Saturday, May 23, 2015

Dihantui Spandau Ballet



Selamat malam semua. Kali ini saya kembali dengan sebuah cerita, yang InsyaAllah bukan tentang kesedihan lagi hehehe.

Beberapa hari yang lalu, saya menonton sebuah acara berita di M*tro TV, dimana saya suka nonton bagian akhirnya, karena biasanya suka menampilkan berita yang ringan, seperti tentang olahraga, film atau musik.
Nah, saat itu ada sebuah berita tentang konser Spandau Ballet di Perth, Australia. Dalam hati saya, “who the hell are they?”
Jujur saja saya belum pernah dengar nama band ini. Maafkeun para fans Spandau Ballet.

woi, itu dua dari kanan ngapain? pada ngetawain saya ya?

Kemudian setelah berita itu ditayangkan, diputarlah salah satu video klip Spandau Ballet yang berjudul True. Baru di situ saya tahu kalo saya pernah dengar lagu ini, terutama bagian intro-nya yang “ha-ha-ha-ha-hai”. Sering dengar di acara Cozy Corner-nya Swaragama FM (yang notabene acara full-musik tanpa penyiar, jadi tidak pernah ada pemberitahuan ini lagu siapa). Jadi maklumi saya jika saya tidak tahu siapa itu Spandau Ballet.

Beberapa hari kemudian, saya berencana memperbaiki handphone saya yang rusak getarannya. Dan menurut rekomendasi teman saya lebih baik servis di Ramai Mall, Malioboro saja. Dan benar saja, servisnya cepat (tapi harganya yang cukup menguras kantong). Nah, ketika di area Mall tersebut diputarlah berbagai lagu era 80-an. Yang saya ingat adalah lagu Duran-Duran, kemudian beberapa lagu selanjutnya, muncullah: SPANDAU BALLET dengan TRUE-nya. Ya Allah, lagu ini kenapa muncul lagi.

Beberapa hari kemudian, saya iseng buka facebook. Kemudian saya melihat sebuah judul artikel dari HelloGiggles yang akhirnya saya klik. Intinya tentang 13 saran dalam menjalani hubungan percintaan. Di salah satu saran ada bagian film The Wedding Singer dimana Adam Sandler nyanyi buat Drew Barrymore (kali ini saya tahu lagunya tapi belum pernah nonton film-nya). Alhasil saya klik video adegan tersebut. Setelah Adam Sandler nyanyi, tiba-tiba sebuah musik iringan masuk. Dan lagi-lagi, itu adalah True-nya Spandau Ballet. Sungguh saya dihantui.

Ada makna tersembunyi apa di balik lagu True ini? Apakah ini pesan yang dikirim Tuhan kepada saya. Kemudian saya searching makna lagu ini, dan menurut Gary Kemp, sebagai penulis lagu ini, kurang lebih seperti ini:

“It became a song about trying to write a love song to someone who didn't know your true thoughts, but how difficult it is to spell out your feelings without seeming too foolish."

Nah! Bagaimana mengungkapkan perasaan kita yang sesungguhnya kepada seseorang tanpa terlihat memalukan. Tuhan memang ajaib! Tuhan telah mengirimkan “wahyu” kepada saya hehehe. Tahu saja apa yang sedang ada dalam pikiran saya :)

Daripada bingung, mari kita tonton saja video klipnya :)


Tuesday, May 19, 2015

Random Sadness



Maafkeun sebelumnya bahwasanya bahasa Inggris saya berantakan, paling tidak saya lebih merasa bebas untuk menyampaikan semua hehehe.

Hello again, it’s me again back to the “old me”, someone who has disappeared since 4 years ago. Someone who tried to throw all the bad things away and try to be a good person as people see. It’s been a long time since I covered up all my sadness and kind of thing. I never write about my sadness in this blog anymore until today. A sadness without reason.

Maybe, just maybe, some people see me as a cheerful person, as a funny people. But maybe some people who don’t know me, they’ll judge me as a quiet person or even cocky person. Maybe the truth is that I am the bad person who tried to be good in front of people.

I don’t remember the last time I share my thought or even my feeling to my friends (or I should call them best friend). I don’t even remember what is ‘best friend’?! Someone who always remember my birthday? Or someone who always share their sadness and happiness at the same time?

Best is relative. If you find something better, the standard of “best” is changing too. Your “best” friend in middle school or high school maybe had a better friend. They who always share things with you, who always text you first when they need to tell stories. But where are they now? A person that I thought as a “best” friend never say “happy birthday” in 3 years I think. Or maybe a person who chat me just to tell me the story about her boyfriend who cheated on her. I used to be an extrovert boy. But now, I called myself as an introvert.

Four years. I never find a “best” friend anymore. And in this time I decided to see my friends equally as a friend. Just a friend; good or bad. But never be the “best”.

And in this “four years” I never try too hard to get close to the girls. I don’t know why. I love being alone. There’s no “contract”. I love watching football, talking about it with the boys. I love listening to some-not-really-popular music. I love watching some “IMDB’s 250 best movies” or some good movies.

But that’s all shit. I’m just kind a selfish person or actually I’m not trying hard enough? I’m not a popular kid, not a handsome kid. I never become an athlete in the faculty. Futsal? Badminton? Volleyball? People never see me playing those sports. I never become an active person who always meet some people. I am a passive person. Some friends always asked me why I always go home earlier, and I’m kind a bored with that question. Not your business.

Become a fat, poor and ugly boy is never easy to get girls. Kaiser Chiefs once said that “Love is not a competition”, but I’m always losing. That’s the different between me and that song. The first 3 years, I never do something “progressive” to get the girls. I tried to know every detail or characters of the people. But I don’t know why, in these last few months, I tried to find that missing piece again. But again, maybe I’m not trying hard enough. I think I should give up. It’s too hard to find the similarity between us. Maybe I’m just a sucks person. Maybe I’m just not her type. Maybe I’m a boring person. Maybe I can’t buy her something expensive. Maybe I never go to a fine restaurant in town. Maybe I’m just too sensitive or maybe I’m just too naïve. And I think I have to go find another “home”.

Yes I’m a naïve person. And this is my sadness. Thank you.

“The sadness will never go away” Van Gogh (Suicide note)

Mungkin sebagian orang ketika membaca tulisan ini akan menertawakan saya. Tapi apa daya, ini adalah cara terbaik mengungkapkan perasaan hati paling bebas ketika teman anda tidak mampu lagi “menampung” anda :)

Saturday, May 2, 2015

God is Great



Minggu ini bisa dibilang menjadi minggu yang penuh hikmah dalam hidup saya. Tidak, saya pikir tidak berlebihan. Jadi begini ceritanya:

Yang pertama adalah tentang berita pernikahan salah satu teman saya. Bukan, bukan teman kuliah. Tapi teman SD, seorang laki-laki. Memang, rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah saya, sekitar 5 menit berjalan kaki. Di depan rumahnya sudah terpasang tenda untuk pernikahan dan tenda tempat ibu-ibu memasak. Awalnya saya pikir yang menikah adalah kakaknya, tapi setelah dikonfirmasi adalah memang teman saya. Yang membuat saya terkejut sekaligus turut bahagia bukan karena teman SD saya sudah akan menikah (soalnya sudah ada beberapa teman SD saya yang sudah menikah), tetapi karena teman saya akhirnya memutuskan untuk memeluk Islam. Alhamdulillah.
Teman saya awalnya beragama Katolik, begitu juga keluarganya, termasuk beberapa tetangganya yang juga teman saya (sebagian juga ada yang Kristen). Tapi sungguhlah Allah itu Maha Berkehendak, suatu kasih sayang dari orang lain dapat menuntun seseorang ke jalan Allah. Suatu pernikahan yang menuntun seseorang ke jalan yang lebih baik, insyaAllah barakah. Amiiinn…

Yang kedua, waktu hari Senin saya berniat untuk pergi ke masjid untuk sholat Maghrib berjamaah. Sudah lama sekali saya tidak sholat Maghrib berjamaah di masjid. Dan saat itu sedang tidak banyak tugas, jadi saya sempatkan (harusnya sih harus selalu disempatkan ya).
Singkat cerita setelah selesai sholat, saya keluar termasuk belakangan. Saya kebingungan, sandal saya kok rasanya beda. Sandal jepit itu memiliki “rasa” khas tersendiri jika diinjak, dan saya merasakan itu. Saya agak lupa, bahwa sandal Swallow berwarna putih-hijau itu sangat pasaran, sehingga mudah sekali tertukar.
Saya pulang dengan perasaan agak kecewa. Dalam hati saya “gak pernah sholat Maghrib berjamaah, sekalinya dateng langsung ilang aja”

Hari berikutnya, saya kembali ke masjid, plus niatan mencari sandal saya yang tertukar. Semoga saya beruntung. Sebelumnya saya mencurigai seseorang, Gepeng namanya dan dia saya tanya apakah dia lihat sandal saya. Dia bilang tidak. Dia juga memakai sandal yang berbeda.
Kemudian ada seseorang yang sudah cukup tua, datang memakai sandal Swallow mirip punya saya. Saya samati dari tempat wudhu. Ternyata dia memeriksa sandal yang tertukar yang saya pakai. Kemudian saya cukup lega karena dia kembali menukarkan sandalnya.
Yang menjadi pertanyaan: dia siapa? Saya memang sudah lama tidak berjamaah di masjid, tapi paling tidak saya kenal orang-orang yang sering berjamaah.
Setelah selesai sholat, Gepeng memberitahu saya bahwa orang tadi adalah Mas Nono. Siapa dia? Dulu saya, dan sebagian orang di lingkungan saya mengenalnya sebagai, maaf, orang gila yang sering di dekat Lapangan sepakbola.
Dan yang membuat saya takjub adalah, Allah memang Maha Berkehendak. Orang itu bisa dikatakan sembuh dengan aktivitas normal (meskipun masih cukup takut dan menghindari interaksi dengan orang lain), dan menjadi orang yang mau mempelajari Islam lebih lanjut walaupun dengan tahapan sedikit demi sedikit.

Seharusnya saya ketika menulis ini, atau anda ketika membaca ini, bisa menjadi orang yang lebih baik lagi, terutama dalam hal ibadah. Kadang kita lupa dengan apa yang sudah kita miliki tanpa mengamalkan apa yang harusnya dikerjakan sebagai umat-Nya. :)