Saturday, January 30, 2016

The Hardest Part of Loving Someone



Kita tidak pernah bisa untuk memilih akan jatuh cinta dengan siapa. Siapa saja bisa saja menjadi seseorang yang benar-benar membuatmu mabuk kepayang. Bisa saja teman masa kecilmu, teman sekelasmu, teman satu kelompok kerja, seniormu, atau siapapun itu.
Bukan, ini bukan sekedar suka, yang bisa kita atur sesuai selera kita. Misalnya liat wajah Raisa atau Isyana, atau ada mbak-mbak Indomar*t yang cantik, atau mbak-mbak SPG yang sintal.
Bukan, mereka tidak bisa membuat kita lupa makan, lupa minum, lupa pipis dan memikirkannya seharian atau semalaman atau sehari semalam.
Orang yang bisa membuat kita jatuh cinta adalah orang yang mampu membuat kita nyaman, secara perasaan. Terkadang atau seringkali, secara fisik mereka bukanlah orang yang kita idamkan. Bahkan dalam hati kita sering heran kalau dia bukan sosok yang kita inginkan, tapi kenapa bisa begitu membuat tenang?

Kembali ke topik awal. Kita memang tidak bisa memilih akan jatuh cinta kepada siapa. Itu terkadang menimbulkan masalah.
Pernah aku posting di tumblr,  “The hardest part of loving someone is that she’s not over her ex”
Bagimana, bagaimana bisa kita melanjutkan usaha kita ketika seseorang yang kita cintai belum mampu keluar dari “zona nyaman”-nya bernama bayang-bayang masa lalu?
Mentok. Iya, usaha kita akan berhenti di situ, sekuat apapun perjuangan kita. Bahkan ketika hal tersebut dipaksakan juga hanya akan membuat sakit hati.
Sungguh tidak mungkin kita mengatakan “alah, sudahlah, lupakan saja mantanmu itu, lanjutkan saja hidupmu, semua ini sia-sia”. Hal yang sungguh tidak efektif, yang justru hanya akan membuatnya menyalahkan diri sendiri dan semakin menginginkan mantannya untuk kembali.

Kemudian bagaimana bisa kita tahu bahwa orang yang kita cintai tadi masih belum bisa move on dari mantannya?
This is the story of my life. Ketika kamu berada di tahapan “cukup” untuk bisa melanjutkan ke tahapan selanjutnya, ditambah dia mengajakmu untuk bertemu, di suatu tempat di sekitaran Gejayan. Kamu berharap akan membicarakan masa depan kita. Namun apa kemudian yang terjadi? Dia membicarakan tentang mantannya yang sudah tak peduli lagi dengannya.
Dalam hati “ya iyalah, kan udah mantan, kenapa harus peduli, kamu aja yang gak paham, gagal paham, gagal fokus, gagal move on”.
Di situ mulai muncul keraguan untuk tidak usah melanjutkan usaha ini.
Ditambah lagi dia membanding-bandingkan dirinya dengan pacar mantannya yang sekarang. Ya udah gitu kan, kalo misal udah move on ya udah ga perlu lagi urusin urusan mantanmu. Mau dia dapet pacar Aura Kasih, Omas, siapapun, bukan lagi urusanmu. Lanjutkan hidupmu!

Kasus lain, mungkin tidak terlalu frontal untuk mengungkap atau menceritakan mantannya. Namun ketika kamu kepo (kepo memang sering berujung sakit hati), kamu akan menemukan bahwa dia dan mantannya masih saling berhubungan. Dan itu yang membuat ikatan yang tadi seharusnya sudah lepas dibuat/dijaga agar tetap bisa ditarik atau dilepas kapan saja. Semau mantannya.
Dan parahnya, ketika dia sudah berada dalam tahap “cinta buta”. Ketika dia sudah lupa kenapa dulu dia harus putus dengan mantannya, apa salah yang pernah dilakukan mantannya kepadanya, dsb. Semua hilang begitu saja. Seakan dia memaklumi mantannya yang dulu pernah selingkuh atau menyakitinya. Dia percaya bahwa hubungan dapat dimulai lagi dari awal dengan baik-baik.

Hal seperti ini sungguh sangat tidak sehat dalam hubungan yang selanjutnya. Kasian yang jadi pacar selanjutnya, dibebani kenangan indah bersama mantan.
Ada teman yang mengatakan “makanya kamu sama dia aja, membantu dia melupakan mantannya”. Justru ini yang aku tidak mau. Menjadi pelampiasan atau pelarian juga bukan hal yang bagus.
Idealnya, sebisa mungkin, hindari hubungan yang terlalu jauh dengan orang yang belum bisa melupakan masa lalunya, agar tidak perlu menabrak tembok yang terlalu tebal.

Sungguh kehidupan yang sangatlah rumit. Terima kasih sudah membaca kegelisahan ini.

2 comments:

Nixneera said...

Semesta kelak, akan membuat peristiwa di luar nalar kita. Kebahagiaan menemukan pasangan hati.

Dewi Aja said...

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)