alat memasak lain, Mickey menjadi ‘salesman’ nya di situ K

Di sisi lain, pada awal kemunculan Indonesian Idol dari era Delon hingga era Regina dan Sean, saya tidak pernah mengikuti tiap minggunya dan kurang begitu excited. Saya tahu, sekedar tahu namun tidak mengikuti, tapi tiba tiba Joy sudah juara,  tiba tiba Mike sudah juara, dan seterusnya.
Tanpa saya tahu, bahwa orang orang seperti Winda (sinden OVJ, sitkom OB), Gissel (istri Gading, sinden OVJ, pemain FTV), Tiffany (pemain Sketsa Tr*ns TV, host), serta nama nama lain macam Firman, Judika, Ihsan, Mike Mohede, dsb yang punya karir cukup bagus di dunia entertainment di Indonesia.
Tapi bukan berarti Indonesian Idol tidak memiliki cacat, saya memang tidak mengikuti ajang ini dari season 1-6 dan hanya sebagian nonton season 7. Di season 7, kesalahan terbesar ada ketika Yoda masuk. Memang, ketika audisi dia nyanyi lagu “When I See You Smile” bagus banget (dan membuat saya tidak nyaman dengan tiba tiba pada ngetwit #NowPlaying lagu tersebut atau tiba tiba banyak yang request lagu itu di radio). Tapi setalah lagu itu, apa yang terjadi? Nol besar! Banyak nada tinggi yang dia tidak mampu capai, lupa lirik terjadi mungkin gak cuma sekali. Tapi itulah, the power of SMS itu berbicara. Apalagi untuk Non Dhera, yang menurut saya juga gak bagus bagus amat.

Tapi entah kenapa, untuk season ke 8 ini, saya menaruh harapan besar pada peserta. Jujur, saya mengagumi (atau bahkan menjagokan) Muhammad De Virzha yang suaranya mirip mirip Sting dan juga Husein Alatas yang beraliran Middle-East Metal ala ala System of a Down atau kadang cengkok-nya mirip mirip Iron Maiden, meskipun juga saya menaruh respect pada Nowela dan Eza yang selalu tampil keren dengan suaranya yang khas. Yuka Tamada juga punya selera musik yang bagus. Begitu juga Miranti yang terang terangan sebagai fans berat Radiohead (secara subyektif saya harus bilang ini keren). Jangan lupakan juga Sarah, cewek berjilbab ini selalu membawakan lagu yang bisa jadi asik (dan saya tidak setuju kalo harus dibandingkan dengan Fatin, kalo dari segi jilbab silakan bandingkan,tapi kalo suara? Fatin cuma menang sms!). Ada juga Gio yang menurutku keren. Secara keseluruhan saya harus bilang season ini keren, punya selera musik dan pilihan lagu yang bagus bagus. Catatan, untuk Ubay, meskipun wakil Jogja, saya kurang begitu suka ya. Kalo boleh jujur, ada wakil Jogja lain yang menyanyikan Overjoyed-nya Stevie Wonder dan lolos tapi waktu babak elimininasi 1 pun dia tidak muncul. Tidak tahu kenapa.
Tapi apapun itu, yang punya duit yang punya hak untuk menentukan. Saya di sini hanya bisa menonton setiap minggunya para peserta menampilkan lagu lagu yang menurut saya keren :)

NB: tulisan ini bersifat subyektif dan pendapat pribadi, jika tidak berkenan mohon menulis blog sendiri, terima kasih :)

No comments: