Wednesday, January 18, 2017

Coass-Lyfe, Part 0: Introduction



*warning! Siapapun yang membaca tulisan ini, entah itu dekat sama saya atau tidak kenal sama sekali mohon memaklumi isi cerita ini. Kejadian ini berlangsung pada saat itu dan mungkin sudah tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan masa sekarang. Jadi jangan sampai tulisan ini menjadikan suatu perpecahan di antara siapapun setelah membaca tulisan ini di masa depan*

Setahun lebih sudah dari waktu itu. Saya lupa tanggal berapa, yang jelas itu bulan September 2015. Pembekalan dari masing-masing bagian  koas sekaligus pembagian kelompok koas. Waktu itu saya tidak pernah berharap bakal sekelompok sama siapa tapi saya sangat berharap ga dapet Kodil di bagian pertama.

Sesaat ketika pembagian kelompok dilakukan, saya cukup terkejut. Akan saya ceritakan di bagian lain jika memungkinkan.

Dari sekian nama ini, kebanyakan adalah orang-orang yang mungkin saya tau  tapi tidak pernah mengenal secara personal.  Di antara orang dari hasil pembagian kelompok ini, mungkin hanya beberapa orang yang tau lebih personal kayak Dewi karena kita satu tim skripsi, berjuang sama sama dari tahun 2014; Kemudian Arum, yang memang dulu kita pernah deket namun takdir berkata lain – ini yang saya maksud mengejutkan tadi kita harus ditakdirkan bakalan satu tahun sekelompok koas; kemudian Mbak Retno pernah PKL bareng di Baturraden selama 2 minggu. Yang lain mungkin bisa dianggap biasa aja, misal kayak Hanif walaupun suka bahas bola dan ceng cengan soal Arsenal x Chelsea tapi kita ga pernah satu tongkrongan; Adam walaupun pernah satu kontrakan sama Bima tapi juga ga deket juga; Berlin sama Anti pernah jadi temen tutorial tapi juga ga kenal deket; Mbak Intan ya sedikit banyak kenal karena temen deketnya Efa sama Dian Mus juga, tapi ya sebatas kenal kenal haha hihi tapi ga pernah yg kenal personal; Twin dulu temen satu tutorial pas semester pertama, lumayan kenal tapi semenjak waktu itu sampe lulus juga biasa aja; Grace juga cuma tau kalo dia pacarnya Rino; Almira juga sedikit sedikit tau; Dika sama Mas Siget juga jarang interaksi, apalagi Oriza sama Fita, lebih-lebih Mas Yoga.
Dari penjelasan itu cukup dapat menggambarkan kalo saya bakal sulit beradaptasi dengan orang-orang baru ini.

Awalnya sulit menentukan siapa yang jadi ketua dan wakil. Dan terpilihlah Dika sama Hanif sebagai ketua dan wakil.

Kemudian saya ingat waktu itu hari Jumat mau janjian sama Pak Agung buat urus masuk Koas bagian Reproduksi tapi beliau minta langsung hari Senin saja. Waktu itu kita gunakan saja buat menentukan ‘kepanitiaan’ di masing-masing bagian koas. Siapa yang bakal ngurus lah istilahnya. Waktu itu hampir semua menghindari panitia Kodil. Dan ‘untungnya’ saya dapet Inbes, walaupun akhirnya nanti juga ga untung-untung banget hehe

Demikian perkenalan atau pengantar kehidupan koas saya, semoga mau mendengarkan kelanjutannya hehe

1 comment:

Rafika tiara said...

Selamat menulis kembali rik!